Asslm… D’rise. D’rise tlng dong bahas  tntang sifat yang d benci oleh allah  beserta hukumx truss bahas tntang  gimana carax bwt tobat yach! Karna aq rsa  skarang aq blomm sempet ngerjain apa  yang d perintah oleh allah. Tiap pengend  lage dpt. Pokokxx ada2 ajha dech alasanx  law aq pengendd sholat. Inilah itulahh..  Pusing! ( AULHYA RAMADHANY.  MAKASSAR)

 

Sobat D’Rise, khususnya ananda Auliya  di Makassar, sifat-sifat yang dibenci Allah  adalah karakter-karakter yang pasti akan  merusak kehidupan manusia itu sendiri. Bisa  jadi karakter itu merusak fisik/ jasadnya  (seperti miras, dsb), merusak pikiran dan  jiwanya (narkoba, bermaksiat, dsb) bahkan  bisa juga merusak kepada kehidupan  masyarakatnya (kekufuran, sex bebas,  korupsi, dsb).

 

Sifat yang dibenci Allah  tentunya sifat ‘syirik’ dan ‘kufur’ yaitu  menyekutukan Allah dengan ‘tuhan-tuhan  lain’ atau memiliki tuhan dan agama selain  Islam. Na’udzu billah ya… Allah SWT  berfirman: “Sesungguhnya Allah SWT tidak  akan mengampuni dosa syirik dan bisa saja  mengampuni dosa selainnya bagi siapa yang  dia kehendaki.” (TQS. An-Nisa: 48).

 

Sifat lain yang dibenci-Nya adalah  ‘terbiasa bermaksiat’. Memang manusia  tidak ada yang sempurna dan terkadang  berbuat dosa, tetapi manusia ahrus  dengan sengaja menjauhkan diri dari  maksiat. Bahkan manusia terbaik  bukanlah manusia tanpa dosa,  melainkan ia yang ketika berbuat dosa  ia segera ‘selalu bertobat’. Allah SWT  berfirman: “(dan sifat orang bertaqwa)  Yaitu seseorang yang berbuat  fakhisyah/ dosa atau dia menzalimi  dirinya sendiri, ia segera ingat kepada  Allah dan memohon ampunan Allah.  Dan siapakah yang dapat memberi  ampun selain Allah? Kemudian dia  tidak melanjutkan perbuatan dosanya  itu….” (TQS. Ali Imron: 135).

 

Adapun ibadah sholat, ia  merupakan amal mulia yang bersifat  individual. Pahala dan dosanya tidak  bisa diwakil-wakilkan. Sholat  merupakan kesempatan seorang  hamba untuk menghadap langsung  kepada Allah SWT, sehingga disebut Sholat adalah  mi’rajnya kaum mukminin. Sholat merupakan  ibadah yang sangat penting, sampai-sampai Allah  sendiri secara langsung memanggil Rosulullah  SAW saat menetapkannya (coba bandingkan  keutamaan ini dibanding ibadah lain).

 

Saking  pentingnya, dalam pelaksanaan sholat, jika  seseorang tidak mampu berdiri dia boleh duduk,  bersandar, merebah sampai kalaupun hanya  dengan isyarat. Nah… Ananda Auliya Ramadhani…  dengan penjelasan seperti itu, layakkah kita  meninggalkan sholat atau melalaikannya? semoga  tidak lagi ya. Memang terkadang sholat itu harus  dipaksakan, tapi itu tidak apa-apa karena  membawa kebaikan pada kita. Tentu yang  sempurna adalah sholat dengankeyakinan dan  kerelaan.

 

Pokoknya, selama hayat dikandung  badan, selama masih bisa sholat, jangan tunda-tunda! Lawan rasa malas demi derajat mulia di sisi  Allah SWT. Ingatlah Rasulullah SAW bersabda:  “Ambillah lima hal sebelum datang lima hal  lainnya; ‘sehatmu sebelum sakitmu, mudamu  sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu,  waktu luangmu sebelum sempitmu, dan hidupmu  sebelum matimu….’”.

Di muat di majalah drise edisi 20