Majalahdrise.com – Driser, Fenomena hijab saat ini memang bak jamur dimusim hujan. Komunitas hijabers bermunculan dimana-mana. Hijabers ada juga yang kerap menyebutnya dengan jilbabers atau kerudungers. Jika mau bertanya ke paman Google, mungkin akan dengan mudah kita mendapatkan informasi ketika menulis keyword”hijab”. Jika dulu hijab hanya dipakai oleh anak pesantren, kini di setiap lapisan masyarakat dengan jenjang pendidikan berbeda, karier yang berbeda, kesemuanya menyemut pada satu komunitas”hijabers”.

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Fashion adalah kata kuncinya. Hijab jadi fashion. Bisnis busana muslimpun menjadi lahan baru bagi industri fashion. Indonesia sendiri ditunjuk sebagai role model negeri Muslim yang mengusung mode dengan tema Islami. Saking seriusnnya nih, Perancis yang dikenal sebagai kiblat fashion dunia, beberapa waktu yang lalu merasa perlu membuat satu pegelaran fashion muslim dengan mengundang perancang ternama dunia untuk turut terlibat. Di Indonesia sendiri tahun lalu di adakan pameran Hijab fest di kota Bandung. Temanyapun berbeda dengan tema sebelumnya.

Tahun lalu Indonesia mengangkat tema Hijab bridal. Dan seperti acara-acara fashion pada umumnya, acara tersebut menampilkan sekitar 100 brand berbagai produk fashion hijab yang mengisi 86 stan pameran hijab Fest Indonesia. Brand-brand hijab ternama tanah air ada dalam pameran tersebut. Dan untuk melengkapi dunia fashion Muslim ini, program pemilihan semisal putri muslimahpun akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk menjaga agar brand hijab yang ada itu tetap everlasting. Dalam skala internasional, miss world Muslimah pun gak mau ketinggalan. Seolah ingin menyaingi acara miss world. Bedanya ada embel-embel muslimah.

Hijab itu wajib!

Perkembangan fashion semakin hari semakin berkembang pesat dengan beragam jenis dan model, tak terkecuali hijab. Dengan mudah akan kita jumpai berbagai macam model hijab. Kerudung aja macem-macem. Dari yang panjangnya selutut, sedada, bahkan cuma sampai leher dengan berbagai macam warna, motif, dan model yang bervariasi. Dari hijab trendy, sampai hijab syar’i. Driser, fenomena hijab ini tentu patut kita apresiasi. Namun kudu difahami juga nih bahwa hijab itu bukan fashion. Maka jadi aneh kalau buku masalah hijab, ditempatkan di rak fashion. Hijab itu hukum syara, Dear. So, memakainya pun gak boleh atas landasan fashion, tapi didasarkan bahwa itu adalah perintah Allah. Tanpa ada pemilihan putri Muslimahpun, hijab emang kudu. Tanpa ada pameran hijabpun, hijab emang wajib. Lantas, gimana hijab syar’I itu?

Syar’I itu simpel

Syar’i-nya Pakaian Muslimah di dalam Islam itu sebenarnya gak pakai ribet. Maka kudu kalian perhatikan juga nih gimana hijab yang syar’I itu. Kita ingetin lagi ya. Penutup aurat (hijab) perempuan itu terdiri dari :

pertama, jilbab. Apa itu jilbab? Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung). Senada dengan itu, menurut Syekh Rawwas Qal’ah Jie, jilbab adalah suatu baju yang longgar yang dipakai wanita di atas baju-bajunya (baju kerja/rumah.

Kedua, Kerudung, dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab” lho yaa. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS An Nuur [24] : 31). Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227).

Ketiga, untuk menyempurnakan hijab syar’i-mu, kamu kudu memperhatikan beberapa hal yang bisa jadi luput dari perhatian. Inget ya, jilbab adalah pakaian yang dipakai di atas pakaian keseharian kita. Jadi, ketika keluar rumah nih, jilbab yang kita pakai berfungsi menutupi pakaian keseharian kita. Udah gitu, demi keamanan, kamu kudu juga nih nambahin aksesoris lain agar lebih terlindungi, Misalnya, ujung lengan jilbab kamu yang bisa aja melorot dan menampakkan aurat yang lebih dari pergelangan tangan. Siasati dengan lengan jilbab yang lebih aman, atau pakai asesoris tambahan seperti manset. Selain itu, kaos kaki adalah pelengkap hijab syar’i-mu. Kaki adalah aurat, jangan sepelekan. Lengkapi dengan kaos kaki ya. Kerudungan juga kudu rapih, jangan sampai jambulnya masih nongol. Hati-hati.

Ke-empat, perhatikan aspek tabarruj. Tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan berhias sehingga mengalihkan perhatian khalayak. Misal pakai kerudung, tapi wajah penuh polesan, memakai wewangian, sampai asesoris yang serba mencolok. Kudu hati-hati, jangan sampai jatuhnya ke tabarruj.

Kelima, perhatikan syarat dari kain yang kita pakai untuk menutup aurat. Jilbab dan kerudung kudu tebal dan gak transparan. Gak boleh menampakkan warna kulit. Selain itu, kudu longgar, gak ketat. Gak boleh menampakkan lekukan tubuh. Nah, gimana simple banget kan? Gak pake ribet. Syar’I itu simple. Buat Yang belum berhijab, yuks bersegera. Jangan tunggu nanti, karena mati gak menunggu nanti. [Juanmartin]