Category: Bukamata

Majalah Drise edisi 31 : KENALI MIMPI BESARMU

Penggalan lagu ‘Cita-Citaku’ yg disuarakan oleh boneka Susan  Ria Enes di atas cukup populer di tahun 90-an. Pas banget  Pdengan bahasan Drise kali ini. Yup, sedari kecil kita sering kena  tembak pertanyaan soal cita-cita. Kepo banget tuh orang tua,  paman, bibi, atau tetangga yang tanya-tanya soal cita-cita kita kalo  gede nanti. Padahal kan gak ada ngaruhnya buat mereka.  Hehehehe… Eits, jangan salah lho. Kalo dari kecil kita udah bisa jawab cita-cita yang mau dicapai, setidaknya udah punya bayangan masa depan  mau diukir seperti apa. Coba bedakan anak yang sudah punya cita-cita dengan yang tidak, perilakunya lebih terarah yang punya...

Read More

MAJALAH DRISE EDISI 30 : MENGUAK MITOS CANTIK

cantik! Cewek mana yang nggak pengin tampil cantik? Hampir  semua kaum hawa kayaknya sepakat kalo tampil cantik itu  penting. Karena wanita dan kecantikan, dua sisi yang sulit  terpisahkan. Ya iya dong, mana ada wanita ganteng! 😀  Makanya udah jadi budaya kalo sedari kecil, anak cewek digiring  untuk tampil cantik. Biar kalo udah gedean, tanpa diarahkan lagi mereka  bakal nyebur sendiri dalam dunia kecantikan. Sayangnya, seringkali  pendidikan tampil cantik buat anak cewek nggak diimbangi dengan fakta  sebenarnya tentang kecantikan itu sendiri. Walhasil, banyak remaji yang  mati-matian tampil cantik tanpa filter alias semau gue. Perkara bener  atau kagak cara yang dipake,...

Read More

MAJALAH DRISE EDISI 28 : CINTA KITA MEMANG BEDA

Menurut R. Graves dalam The Finding of Love, cinta  adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya  sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah  bersyair: “Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka  menjelma anggur segar…”. Itu sebabnya, kalo Virus Merah Jambu  udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si  dia. Pengennya ketemu dan deketan terus. Sehari nggak ketemu  rasanya 24 jam, seminggu nggak ketemu rasanya 7 hari, sebulan  Januari nggak ketemu rasanya 31 hari. Hehehe…. Sebagian dari kita mungkin kabur memaknai cinta, sehingga  gelap mata. Saking cintanya, nggak bisa lihat kekurangan  pasangan atau kesalahan apa yang dilakukan. Dunia...

Read More

MAJALAH DRISE EDISI 27 – GELIAT PARA PENIKMAT ISLAM DARI TRENDI HINGGA PENYEJUK HATI

wow..!!” (tanpa koprol apalagi keliling lapangan sepakbola  Gelora Bung Karno), itu ungkapan takjub begitu lihat  ‘semangat kebangkitan’ Islam mulai muncul bak jamur di  musim hujan. Coba aja lihat, meski banyak kaum hawa  yang berlomba-lomba mengumbar aurat, tapi nggak  sedikit yang dengan berani menunjukkan identitasnya  sebagai muslimah, lengkap dengan kerudung dan  jilbabnya. Bahkan 4 September, di launching sebagai  ‘International Hijab Solidarity Day”. Mantabs! Semangat yang sama juga kita dapetin saat saat  tuduhan miring ditujukan kepada rohis sebagai sarang  teroris. Remaja en remaji muslim bahkan menggelar aksi  besar-besaran di bundaran HI, Jakarta. Dan kalau mau  ‘lebih dalam’ lagi menyaksikan ‘semangat kebangkitan’...

Read More

Majalah drise edisi 26 RE- GENERASI : PREMAN & USTADZ

Vrijmen” atau “Vrijman” kata orang negeri kincir  angin. “Freierman”, kata orang negerinya Hitler. Dan  “Freedom” kata orang negeri Paman Sam. Semuanya  punya arti yang sama. Yaitu merdeka, bebas dan berdaulat.  Inilah nenek moyang dari kata ‘preman’! Jaman penjajahan doeloe, menjadi “vrijman” menjadi  idaman setiap orang. Artinya orang-orang yang memiliki  kebebasan berpikir dan bertindak benar. Mereka disebut  dengan “vrijdenkers”. Di zaman pergerakan sebelum dan  sesudah revolusi 1945, banyak orang-orang yang merdeka  yang bersemangat “vrijdenkers”. Sutan Syahrir, Dr. Cipto,  Soekarno, Muh. Hatta adalah sebagian dari “vrijdenkers”  yang “vrijman”. Jadi, dulu konotasi “preman” mengarah  positif. Catet tuh! Kini, kata “preman” mengalami pergeseran...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!