drise-online.com – Remaja bukan cuman bisa hura-hura. Remaja juga bisa berkarya nyata sesuai dengan kebisaannya. Remaja juga punya kesempatan menorehkan jasa bagi bangsa, negara, dan agama. Tapi sorry, kita bukannya generasi muda nyari popularitas lho. Apalagi bawa-bawa pesan sponsor. Nggak lah yauw.

Kita cuman mau ngingetin, saatnya remaja en remaji ambil perannya sebagai penopang kebangkitan umat. Estafet kepemimpinan akan terus bergulir. Yang tua bakal pensiun. Yang muda jangan cuman manyun. Segera ambil tuh tongkat estafet, ayunkan dan pimpin kebangkitan. Untuk itu, yang kita perluin sekarang adalah kemauan yang keras untuk menjadi duplikatnya Thariq bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih.

Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita.

Untuk itu, hal pertama yang mesti kita perbuat adalah nuntut ilmu. Yap, dengan belajar Islam, kita jadi tambah wawasan Islam, tahu kondisi umat Islam, dan makin mengenal kemuliaan aturan hidup Islam. Informasi ini yang memancing alam pikiran kita untuk mencari tahu ada apa dengan umat Islam yang hidup terjajah. Sehingga kita memahami mestinya ada yang bergerak untuk menyadarkan umat. Ada yang kudu berani menjadi martir revolusi yang membakar semangat umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Disitulah peran kita sebagai pemuda. Menjadi martir revolusi!

Imam Asy Syafii mengatakan: “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).”

Jangan sampai masa muda kita habis nggak jelas lantaran terhanyut budaya sekuler yang mengejar kesenangan dunia. Kita juga nggak rela dong nasib umat Islam dan kita menderita akibat penjajahan. Makanya wajar kalo kita-kita yang masih muda, kuat, dan cakep ini mesti ambil peran sebagai agen of change. Untuk kebaikan Islam dan kaum Muslimin. Jangan tunggu esok. Jangan liat orang lain. Mulai hari ini, ikut ngaji. Pake aturan hidup Islam. Dan jadilah seorang martir revolusi. Kalo bukan kita siapa lagi. Segera ambil peran itu bro!  [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise #40