Bunga Dakwah Pondasi Resolusi | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Bukamata >> Bunga Dakwah Pondasi Resolusi
Bunga Dakwah Pondasi Resolusi

Bunga Dakwah Pondasi Resolusi




Majalahdrise.com – Bunga dakwah? Kesannya, kemayu bin centil gitu ya denger istilah bunga dakwah. Soalnya udah umum julukan ‘bunga’ identik dengan kaum hawa yang mempesona bikin mata kaum adam tak berkedip menatapnya. Misal ada mahasiswi yang bening bin eye catching di kampus, para penghuni kampus pun menjulukinya bunga kampus. Kalo sempat liburan ke kampung dan ketemu gadis cantik rupawan, masyarakat menjulukinya bunga desa. Lah kalo bunga dakwah kan, berarti…..

Hati-hati ya. Bunga dakwah bukan berarti pesona aktivis muslimah yang bikin jakun para ikhwan naik turun kaya lift. Nggak boleh tuh menatap lawan jenis sampe gak berkedip plus hokcay alias molohok bari jeung ngacay. Kita diajarkan untuk gadhul bashar alias menundukkan pandangan. Bunga dakwah yang satu ini artinya… “Buku, Ngaji, dan Dakwah”. Tiga kegiatan yang wajib kita agendakan dalam keseharian.

Terutama buat remaja kaya kitakita. Biar hidup punya makna. Produktifitas kita juga berarti. Ingat pesan Imam Asy Syafii: “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).” Nasihat imam Syafií ini yang kita pegang untuk membangun pondasi bunga dakwah. a. Pondasi Pertama, Membaca

BUKU

Nyandu baca keliatannya emang nggak populer bin trendi. Padahal dengan membaca, kita bisa mendulang banyak informasi tentang segala hal. Menjelajahi berbagai tempat di belahan dunia, mengenal berbagai kecanggihan teknologi, meneladani biografi tokoh-tokoh dunia, termasuk berita sosial-politik dan perkembangan gaya hidup. Semuanya bisa dengan mudah dan cepat kita peroleh dengan baca koran, buku, atau majalah.

Dengan membaca, kita juga bisa belajar banyak hal. Mulai dari penyaluran hobi yang positif hingga berkenalan dengan ilmu lain yang nggak kita dapetin di sekolah. Seperti kisah motivasi, resep masakan, hingga berbagai keterampilan kerja. Asyiknya lagi, banyak buku yang sifatnya tutorial yang membimbing kita langkah demi langkah. Jadi nggak usah ngiri kalo ngeliat temen kamu yang pinter masak, piawai merajut kain, jago nyablon, atau terampil berbicara di depan publik. Semuanya bisa diraih hasil belajar sendiri alias otodidak akibat doyan melahap buku. Bukan perkara mudah untuk keluar dari masalah keseharian yang kita hadapi. Mulai dari kesehatan hingga kejiwaan. Tapi dengan membaca, kita bisa tahu profil setiap masalah.

Penyebabnya, akibatnya, sampe jalan keluar terbaiknya. Karena banyak buku, majalah, sampe buletin remaja kaya bukamata yang peduli dan empati dengan permasalahan remaja. Makanya nggak heran kalo mereka yang hobi baca lebih siap menghadapi dan berani menjalani proses biar bebas dari masalah. Dengan banyak baca, kita jadi banyak tahu. Dan kalo udah banyak tahu, banyak informasi bermanfaat yang bisa kita bagi ama temen. Itu berarti, kalo ada yang ngebully kita sebagai kutu buku yang kuper, mereka salah besar. Karena justru hobi baca buku bikin kita jadi tambah pede dalam bergaul karena nggak ketinggalan informasi. Semakin banyak juga kosa kata baru dan trendi yang bisa kita tabung. Bisa jadi, yang nyandu baca lebih gaul dari anak gaul. Malah jadi tempat bertanya dan konsultasi. Kan keren tuh! Jadi, rajin-rajinlah baca buku. Terutama bacaanya ngngasih kamu informasi bermanfaat. Bisa ngasih dorongan untuk makin dekat dengan Allah. Dan pastinya, juga makin mendekatkan kamu dengan resolusi yang hendak dicapai. Klop! b. Pondasi kedua, Rajin

NGAJI

 Setelah doyan baca buku, kuatkan pondasi kita dengan mengaji. Ngaji disini bukan sekedar baca quran biar bacaan tajwidnya dan tahsinya bener lho ya. Tapi juga kajian rutin untuk mengenal islam lebih dalam. Dengan belajar Islam, kita jadi tambah wawasan Islam, tahu kondisi umat Islam, dan makin mengenal kemuliaan aturan hidup Islam. Dengan mengaji, kita terbiasa untuk berdiskusi dan bertukar informasi. Kita jadi punya pegangan alias prinsip untuk berbuat yang benar sesuai teladan Rasul. Baca buku juga nggak asal lahap. Tapi bisa kita saring, mana ilmu yang menjadikan kita tambah taat dan mana informasi yang mengajak maksiat. Coba kalo nggak punya saringan, bisa-bisa semua info diterima.

