Masa remaja terutama peralihan masa pendidikan dari SD ke SMP atau SMP ke SMA membawa petualangan sendiri bagi remaja. Terutama dari sisi kemandirian. Saat jauh dari pengawasan orang tua, remaja seperti di atas angin. Ngerasa aman mau ngapain aja. Apalagi kalo ngeliat teman-temannya ngelakuin hal yang sama. Jadi makin pede untuk ikut-ikutan. Yang penting eksis, gaul, dan diterima teman sebaya. Urusan terpuji atau tercela, belakangan aja.

Giliran ketauan sekolah, orangtua dipanggil. Sama-sama disidang di ruang BP. Dinasihatin orangtua, nggak terima. Dibilangin guru, numpang lewat aja. Usut punya usut, ternyata itu sebuah kode. Secara tidak langsung, mereka pengen bilang kalo aku bukan anak mami lagi. Bukan anak bawang yang harus diawasi setiap hari. Buak anak kecil yang harus izin kalo mau ngapain. Punya privasi dan hak untuk ambil keputusan sendiri. Udah kaya tuntutan otonomi aja. Hehehe…

Gimana seharusnya remaja mensikapi tuntutan kemandirian yang bergejolak? Simak bahasannya di majalah Drise terbaru, Edisi Agustus 2016. Seru!13640730_1415316505148913_2154901557839292952_o

Selain tema utama, jangan lewatkan juga rubrik-rubrik lain yang tak kalah menariknya.

Ada kisah inspiratif muslim di London, kupas tuntas Pokemon Go, aplikasi yang bisa transfer antar bank gratis, dan dibalik film the 13th warrior yang ternyata…baca aja ya.. 😛

Oh ya, nggak ketinggalan lanjutan EPIK yang makin menegangkan, tips menulis yang praktis bagi pemula, obrolan dengan pentolan mahasiswa, hingga kiriman driser di rubrik monogatari dan share yang tak boleh

dilewatkan.

Segera kontak pengedar drise terdekat di kota mu. Sstt….kalo mau jadi pengedar drise, banyak plusnya lho…Info bisa kontak 085814771511 via WA. Selamat membaca!