Category: Epik

Futuh Ruum eps 01

Ribuan kaum muslim telah berkumpul di  Raudhotul Islam, sebuah landmark dari  RKhilafah Islamiyah yang luas. Khilafah  Islamiyah adalah sebuah negara global bagi  kaum muslimin. Khilafah Islamiyah adalah  rumah bagi seluruh kaum muslimin di dunia.  Walaupun orang ramai berdesak-desakan di taman yang megah itu, Raudhotul  Islam, semuanya tertib dan kerumunan laki-laki  tetap terpisah dari kerumunan perempuan.   Mereka berdiri menghadap ke satu titik, kepada  sebuah panggung yang ada di tengah-tengah  taman itu. jantung mereka berdebar-debar,  mereka sedang menunggu pelantikan Khalifah  yang baru, Khalifah yang kedua. Setelah puluhan tahun menderita  karena ketiadaan Khilafah Islamiyah, pada  akhirnya kaum muslim berhasil menegakkannya  kembali,...

Read More

ROMAN HATIN EPISODE 07 (TAMAT)

Sultan Shalahuddin menempatkan pasukan panah yang  bersiaga di atas bukit-bukit kecil untuk menghujani Pasukan  Salib dengan panah. Pasukan utama di tengah, dipimpin  S langsung oleh Sultan sendiri, terdiri dari kavaleri dan infanteri.  Pasukan sayap kiri dipimpin Al-Afdal. Aku dan Phillipe di dalam  pasukan sayap kanan, dan aku menjadi komandannya. Siang makin terik di padang rumput itu dan pasti akan  semakin menyiksa Pasukan Salib. Sementara kami telah mengisi  penuh kantung-kantung air kami. Ketika hari sudah sampai di  tengah-tengahnya, kami lihat pasukan kafir itu datang. Ketika  mereka sudah memasuki jarak tembak, Sultan memerintahkan  pasukan panah untuk menembak. Aku melihat ribuan anak...

Read More

ROMAN HATIN EPISODE 5

Beginilah kebiasaan kami setiap malam.”, kata Ahmad. “Sebagian dari  kami sholat tahajjud dan sebagian lagi menjaga kemah. Kami bergiliran  Bmelakukannya. Semuanya itu akan diganjar pahala oleh Allah.”. “Demi tuhan aku tidak pernah melihat yang seperti ini. Sungguh  pemandangan yang sangat indah.”, kataku takjub. “Sultan menjadi imam di depan sana.”, Ahmad menunjuk. “Sholatnya  sudah selesai, mari aku antar kau menemui Sultan.” Ahmad mengantarku menyusuri barisan demi barisan Prajurit Saracen  yang sedang beribadah itu ke tempat paling depan untuk menemui Saladin. Aku  melihat Prajurit2 Saracen terkejut begitu melihat aku ada di depan mereka.  Apalagi aku masih mengenakan mantel salibku. “Assalamu’alaikum, Sultan!”,...

Read More

ROMAN HATIN EPS. 4

Saat matahari sudah datang, gelap  terusirlah. Ketika ilmu tiba,  Skebodohan lenyap. Apabila  kebenaran sudah sampai, kesalahan tak  mungkin bertahan lagi. Aku bersumpah  akan mencari kebenaran dan hidup di  atasnya. Aku pacu kudaku, berlari  menembus hawa yang dingin. Pedang  tersemat di pinggangku. Mantel salib  merahku masih membalut tubuhku,  berkibar-kibar dilalui angin. Kurapatkan  dia, berlindung dari dingin. Aku terus pacu  kudaku, tak peduli malam mencekam. Aku  akan ke Acre, akan aku cari Saladin. Aku  ingin bicara dengannya! Aku ingin  menemukan jawaban dari semua  kegalauanku.! Beberapa hari kemudian derap  langkah berdebu kudaku mendekati Acre.  Dari atas sisi bukit aku melihat kemah2  orang...

Read More

ROMAN HATIN EPISODE 3

Halilintar seperti menyambarku.  Apakah kata2nya benar? Aku diam  Hterpaku memandang mata pria itu.  Aku ingin tahu apa yang ada di balik  hatinya. Aku ingin kebenaran.! “Dahulu Bani Saljuk memang  melarang sebuah parade Misa orang  Kristen yang membawa pedang dan sering  membuat kerusuhan di tengah2  keramaian. Bahkan jatuh korban karena  parade Misa itu. Bani Saljuk melarangnya  karena untuk menjaga ketertiban bersama  dan toleransi! Ibadah seharusnya  membawa kedamaian, bukan korban!”. Ada dorongan yang aneh dalam  hatiku untuk mempercayainya. Namun  sebisik suara berhembus di hatiku, pria di  hadapanku itu kaum Saracen. Orang  barbar yang tidak beradab, heretis, dan  suka membunuh. Segala pandangan...

Read More

Fast Respond