Asslamu alaikum wr. wb.

Ust, ada seseorang menabung

berupa emas (agar nilai tukarnya

tetap/naik), lalu berniat menjualnya

jika membutuhkan. itu bagaimana

hukumnya? apakah termasuk

menimbun yg jelas dilarang dalam

islam? mhn bimbingannya. syukron.

Farid, Surabaya.

Wa’alaikumussalam, wrwb.  Akhi fillah, di dalam kajian fikih  islam dikenal istilah ihtikar , idkhar dan  kanzul mal. Ihtikar adalah menimbun  barang yang merupakan kebutuhan  masyarakat yang apabila barang  tersebut tidak terdistribusikan maka  menimbulkan mudharat dan kesulitan bagi  masyarakat, seperti makanan atau barang  kebutuhan pokok (beras, minyak sayur, gas dll.)  

Ihtikar dilakukan agar penimbun bisa  menjualnya dengan harga tinggi. Ihtikar  hukumnya haram.  Ada juga yang disebut dengan idkhar. Idkhar  (menabung) adalah menyimpan (saving) uang  karena adanya kebutuhan. Contoh menabung  untuk membeli rumah, biaya pendidikan, untuk  menikah, untuk ibadah haji dll. Idkhar  hukumnya mubah.  

Yang terakhir adalah kanzul mal yaitu  menimbun harta (uang, emas dan perak) tanpa  ada tujuan tertentu (hanya menumpuk-numpuk  harta). Ini adalah aktivitas yang diharamkan  oleh Allah. Berdasarkan firman Allah, “Orang-orang yang menimbun emas dan perak, dan  tidak menafkahkannya di jalan Allah beritahulah  mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa  yang pedih.” (QS. Attaubah: 34)

Terkait dengan menabung emas dilihat dulu  tujuannya, jika tujuannya hanya untuk investasi  atau hanya untuk menjaga nilai agar tidak  terkena inflasi maka ini bisa masuk kategori  kanzul mal, dan aktivitas ini termasuk yang  diharamkan Allah berdasarkan firman Allah di  atas.

Tetapi apabila seseorang menabung emas  dengan tujuan menjualnya nanti untuk kebutuhan tertentu seperti; membeli  rumah, biaya sekolah, membeli mobil,  biaya haji dll. Maka aktivitas menabung  seperti diperbolehkan sebab:

  1. Emas tidak termasuk barang kebutuhan dharury (yang dibutuhkan masyarakat dalam  memenuhi kebutuhan hidup  mereka).
  2. Aktivitas menabung (idkhar) dibolehkan dalam islam, karena menabung tidak mempengaruhi  pasar dan tidak mempengaruhi  aktivitas okonomi secara makro. Wajib diketahui bahwa, aktivitas  penimbunan harta (kanzul mal) yang  diharamkan bukan hanya pada emas dan  perak saja tetapi juga dalam bentuk uang  (meskipun tidak dalam bentuk emas dan  perak).

Saya sarankan bagi yang ingin  berinvestasi agar menginvestasikan  uangnya pada sektor-sektor riil.  Maraknya tawaran investasi emas saat ini  menunjukkan banyaknya umat islam  yang tidak faham terhadap cara-cara  yang yang telah dibuka oleh islam dalam  upaya pengembangan harta (tanmiyatul  mal). Wallahu a’la. []