namanya sangat populer di dunia perawi hadits. Ahli  hadits telah sepakat, beliau adalah sahabat yang  Npaling banyak meriwayatkan hadits. Abu  Muhammad Ibnu Hazm mengatakan bahwa, dalam Musnad  Baqiy bin Makhlad terdapat lebih dari 5300 hadits yang  diriwayatkannya.  

Nama Aslinya Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdie (lahir  598 – wafat 678). Beliau lahir di Daus, sebuah desa miskin di  padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, beliau  sudah yatim sejak kecil yang membantu ibunya menjadi  penggembala kambing.

Beliau masuk Islam tak lama setelah  pindah ke Madinah pada tahun ketujuh hijriah, bersamaan  dengan rencana keberangkatan Nabi ke Perang Khaibar.  Beliau lebih dikenal dengan panggilan Abu Hurairah (Bapak  Kucing Kecil) karena memiliki seekor kucing kecil yang selalu  diajaknya bermain-main pada siang hari atau saat  menggembalakan kambing-kambing milik keluarga dan  kerabatnya yang beliau simpan di atas pohon pada malam  harinya.

Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan Abu  Hurairah terhadap hadits Nabi. Marwan memintanya untuk  menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan  mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya  lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadits yang  pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal  satu huruf. Subhanallaah! Ketika datang masa pemalsu-pemalsu hadits, mereka  memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan  ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw.  

Dalam setiap hadits palsu yang direlease, mereka  menggunakan kata-kata: — “Berkata Abu Hurairah… “. Bokis  banget nih! Akbatnya, ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya  selaku penyampai Hadits kenamaan dari Nabi saw tercoreng.  Dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa serta  banyak waktu yang telah di habiskan, beliau berusaha  memulihkan nama baiknya. Usahanya banyak dibantu oleh  para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka  untuk menjaga Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan  yang dimasukkan ke dalamnya.

Alhamdulillaah, Abu Hurairah  berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum  perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu  Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka  kepadanya……

Driser, pada mulanya Abu Hurairah r.a. mempunyai ingatan  yang lemah lalu beliau mengadu kepada Rasulullah. Rasulullah  lalu mendoakan agar Abu Hurairah r.a. diberkati dengan daya  ingatan yang kuat lalu semenjak hari itu Abu Hurairah dikaruniai  dengan daya ingatan kuat yang membuat beliau meriwayatkan  jumlah hadis terbanyak di kalangan para sahabat.  Driser, Rasul sendiri sangat mengagumi semangat Abu  Hurairah dalam menimba ilmu.

Gak mungkin dong bisa  meriwayatkan lebih dari 5000 hadits kalo cuman diam tanpa  action.’Bapak Kucing’ ini sangat layak kita teladani selain  semangatnya yang super dalam meriwayatkan hadits. Bayangin  aja, berangkat dari anak yatim, kemudian mengembara sebagai  orang yang miskin, menjadi budak, dan akhirnya dinikahkan  dengan putri majikannya. Walaupun beliau dalam keluarga yang  berada, namun hidupnya masih sederhana, tidak bermewah-mewahan, karena sesungguhnya Allah tidak suka yang  berlebihan. []

Abu Hurairah dan hadist

riteria hadis shahih antara lain hafal rawinya, bersifat adil,  dhabit (kuat ingatannya), sanadnya tidak putus  K(bersambung-sambung), hadis itu tidak ber’illat (cacat),  tidak janggal (tidak bertentangan dengan hadis lain yang  diriwayatkan oleh perawi yang lebih kuat). Dalam hal ini hadis-hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah memenuhi syarat-syarat di  atas. Apalagi kekuatan ingatannya yang sangat kuat. Selain itu,  beliau meriwatkan hadis sebanyak 5374 hadis. Dan lebih dari 800  orang yang meriwatkan hadis darinya. Hal ini menguatkan hadis-hadis yang diriwayatkanya masuk kedalam kategori hadis shahih. Contoh Hadis Yang Diriwayatkan oleh abu Hurairah:  

  • Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah menggenggam bumi dan rnelipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian  bertirman : “Akulah Raja, dimanakah raja-raja bumi ?”  (Hadits ditakhrij oleh Rukhari).
  • Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak  (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar  berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat)  sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah  berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits  ditakhrij oleh Ibnu Majah).
  • Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Sombong itu selendang Ku dan kebesaran itu sarung Ku,  barangsiapa yang melawan Ku dalam salah satunya maka ia  Aku lemparkan ke dalam neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Abu  Dawud).