Akibatnya, bisa terjerumus dalam gaya hidup STMJ alias Shalat Terus Maksiat Jalan. Ngeri! Kebaikan mengaji yang nggak kalah pentingnya adalah kita terbiasa mengaitkan perilaku di dunia dengan kehidupan akhirat kelak. Ini yang akan menjaga kemauan keras kita agar tetap dijalur yang benar. Karena setiap detik yang kita lalui, itu ada itungitungannya di hari perhitungan nanti. Dengan begitu, kita akan lebih waspada dengan godaan materi atau popularitas yang bisa menyeret kita masuk dalam kubangan dosa. Aktivitas mengaji bikin hati dan pikiran kita konek terus dengan Sang Pencipta. Setiap saat nyadar kalo Allah selalu mengawasi kita. Kita juga jadi lebih ngeh dengan kehadiran malaikat Raqib dan Atid yang selalu mencatat setiap perilaku. Kalo udah yakin Allah pasti melihat dan malaikat pasti mencatat, so pasti sungkan berbuat maksiat. Nggak sembarangan bertindak demi mencapai resolusi yang dibuat. c. Pondasi ketiga, aktif

DAKWAH

Aktivitas dakwah adalah harga mati bagi seorang muslim. Nggak bisa ditawartawar lagi. Kewajiban dakwah, sama seperti kewajiban shalat. Kalo lalai, bisa kualat lho alias dosa dan terkategori maksiat. Makanya, apapun resolusi yang kamu buat pastikan tetap ambil bagian dalam kegiatan dakwah. Belajar menyampaikan kebenaran meski kita masih sama-sama belajar. Rasul bilang, sampaikanlah walau hanya satu ayat. Berdakwah itu nggak cuman tentang kebaikan orang lain aja. Ternyata, aktivitas dakwah juga ngasih banyak kebaikan untuk diri kita lho. Pertama, dakwah mengajarkan kita untuk mengikis sikap individualis.

Dengan begitu, kita terbiasa untuk membantu orang lain dan secara alami akan banyak bantuan datang jika kita menghadapi kesulitan. Kedua, dakwah mengasah kemampuan kita dalam berbicara. Awalnya mungkin belepotan ngajakin kawan untuk jauhi maksiat kaya pacaran. Tapi kalo terbiasa, kita bisa lebih piawai memilih kata agar yang diajak lebih bisa nerima. Ketiga, dakwah itu ladang pahala yang nggak ada abisnya. Malah kita bisa dapat unta merah, sejenis kuda di timur tengah yang nilainya sangat istimewa, jika ada yang tercerahkan setelah mendengar kebaikan yang kita sampaikan. Itu berarti, tabungan pahala kita terus bertambah dan di akhirat kelak kavling surga bisa kita dapat. Pondasi ketiga ini yang akan ngasih nilai lebih pada resolusi yang kita buat.

Apapun resolusi kita, sertakan tujuan berdakwah di dalamnya. Kalo mau buka usaha, niatkan biar bisa bantu ngasih penghasilan tambahan bagi aktivis dakwah dan bisa berinfak lebih banyak. Kalo mau mengenyam pendidikan tinggi, niatkan biar dakwah kian aktif seiring banyak ilmu akademis yang kita dapat. Keren banget dah kalo dakwah jadi pondasi kegiatan dan resolusi kita. Mantabs!

Bunga Dakwah Bikin Hidup Lebih Hidup

Driser, menjadi bunga dakwah itu pilihan. Pilihan terbaik yang bisa bikin hidup kami lebih hidup. Gimana nggak, dengan menjadi bunga dakwah hidup kita dinamis. Ilmu terus bertambah. Manfaat terus disebar ke lingkungan sekitar. Pahala terus mengalir. Nggak ada waktu untuk ngegalau di sosial media. Meracau nggak karuan di kolom komentar. Yang ada, seruan kebaikan tak pernah berhenti keluar dalam bahasa lisan dan tulisan.

Nah Driser, kita pastinya nggak pengen masa muda kita habis nggak jelas gitu lantaran terhanyut budaya sekuler yang mengejar kesenangan dunia. Kita juga nggak rela dong nasib umat Islam dan kita menderita akibat penjajahan. Makanya wajar kalo kita-kita yang masih muda, kuat, dan cakep ini mesti ambil peran sebagai agen of change. Untuk kebaikan Islam dan kaum Muslimin. Jangan tunggu esok. Jangan liat orang lain. Mulai hari ini, ikut ngaji. Pake aturan hidup Islam. Dan jadilah bunga dakwah. Yuk! [@Hafidz341]

di muat di Majalah remaja islam drise edisi 53




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

13 − 4 =