drise-online.com – Pernah denger istilah ‘Jilboobs’? Lagi rame nih pembahasannya di sosial media. Soalnya, keberadaan ‘jilboobs’ ini sangat bikin miris. Mereka adalah para muslimah yang menutup aurat tapi berpakaian ketat yang menonjolkan daya tarik seksualnya dan kemudian menjadi objek olok-olok. Nah, jangan sampai driser muslimah tergolong jilboobs ini ya.

apa itu Jilboobs

Jilboobs adalah istilah yang dipopulerkan sebuah akun Facebook. Gabungan kata jilbab dan boobs yang diartikan (maaf) payudara. Istilah itu digunakan untuk menjuluki wanita yang menutup aurat tetapi berpakaian super ketat.

Berdasarkan data penelusuran, jilboobs terdokumentasi dalam bentuk blog berisi kumpulan foto candid para wanita jilboobers sejak 2009 dan fanpage-nya pada Facebook sejak Januari 2014. Di twitter juga sama akunnya jilboobs.

Jadi, foto-foto muslimah menutup aurat dengan pakaian ketat ini dipajang kemudian siapa saja bebas berkomentar. Nah, komentar-komentarnya ini yang bikin ngelus dada. Melihat foto muslimah berkerudung lalu dadanya nyeplak, perutnya nongol atau pantatnya ngintip karena pakai jeans ketat, muncullah komentar-komentar bernada mesum. Pokoknya sangat melecehkan eksistensi muslimah.

Tentunya ini sangat merendahkan muslimah, karena mereka jadi bahan olok-olok, seolah perempuan bermoral buruk dan bisa diapa-apain. Entahlah, apakah para muslimah yang fotonya dipajang itu tahu atau tidak. Semoga saja mereka ngeh bin sadar bahwa foto-foto diri mereka jadi bahan olok-olok. Semoga juga nyadar bahwa tata cara berpakaian mereka yang memang belum syari itu rupanya jadi bahan gunjingan.

Masalahnya, sebagian besar foto itu “dicuri” dari akun-akun atau blog-blog muslimah, lalu tidak ditampakkan wajahnya, sehingga bisa jadi si pemilik foto nggak ngeh. Misalnya mukanya di-bloor, sedangkan yang tampak menonjol justru bagian dadanya yang nyeplak. Jadi muslimah yang punya foto itu mungkin nggak nyadar bahwa fotonya yang seperti itu telah menjadi bahan pelecehan.

Makanya, ini pesan buat remaja-remaja yang lagi seneng-senengnya upload foto diri, tolonglah berhati-hati. Jangan asal upload foto karena bisa disalahgunakan. Dunia maya itu banyak banget loh sisi jahatnya, jadi jangan asal nampang dan eksis, musti mikir dalem banget buat narsis.

Lebih dari itu, yang terpenting, sadarlah bahwa cara berpakaian ala jilboobs itu salah. Segeralah perbaiki dengan tata cara menutup aurat yang betul, yakni dengan memakai pakaian yang antiketat alias longgar, tidak tipis, sederhana, tidak tabaruj dan tidak menarik perhatian. Menutup aurat itu bukan sekadar membungkus aurat. Mengenakan celana jeans, kaos ketat panjang lalu menutup kepala dengan kerudung lilit sana sini membelit leher, itu bukan hijab syar’i.

Bagaimana dengan trend hijab?

Sekarang kan model-model hijab itu macem-macem. Cantik-cantik lagi. Hmm…begini ya. Hijab yang syari itu adalah hijab yang menutupi kecantikan kita. Hijab yang mampu menutup anggota tubuh yang menonjol. Jadi, kalau dulu kita mau keluar rumah bercermin untuk menyimpulkan “saya sudah seksi, maka saya siap keluar rumah.” Nah, itu harus diubah. Berhijab itu kalau bercermin harus sampai pada kesimpulan “saya udah nggak terlihat seksi, maka saya siap keluar rumah.”

Begitulah intinya. Jadi, kalau memilih hijab, pilihlah yang menutupi bagian-bagian seksi tubuh kita. Kalau perempuan ya umumnya yang bikin seksi itu dada, pantat atau leher. Nah, itu tutupi serapat mungkin sampai nggak membentuk tubuh.

Makanya, Allah SWT sudah memerintahkan muslimah untuk mengenakan hijab yang sempurna yaitu: jilbab (QS: Al Ahzab 59), khimar (QS AnNur 23) dan tidak tabaruj (QS: Al Ahzab 33 ). Jilbab adalah pakaian yang terulur ke seluruh tubuh. Yakin, kalau pakai jilbab yang longgar bak terowongan tanpa potongan, niscaya bagian tubuh yang nonjol-nonjol nggak bakalan nongol. Trus khimar, itu kerudung penutup kepala sampai dada. Bukan pembungkus kepala ya, tapi ulurkan sampai dada. Khimar ini bukan pengganti rambut yang bisa dimodal-model agar tampak menawan. Nanti jatuhnya tabaruj. Sudah, itu saja syaratnya. Mudah kan?

Terakhir, selain menyempurnakan diri dengan pakaian yang syari, jilboobs juga harus merevolusi perilaku. Stok berakrab-akrab ria dengan dunia cowok, apapun itu. Sebab sudah pasti dari sanalah muncul fitnah macam-macam, yang sangat melecehkan eksistensi muslimah. Akhirnya muncul anggapan, ah, kerudung hanya aksesoris doang. Perilaku, lisan dan pergaulannya nggak ada bedanya dengan yang nggak berkerudung. Makanya, dilecehkan juga.

Driser, memang, berhijab dan berakhlak baik adalah dua kewajiban berbeda. Tapi, karena dua-duanya wajib, ya mestinya dua-duanya dilakukan. Dus, tidak menjamin yang sudah berhijab syari itu pasti baik perilakunya, tapi muslimah yang baik perilakunya, pastinya berhijab syar’i. Itu yang harus jadi pedoman. Dan yang terpenting, dengan berhijab syari dan berperilaku islami, kita ikut menolong muslimah lainnya agar tidak dilecehkan. Ikut membangun image bahwa muslimah taat itu ya harusnya seperti itu: baik luar dalam. Hijab bukan aksesoris, apalagi pembungkus bodi seksi. Hijab itu tanda ketakwaan diri. Yuk kita benerin cara berbusana kita. Biar mulia dunia akhirat. Cemungudh![]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39