Majalahdrise.com – Gempuran  media sekuler yang  mengepung remaja  nggak ada abisnya.  Sepeti halnya J-Pop Culture yang bisa bikin  keislaman kita luntur. Kalo nggak ditangkal  bahayanya, banyak waktu hidup remaja  terbuang percuma. Habis oleh pesona  manga, anime, harajuku, cosplay, hingga  dorama.   Baca komik diperbolehkan dalam  Islam.

Sama seperti baca koran, majalah,  atau novel. Tapi, kita juga mesti nyadar kalo  komik itu nggak sekedar hiburan. Selalu ada  pesan yang pengen disampaikan  pembuatnya buat yang baca. Seperti yang  bisa kita tangkep dari komik Jepang. Jalan  cerita manga yang kental dengan kebiasaan-kebiasaan yang hedonis, serba bebas, serta  gaya hidup bermental instant nggak bisa  dipisahin dari latar belakang masyarakat  Jepang yang sekuler.

Begitu juga dengan  cerita-cerita fiktif khayali en mistik yang bisa  berpeluang menjebak akidah generasi  Muslim. Tanpa disadari, sebenernya komik  Jepang udah jadi bagian dari media  penjajahan pemikiran dan budaya. Nah lho? Begitu juga dengan cara berbusana  yang ngikutin tren fashion. Its oke aja  memadukan warna dan motif. Tabrak sana-sini ala harajuku style. Cuman yang mesti  diingat, busana bagi seorang muslim tak  sekedar nutup aurat.

Tapi menjaganya agar  tetap mulia dunia akhirat. Jadi nggak asal  comot bahan terus pake sekenanya. Islam  udah ngatur cara berpakaian umatnya  dengan rinci dan tanpa kompromi.  Hati-hati dengan pesona budaya  popular Jepang. Bisa berpeluang besar  menimbulkan aktivitas yang sia-sia yang  minim manfaat, malah bikin kita malas dan  nggak produktif. Padahal, Islam ngajarin kita  untuk menjauhi kegiatan gak bermutu. Rasul saw bersabda: “Sesungguhnya setengah dari  kebaikan Islam seseorang adalah  meninggalkan halyang tidak memberikan  manfaat kepadanya” (HR. Malik, Ahmad,  dan Thabrani)

Eits, jangan salah paham ya. Bukan  berarti Islam melarang kita untuk  menikmati seni dan hiburan. Boleh aja,  dengan catatan jangan sampe terlena atau  bikin keimanan kita kendor. Udah saatnya  kita lebih cerdas dalam memilih media.  Utamakan konsumsi media yang bisa bikin  hidup kamu produktif, keimanan tambah  kuat, dan punya bekal dunia akhirat.  Seperti majalah drise yang kamu baca ini.  *numpang promo ^_^ Nah driser, saatnya bagi kita untuk  lebih  selektif memilih bacaan dan  tontonan. Jangan cuman mentingin sisi  hiburan aja. Inget, kalo bacaan dan  tontonan itu jadi sumber informasi yang  ikut membentuk cara kita berpikir dan  berbuat. Kalo media yang kita lahap banyak  ngasih ilmu en kebaikan, tentu saja mental  dan kebiasaan kita akan lebih terjaga.

Makanya, tumbuhkan kecintaan kita juga  pada bacaan Islam yang manfaatnya jauh  lebih banyak dibanding komik Jepang.  Kalo kita ngefans dengan Kapten  Tsubasa, Kenshin Himura, atau Conan  Edogawa, kasih perasaan yang sama juga  untuk mengenal kehidupan para Shahabat  yang nyata dan lebih layak dijadikan  panutan. Jangan lupa, bentengi akidah kita  dengan mengenal Islam lebih dalam. Biar  punya filter untuk menyaring informasi  sesat yang dijajakan lewat media seperti  manga. #YukNgaji! [@Hafidz 341]

di muat di Majalah remaja islam drise edisi 50