Majalahdrise.com – April telah tiba, april telah tiba, hatiku gembira.. J. Eiiiitss….. di Bulan April ada suatu kebiasaan jahiliahharus kita waspadai !!!!! Apa itu…???.pada tanggal 1 April ada sebuah perayaan yang dimana orang-orang diperbolehkan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain tanpa dianggap bersalah , misalnya, kepada orang tua, teman, dan kepada siapapun. Agar tau lebih lanjut mari kita bahas bersama! Chek it dot!

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Fools Day atau April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan. Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret).

Ada beberapa contoh lelucon April Mop dan efek sampingnya, Di Jerman, kantor jaringan telepon setempat pernah dibuat pusing, karena diberitakan bahwa teroris telah mampu memasukkan bom peledak secara digital. Virus Bom Peledak itu masuk ke dalam pesawat telpon, setelah anda menelpon keluar kota. Berdasarkan ultimatum dari sang teroris, pada pkl 18.00 sore waktu setempat bom akan meledak. Cara satu-satunya untuk memusnahkan atau melumpuhkan ledakan bom tersebut ialah dengan memasukkan telepon ke dalam ember penuh dengan air. Akibatnya ribuan telepon setempat jadi rusak, karena terendam air dalam ember.

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April. Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop”, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.

Sudah pada tau enggak sih? Sejarah April Fools Day atau yang biasa disebut April Mop? Nah, kalau belum tau nih ada sedikit informasi tentang sejarah April Mop. Cekidot!

Sejarah 5 abad silam about April’s Fool Day, ditaklukkannya spanyol oleh panglima thariq bin ziyad. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.  Penduduk spanyol yang beragama nasrani berbondong-bondong masuk Agama Islam. Kelicikan Orang-orang kafir di sekitar Spanyol, menghasut kaum muslimin. Tentara Salib berhasil menguasai Spanyol,Penduduk Muslim Spanyol, tentara kaum muslimin, orang tua, wanita, bahkan anak-anak dibunuh. So, april fools day atau april mop adalah sebuah perayaan dimana hari kemenangan atas pembantaian umat muslimin di spanyol.Haram hukumnya merayakan “APRIL FOOLS DAY” Why?? Because kalau kita masih saja meryakan April Mop, sama saja kita merayakan pembantaian saudara-saudari kita di Spanyol

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya barat ini sesuai dengan hukum syara’ atau tidak. Nah, dapat kita simpulkan sekarang, generasi muslim menjadi pembebek budaya barat. Umat terbaik tidak layak membebek, namun memimpin dunia dengan agamanya. Layaknya Rasulullah dan khulafaurrasyidin yang menghapuskan kebudayaan jahiliyah dan menghidupkan kebudayaan islam.[]

Oleh : Najwa*

*Penulis adalah siswa SMA Bina Insan Mandiri kelas 10

di muat di majalah remaja islam drise edisi 46