Tahun Baru tibaaa…. Beuhhh,  ngaruh? Ya ngaruh lah.  Mungkin kita udah paham  T untuk ngga latah ngucapin ‘selamat  tahun baru dan natal’, tapi bukan  berarti kita bebas dari perangkap  tahunan. Namanya juga tahun baru  ala jahiliyah. Ada aja hal-hal yang  aneh untuk menggerogoti aqidah  kita. Mulai dari paranormal untuk  membaca hoki di tahun depan,  sampai tren mode yang akan  datang. Hasilnya?

 Bikin kita gerah  kalau ngeliatnya tapi penasaran kalau ngga diliatin. Hehe.  Bimbang kan? ^_^ Big Sale & Miss Sophaholic Salah satu kebiasaan menyambut awal tahun : Diskon  gede-gedean, yang artinya ngajak kita ngeluarin duit besar-besaran. Kadang-kadang justru barang itu belum terlalu penting.  Sebenarnya pengen nahan diri untuk ngga ngebeli, tapi karena  iklannya jor-joran, ujung-ujungnya…. Bablas juga.

DRISEr,…. Yuk kita bedakan antara butuh (need) dengan  keinginan (want). Sesuatu yang kita inginkan belum tentu itu jadi  kebutuhan. Contoh : Kita seorang mahasiswa dengan tingkat  mobilitas yang ngga terlalu sibuk, rasanya belum  terlalu butuh punya iPad, iPhone, BlackBerry  secara bersamaan. Miliki aja salah satu, cukup  kan?  Lain cerita kalau benda tersebut  termasuk ‘need’ alias kebutuhan. Misal : beli  buku pelajaran atau buku-buku agama.

Nah, ini  sifatnya wajib ‘ain alias memang harus punya.  Artinya, kalau kita ngga punya, resikonya kita  bisa ketinggalan pelajaran bahkan jadi orang  o’on. Malu ah! Miss sophaholic alias ratu belanja,  kebanyakan belanja itu mengandung banyak  bahaya langsung maupun tidak langsung.  Catet nih! Bahaya langsung : Duit habis,  kaki pegal, dan ingeet…. perilaku boros itu  ganjarannya dosa! Berfirman Allah ta’ala  dalam surat Al-Isra ayat 26-27:

 “Dan  berikanlah haknya kepada kerabat  dekat, juga kepada orang miskin dan  orang yang dalam perjalanan; dan  janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.  Sesungguhnya orang-orang yang  pemboros itu adalah saudara setan  dan setan itu sangat ingkar kepada  Tuhannya.”

 Bahaya tidak langsung : Kita  terseret dalam arus gaya hidup yang tidak  islami. Woi.. orang islam adalah orang yang  menyadari bahwa setiap sikap  mengandung nilai. Makin bijaksana  menggunakan uang (misalnya), makin  tinggi nilainya di hadapan Allah Swt. Sikap  ‘semau gue’ adalah budaya orang kafir yang  tidak berpikir panjang. Mereka baru jera jika  sudah tertimpa musibahnya. Dari pada uang kita  hambur-hamburin di lantai belanja, mending  disedekahin. Mantep! [Alga Biru]

the power of sedekah  

Berikut ini kekuatan sedekah yang berhasil Alga  rangkum, simak ya!

  1. Allah Swt telah memerintahkan kita menyisihkan harta. Kenapa Allah memerintahkan? Banyak faktor, yang pasti seluruhnya demi kemaslahatan manusia  di duia dan akhirat.”Allah memusnahkan  riba dan menyuburkan sedekah. Dan  Allah tidak menyukai setiap orang yang  tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat  dosa.”(TQS. Al-Baqarah: 276)
  2. Terkait pemberian sedekah, Allah berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik  sekali. Dan jika kamu  menyembunyikannya[173] dan kamu berikan  kepada orang-orang fakir, maka  menyembunyikan itu lebih baik bagimu.  Dan Allah akan menghapuskan dari  kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui  apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Baqarah: 172-173).Yang pertama,  tujuannya supaya menjadi teladan  bagi yang lain. Jika sedekah ingin  disembunyikan jika boleh, jika kuatir  menjadi riya. Dua-duanya, mantep!  Yang ngga mantep itu, yang kaga  sedekah, cuma komentar doang. Ups!  Ayooo galakkan sedekah!
  3. Sedikit motivasi tambahan nih : “Sedekah merupakan salah satu kunci untuk mengundang  datangnya rezeki. Logika  matematika 1 – 1 = 0, tapi tidak  demikian dengan logika sedekah.  Tidak akan berkurang harta yang  disedekahkan, bahkan justru akan  bertambah dan bertambah.” (Ust. Yusuf  Mansur)

*Semoga tulisan Alga kali ini, jadi umpan buat kita  semua dalam berbuat kebaikan! Aamiin* [Alga  Biru]