BIASAKAN TABAYYUN | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> BIASAKAN TABAYYUN
BIASAKAN TABAYYUN

BIASAKAN TABAYYUN




Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Sy hampir kehilangan teman dekat akibat

berita yang menjadikan kami saling

menuduh (berprasangka buruk). Bagaimana

caranya agar hal serupa tidak terjadi lagi?

(Nasya, Jkrt)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nasya yang baik, Buruk sangka dikenal dengan istilah “su’udhan” dan sebaliknya, baik sangka ialah “husnudhan”. Keduanya merupakan prasangka terhadap sesuatu atau seseorang. Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berbaik sangka kepada orang beriman, dan menjauhi berburuk sangka. “Wahai orangorang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa” (QS. Al Hujurat: 12).

Dik Nasya yang baik, Seringkali kita menerima informasi tanpa mengecek kebenarannya, kemudian tanpa merasa berdosa kita menyebarkan lagi informasi itu kepada orang lain, puluhan, bahkan ratusan orang via sosmed. Jika informasi itu benar, selamatlah kita. Namun jika informasi itu salah? Celakalah kita karena menyebarkan dusta. Informasi tersebut terkadang berkaitan dengan ibadah, yang menyebutkan sebuah hadis tertentu.

Kita inginnya sih dapat pahala karena menyebarkan kebaikan. Namun, karena kita yang tidak mau mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, ternyata kita telah menyebarkan hadits dhaif. Kalau sudah begitu maka itu sama saja kita telah berdusta atas nama Rasulullah saw, dan tempatnya pendusta atas nama beliau adalah neraka. Na’udzubillaah…Ada juga yang berkenaan dengan berita tentang seseorang. Jika berita itu benar, maka itu ghibah, dan jika itu salah kita telah membuat fitnah.

Informasi yang tidak benar bisa menyebabkan keburukan bagi orang lain, termasuk bisa menghancurkan pertemanan. Biasakan Tabayyun Dik Nasya yang baik, Jika kita menerima berita, maka kita harus mengeceknya terlebih dahulu. Allah SWT telah mengingatkan kita agar melakukan klarifikasi “tabayyun” alias cek dan ricek terlebih dahulu akan kebenaran suatu informasi. Agar jangan sampai informasi yang kita sebarkan mengakibatkan musibah bagi orang lain.

Tabayyun untuk meminta penjelasan dilakukan setiap ada berita atau informasi yang kita tidak jelas atau kurang paham maksudnya atau simpang siur. Termasuk kalau kita mendengar ada tuduhan yang menimpa saudara kita. Harus kita jelaskan dulu duduk perkaranya bagaimana dengan cara-cara yang baik tentunya. Guna mendapatkan penjelasan yang benar kita harus menanyakan kepada yang bersangkutan, jangan sampai salah orang karena bisa-bisa bukannya masalahnya selesai, akan tetapi bertambah pelik masalah.

Dik Nasya yang baik, Kerukunan akan dipengaruhi dari adanya kejelasan informasi. Maka jika ada informasi yang tidak jelas harus segera diluruskan. Jika tidak segera diluruskan bisa menyebabkan permusuhan atau bahkan perpecahan karena dipicu kesalahpahaman dari informasi yang tidak benar. Jadi, untuk menjaga agar terwujud suasana persaudaraan, kita harus membiasakan bertabayyun. Tabbayun sebagai wujud pengendalian diri, apakah kita termasuk orang yang sabar saat mendengar informasi yang kurang jelas atau menuruti nafsu kita mempercayai begitu saja.

Mulai sekarang jangan mudah percaya pada informasi. Biasakan tabayyun jika mendapat informasi. Cari tahu akan kebenarannya, jangan sampai kita berdosa dan kehilangan sahabat hanya karena enggan melakukan tabayyun.[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ten + 13 =