big sale[DRise-#029] Tahun Baru tibaaa…. Beuhhh, ngaruh? Ya ngaruh lah. Mungkin kita udah paham untuk ngga latah ngucapin ‘selamat tahun baru dan natal’, tapi bukan berarti kita bebas dari perangkap tahunan. Namanya juga tahun baru ala jahiliyah. Ada aja hal-hal yang aneh untuk menggerogoti aqidah kita. Mulai dari paranormal untuk membaca hoki di tahun depan, sampai tren mode yang akan datang. Hasilnya? Bikin kita gerah kalau ngeliatnya tapi penasaran kalau ngga diliatin. Hehe. Bimbang kan? ^_^

Big Sale & Miss Sophaholic

Salah satu kebiasaan menyambut awal tahun : Diskon gede-gedean alias big sale, yang artinya ngajak kita ngeluarin duit besar-besaran. Kadang-kadang justru barang itu belum terlalu penting. Sebenarnya pengen nahan diri untuk ngga ngebeli, tapi karena iklannya jor-joran, ujung-ujungnya…. Bablas juga.

DRISEr,…. Yuk kita bedakan antara butuh (need) dengan keinginan (want). Sesuatu yang kita inginkan belum tentu itu jadi kebutuhan. Contoh : Kita seorang mahasiswa dengan tingkat mobilitas yang ngga terlalu sibuk, rasanya belum terlalu butuh punya iPad, iPhone, BlackBerry secara bersamaan. Miliki aja salah satu, cukup kan?

Lain cerita kalau benda tersebut termasuk ‘need’ alias kebutuhan. Misal : beli buku pelajaran atau buku-buku agama. Nah, ini sifatnya wajib ‘ain alias memang harus punya. Artinya, kalau kita ngga punya, resikonya kita bisa ketinggalan pelajaran bahkan jadi orang o’on. Malu ah!

Miss sophaholic alias ratu belanja, kebanyakan belanja itu mengandung banyak bahaya langsung maupun tidak langsung. Catet nih! Bahaya langsung : Duit habis, kaki pegal, dan ingeet…. perilaku boros itu ganjarannya dosa! Berfirman Allah ta’ala dalam surat Al-Isra ayat 26-27: “Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Bahaya tidak langsung : Kita terseret dalam arus gaya hidup yang tidak islami. Woi.. orang islam adalah orang yang menyadari bahwa setiap sikap mengandung nilai. Makin bijaksana menggunakan uang (misalnya), makin tinggi nilainya di hadapan Allah Swt. Sikap ‘semau gue’ adalah budaya orang kafir yang tidak berpikir panjang. Mereka baru jera jika sudah tertimpa musibahnya. Dari pada uang kita hambur-hamburin di lantai belanja, mending disedekahin. Mantep! [Alga Biru]

BOX

The Power of Sedekah

Berikut ini kekuatan sedekah yang berhasil Alga rangkum, simak ya!

    [checklist]

    • Allah Swt telah memerintahkan kita menyisihkan harta. Kenapa Allah memerintahkan? Banyak faktor, yang pasti seluruhnya demi kemaslahatan manusia di duia dan akhirat.”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”(TQS. Al-Baqarah: 276)
    • Terkait pemberian sedekah, Allah berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya[173] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Baqarah: 172-173).Yang pertama, tujuannya supaya menjadi teladan bagi yang lain. Jika sedekah ingin disembunyikan jika boleh, jika kuatir menjadi riya. Dua-duanya, mantep! Yang ngga mantep itu, yang kaga sedekah, cuma komentar doang. Ups! Ayooo galakkan sedekah!
    • Sedikit motivasi tambahan nih : “Sedekah merupakan salah satu kunci untuk mengundang datangnya rezeki. Logika matematika 1 – 1 = 0, tapi tidak demikian dengan logika sedekah. Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan justru akan bertambah dan bertambah.” (Ust. Yusuf Mansur)

    [/checklist]

*Semoga tulisan Alga kali ini, jadi umpan buat kita semua dalam berbuat kebaikan! Aamiin* [Alga Biru]