Category: Epik

DERAP RANTAI [EPISODE 1]

Sebuah fiksi-sejarah Matahari terik memanggang Semenanjung Arabia. Pada masa itu, ada sebuah negara yang baru saja  berkembang di sana, Khilafah Islamiyah. Dia yang pertama kali mendirikan negara itu adalah seorang nabi, Muhammad saw. Ketika dia wafat dengan berkalang kemuliaan, para sahabatnya melanjutkan kepemimpinan negara itu dengan penuh kemuliaan. Zaman dan sejarah kelak akan mencatat semua jejak yang telah mereka buat. Milyaran umat manusia di dunia akan mengikuti langkah yang mereka ambil. Penerus kepemimpinan sang Nabi di dalam negara yang diberkahi itu adalah sahabatnya sendiri, Abu Bakar. Hari itu Abu Bakar sedang memimpin sebuah sidang yang dihadiri oleh para penasihatnya,...

Read More

Futuh Ruum Eps 10 tamat

Pagi memecah kegelapan, dan sangkakala belum lagi ditiupkan. Seluruh dunia akan kembali menyaksikan betapa janji Allah dan RasulNya akan kembali dibuktikan. Ketika matahari baru saja menyingsing, Angkatan Bersenjata Khilafah Islamiyah telah  bergerak menuju sasaran mereka, Roma. Khilafah akan mengepung kota itu dari darat, laut, dan udara.   Dari Pangkalan Militer Sultan Muhammad al Fatih di Istanbul, pesawat-pesawat tempur dan helikopter-helikopter Khilafah berseliweran cepat menuju Roma, hendak mengepung kota Vatikan. Kapal-kapal angkut yang membawa ribuan prajurit pun mengangkasa. Dari Pelabuhan Galipolli kapal-kapal perang Khilafah melepas sauh, hendak melintasi laut Mediterania dengan satu tujuan, mewujudkan janji Allah dan RasulNya, mengepung Roma....

Read More

FUTUH RUUM Eps 09

Suasana tegang menyelimuti ruang rapat Uni Eropa yang agung itu. Bangku-bangku dan meja panel berjajar melingkar. Semua orang tak menyangka apa yang terjadi di hadapan mereka, sebuah pertentangan tajam terjadi. Baru saja berlalu, semua anggota rapat berdiri dari kursinya dan mengangkat tangan masing-masing, hujan interupsi, dan suara-suara ketidakpuasan beterbangan di udara. Namun keadaan kembali diredam setelah ketua sidang, Charles Ashton, mengetuk palu.   “Saya minta semuanya tenang, dan menahan diri. Kita coba simak dulu uraian Tuan Berlusconi,” katanya. Dia mengangguk kepada Berlusconi dan memersilakannya bicara.   Berlusconi segera mendekatkan mikrofon di depannya dan bicara. Semua mata menatap kepadanya. “Terima...

Read More

Futuh Ruum Eps 08

“Maaf, saya tidak bisa!” Kata Paus dengan lemah. Dia menunduk menatap lantai marmer di bawahnya. Sementara tubuhnya yang gemetar sudah tidak bisa ditahannya lagi. Uskup Ferdinand dengan susah-payah memeganginya.   Khalifah tersenyum kecil dan mengangguk pelan.   “Terima kasih banyak atas jawaban anda,” katanya.   “Apa yang akan anda lakukan, Khalifah? Tolong kasihani kami, ampuni kami. Tolong jangan ganggu ketenangan kami.” Paus sudah memelas.   Khalifah menggeleng perlahan.   “Anda jangan berpikir bahwa kami pengganggu. Sebab kami hanya menyampaikan kebenaran, dan kebenaran ini bisa diuji. Kami hanya menyerukan sesuatu yang sudah sama-sama kita ketahui. Jika kita menengok ke belakang,...

Read More

FUTUH RUUM EPS 07

“Ketahuilah sesuatu, Tuan Perdana Menteri, ditaklukkannya tahta Vatikan dan kota Roma sudah dijanjikan Rasul kami ribuan tahun yang lalu. Silakan anda duduk manis dan memerhatikan apa yang akan terjadi nanti. Jika anda memasang badan untuk menghalangi kami mewujudkan janji Rasul kami itu, saya akan mengerahkan tentara Islam untuk menghancurkan anda. Silakan anda camkan itu, sebab saya tidak pernah main-main dengan kata-kata saya.” Khalifah Muhammad Hasanuddin menatap Berlusconi dengan tajam. “ANDA MENGANCAM SAYA!!!” Berlusconi membelalak pada Khalifah. Telunjuknya sudah teracung lagi kepada Khalifah. “BERLUSCONI! SAYA BILANG DIAM!!!” Biji mata Napolitano seolah akan melompat keluar dari tempurung kepalanya. Dia terlonjak dari...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!

Ahza Bookstore