Majalahdrise.com – “Kata siapa wanita itu lemah. Mereka laksana samudera dengan sejuta pesona terpendam. Serupa angin yang menyimpan kekuatan tak tampak mata. Buku ini adalah mozaik-mozaik cerita.”, begitu pendapat Adi Wijaya, sang penulis buku Dari Perang Badar Kita Belajar. Tak kalah gresss, pemimpin redaksi majalah tercinta kita Drise, yaitu Kang Guslaeni Hafidz turut memberikan testimoni tentang pesona buku yang akan kita rekomendit edisi kali ini.

Menurut Kang Hafidz, “Kumpulan tulisan buku ini menginspirasi muslimah agar menyadari perannya yang mulia”. Nah, makin penasaran kan dengan buku yang judulnya menggugah ini. Seperti yang juga disampaikan Kang Hafidz, buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah menarik dari para kontributornya. Para kontributor, tentu saja para muslimah yang memiliki pengalaman atau menangkap pendalaman makna dari keseharian yang sarat dengan petikan hikmah tak terkira. Simak tulisan Nidya Lassari tentang kehidupan TKW yang mesti berjibaku agar istiqomah di jalan dakwah. Atau karya Melati Chamariah tentang wanita berpendidikan tinggi yang lebih memilih menjadi ibu rumah tangga dibanding wanita karir sebagai profesinya.

Menilik dari daftar isi, ada sejumlah judul-judul menggelitik hati untuk terus membaca. Mulai dari “Perempuan Pembuka Pintu Langit” karya Arini Aprilia, “Sekokoh Tekad Nenek Kerupuk” karya Ade Pratiwi sampai yang bikin kepo “Aku dan Gadis Itu” karya Eva Arlini. Sebagai tulisan penutup atau bisa jadi puncak kisah terpisah di buku ini ialah tulisan berjudul “Menapaki Jalan Sang Bidadari” karya Rindyanti Septiana. Mungkin kita perlu merenungi sabda Nabi Saw berikut ini : Akan datang suatu kaum pada hari kiamat kelak. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari.

Abu Bakar berkata : “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda :”Bukan, dan khusus untuk kalian ada kebaikan yang banyak. Mereka adalah orang-orang faqir dan orang-orang yang berhijrah yang berkumpul dari seluruh pelosok bumi. Kemudian beliau bersabda, “Kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing, “Ditanyakan kepada beliau :”Siapakah orangorang yang terasing itu?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih di antara kebanyakan manusa yang buruk. Dimana orang yang menentang mereka lebih banyak daripada yan menaatinya”

 Jadi, buku ini ingin mengajak pembacanya melukis dunia dengan kebaikan dan amal salih. Bidadari yang lebih indah dari bidadari surga ialah manusia yang selama di dunia mampu bertahan dalam keterasingan karena kebaikan di tangan dan langkahnya. Memang tak mudah, tapi pasti bisa. Tidak ada tantangan yang tak menemukan jalan keluar. Buktinya, buku ini menguak kisah jalan hijrah orang yang dirindui syurga, insyaallah. [Alga Biru]

PROFIL BUKU

bidadari pelukis dunia - majalah drise1

Judul : Bidadari Pelukis Dunia

Penulis : Rindyanti, dkk

Penerbit : Soega Publishing

Harga : Rp.36.000

Di muat di majalah drise edisi 52