Bolehkah Memasuki Tempat Ibadah Agama Lain? | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> Bolehkah Memasuki Tempat Ibadah Agama Lain?

Bolehkah Memasuki Tempat Ibadah Agama Lain?




drise-online.com – Assalamu alaikum ustadz, saya mau tanya, bolehkah seorang muslim masuk ke tempat ibadah agama lain seperti greja, pura dan klenteng? Dan bagaimana hukumnya kita mengunjungi candi dengan hanya niat bertamasya? (driser di bumi Allah)

Wa’alaikumussalam. Wrwb.

Akhi fillah, para ulama’ berikhtilaf dalam hal hukum memasuki tempat ibadah agama lain, ada yang membolehkan dengan syarat-syarat tertentu, ada yang memakruhkan ada pula yang megharamkan. Ulama’  Malikiyah dan Hanabilah dan sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa seorang muslim diperbolehkan memasuki gereja atau tempat ibadah agama lain. Ulama’ Hanafiyah menyatakan bahwa makruh hukumnya seorang muslim memasuki greja atau tempat ibadah agama lain karena disana merupakan tempat berkumpulnya syetan bukan karena seorang muslim tidak punya hak untuk memasukinya. Ada juga ulama yang mengharamkan dengan mengambil pernyataan Umar bin al-Khaththab, yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan isnad shahih, bahwa beliau berkata:

“ Janganlah kalian masuk kepada orang-orang musyrik di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan telah turun kepada mereka.”

Berdasar pada pendapat-pendapat di atas maka bisa disimpulkan mengenai hukum memasuki tempat ibadah agama lain sebagai berikut:

  • Mubah, apabila ada kepentingan seperti untuk tujuan ilmu pengetahuan atau penelitian.
  • Makruh, apabila sekedar ingin melihat meskipun tidak ada unsur ta’dzim (pengaguman dan pengagungan).
  • Haram, apabila mendatanginya sebagai kebanggaan, apalagi terdapat unsur pengaguman dan pengagungan, karena disana terdapat lambang-lambang kekufuran dan kemusyrikan.
  • Haram, apabila ada unsur tasyabbuh seperti masuk ke dalamnya dengan memakai pakaian khas yang sudah disediakan sebagai syarat memasukinya atau melakukan gerakan-gerakan khusus yang menjadi ciri khas agama lain.

Begitu pula mendatangi candi-candi, meskipun tidak ada niat kecuali hanya bertamasya maka hukumya makruh, karena memang tidak pantas bagi seorang muslim mendatangi tempat-tempat yang menjadi lambang kekufuran dan kemusyrikan seperti banyaknya patung (berhala) dan gambar-gambar yang menjadi hadharah mereka.

Dengan demikian setiap muslim harus pandai memilih tempat rekreasi yang aman buat akidah dan syariat mereka. Jangan sampai rekreasi yang hukum asalnya mubah berubah menjadi sesuatu yang mengundang murka Allah. Wallahu a’lam[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × one =