“Dua anak lebih baik” jreng jreng….!

Makin hari makin ‘soft’ aja iklan kontrol populasi yang ada di tipi-tipi. Iklan  dengan berbagai macam icon yang intinya ngedorong supaya ga punya  Manak banyak. Kagak salah, kampanya Keluarga Berencana (KB) makin  beragam bentuknya. Emang sih, ngga langsung ‘nge-wajib-in’ punya anak sedikit.  Namun diramu dengan istilah ‘pembatasan kelahiran’, ‘memperlama usia  pernikahan’, ‘nikmatnya punya anak dikit’ sampai penggunaan alat kontrasepsi yang  murah bin efisien.  

Padahal, beberapa efek penggunaannya bisa dirasakan oleh pemakainya.  Umumnya mereka mengeluhkan siklus haid yang mulai berubah, kurangnya nafsu  seks, kepala pusing dan akibat lainnya seperti timbulnya panyakit gatal-gatal di sela-sela kulit dan kaki. Penyakit-penyakit seperti ini sering dikeluhkan para ibu usia  subur. Sayangnya penjelasan para penyeluh KB cuman bilang hal tersebut telah  biasa. Carl Djerassi salah satu dari tiga orang peneliti yang memformulasikan  progestagen sintetis norethisterone, sehingga ditemukanlah pil KB untuk pertama  kalinya bahkan menyesalkan akan temuannya tersebut.

Menurut Catholic News  Agency, ia menyatakan bahwa penyusutan penduduk di benua Eropa adalah  skenario yang mengerikan dan bencana yang merupakan dampak penemuan pil KB.  (zafaran/muslimahzone.com). Huuf…. Ternyata tak seindah janjinya ya. Padahal Rasulullah  memerintahkan kita untuk tidak takut punya anak. Bahkan Rasulullah berdoa untuk  sahabatnya agar dikaruniai banyak anak.

Dan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu  dia berkata: Ibuku (Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha) pernah berkata: (Wahai  Rasulullah), berdoalah kepada Allah untuk (kebaikan) pelayan kecilmu ini (Anas bin  Malik radhiyallahu ‘anhu). Anas berkata: Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam pun berdoa (meminta kepada Allah) segala kebaikan untukku, dan doa  kebaikan untukku yang terakhir beliau ucapkan: “Ya Allah,  perbanyaklah harta dan keturunannya, serta berkahilah apa  yang Engkau berikan kepadanya.” Driser, anak itu termasuk ‘wahana investasi’ loh.  Nah loh, kok bisa? Biasanya kan investasinya berupa uang  atawa harta laen?

Resapi dengan basmalah hadist berikut  ini: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika seorang  manusia mati, maka terputuslah (pahala) amal  (kebaikan)nya kecuali dari tiga perkara: sedekah yang  terus mengalir (pahalanya dengan diwakafkan), atau ilmu  yang diambil manfaatnya (terus diamalkan), atau anak  shaleh yang terus mendoakan kebaikan baginya.”. Coba  bayangin kalau kita punya enam orang anam???? Berarti  ada enam kali kesempatan kita untuk masuk sorga.  Subhanallah!  So, kayanya kita emang harus ikut Ka-Be deh….  Loh??? Loh?? Loh ??? iya, Ka-Be. Keluarga Besar,  Keluarga Bahagia, Keluarga Berpahala. Hehe [Alga Biru]

ALKISAH ANAK WEDOK  

rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang  memiliki anak tiga anak perempuan,  Rlalu ia sabar atasnya, ia memberi  makan mereka, memberi minum mereka dan  memberi pakaian mereka dari  kemampuannya, maka mereka (anak-anak  perempuan) itu kelak menjadi pelindung  baginya dari api neraka pada hari kiamat. Bayangkan! Punya anak perempuan  emang ‘lebih X-tra’ penjagaannya. Mulai dari  mendidik, menjaga aurat, pandangan dan  akhlak. Anak-anak perempuan kelak akan  menjadi ibu dan pencetak generasi penerus.  

Mengandung, menyusui dan merawat anak  yang otomatis ‘lebih dekat’ dengan anak-anak.  Posisi strategis ini tidak dimiliki oleh anak laki-laki. Kalau salah didik? Maka celakalah dunia. Rasa (marah) karena mendapat anak  perempuan adalah merupakan akhlak jahiliyah  yang Allah Ta’ala mencela pelakunya: 

“Dan  apabila seseorang dari mereka diberi kabar  dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah  (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat  marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang  banyak, disebabkan buruknya berita yang  disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan  memeliharanya dengan menanggung  kehinaan ataukah akan menguburkannya ke  dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah,  alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan  itu.” (An-Nahl: 58 – 59)

Driser, berbanggalah kita ketika  menjadi muslimah yang taat dan berproses  untuk taat. Karena dengan itu artinya kita  menyelamatkan dunia dan orang tua dari  jilatan api neraka. [Alga Biru] *)Wedok (bahasa jawa) artinya perempuan