Khilafah adalah bentuk sistem pemerintahan Islam. Kepala negaranya dikenal dengan  sebutan khalifah. Khilafah atau khalifah berasal dari kata dasar ‘khulafa’ yang artinya  Kpengganti. Maksudnya, pengganti Rasulullah saw dalam memimpin urusan umat.

Seperti yang dilakukan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib  yang silih berganti memimpin umat pasca Rasul saw wafat. Kepemimpinan empat shahabat  ini yang populer dengan julukan Khulafaur Rasyidin. Estafet kepemimpinan umat Islam terus bergulir sepanjang tahun selama kurang  lebih 14 abad. Setelah masa Khulafaur Rasyidin berakhir, dilanjutkan para khalifah di masa  dinasti Umayyah mulai dari Muawiyyah bin Abi Sufyan hingga Marwan bin Muhammad.  Kemudian diteruskan para khalifah di masa dinasti Abbasiyah mulai dari Abul Abbas as Safah  hingga Al Mutawakkil Alallah.

Dan berakhir di masa dinasti Utsmaniyah dari Sultan Salim I  hingga Sultan Abdul Madjid Kan II. Sedih deh kali kita inget saat-saat terakhir menjelang keruntuhan Khilafah.  Awalnya, Inggris berhasil menduduki Istambul, Turki pada perang Dunia I (1914 M). Lalu  seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika, Mustafa Kemal Pasha,  ditugaskan untuk menjalankan agenda Inggris di Turki sebagaimana tercantum dalam  “pernyataan Curzon”, yaitu: penghapusan Khilafah secara total, pengusiran khalifah sampai  keluar batas-batas negara, penyitaan kekayaan khalifah, dan pernyataan sekularisasi negara.

Pernyatan ini merupakan syarat yang harus dipenuhi Turki untuk mendapatkan  kemerdekaannya dari Inggris. Mayoritas anggota Majelis Nasional Turki yang berpusat di Ankara dengan tegas  menentang apa yang tercantum dalam pernyataan Curzon. Tapi mereka diancam Kemal akan  dibunuh dan dihukum gantung. Akhirnya Majelis Raya Nasional menggelar sidang pada  tanggal 01 Maret 1924 selama tiga hari untuk mensikapi adanya dualisme pemerintahan di  Ankara dan Istambul.

Terjadi perdebatan alot dan sengit karena Mustafa Kemal sebagai  pimpinan majelis terang-terangan hendak menghapus kekhilafahan Islam yang dipimpin  Khalifah Abdul Majid II di Istambul. Dan tepat pada pagi hari tanggal 03 Maret 1924, Majelis Nasional mengumumkan  telah menyetujui penghapusan khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara.  Malamnya, Khalifah Abdul Majid II diusir dari rumah kediamannya atas perintah Mustafa  Kemal. Khalifah dipaksa masuk mobil dan dibawa melintasi perbatasan negara menuju Swiss.

Kemudian diturunkan dengan dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan  sejumlah uang. Dengan demikian, Mustafa Kemal telah berhasil memenuhi persyaratan Curzon,  Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan  Turki. Di Gedung Parlemen Inggris, Curzon menyatakan, “…Turki telah dihancurkan dan tidak  akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritual mereka, yaitu  Khilafah dan Islam…”

Driser, pasca runtuhnya khilafah, tidak ada lagi yang menjaga dan melindungi  kaum muslimin dari serangan ideologi kufur. Akibatnya mayoritas umat Islam terkontaminasi  oleh pemikiran-pemikiran yang merusak. Nyawa dan kehormatan kaum muslimin sama  sekali nggak berharga. Dimana-mana umat Islam dibantai tanpa ada yang bisa mencegahnya.  Padahal jumlah kaum muslimin di dunia ada semilyar! Semilyar tapi bagai buih yang  terombang-ambing lautan. Nah, D’Riser jangan leha-leha. Masalah besar ini adalah masalah kita bersama.

Seluruh umat Islam mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi umat yang  sangat terpuruk. Termasuk kita para remaja pemegang tongkat estafet kebangkitan Islam.  Makanya nggak usah ragu. Saatnya kita bergabung dengan barisan pejuang khilafah untuk  menyambut kebangkitan Islam jilid kedua. Yuk![]