Category: Epik

Derap Rantai Eps 23 (lanjut)

Majalahdrise.com – Tapi tentu saja mereka tidak bisa  dibebaskan. Rabiah terus mengikuti kedua  prajurit Persia itu melarikan diri dari  penjara bawah tanah. Ketika mereka  sedang melintasi sebuah koridor, mereka berpapasan dengan dua orang prajurit  Persia yang segera menghadang mereka.  Namun mereka segera tersungkur jatuh  karena ditinju oleh kedua prajurit Persia  yang hendak membebaskan Rabiah. Satu persatu koridor mereka lintasi. Mereka pun terus mendaki undakan tangga  untuk segera keluar dari ruang bawah  tanah. Yang mereka tahu hanyalah lari  sekencang-kencangnya. Rabiah dan kedua  prajurit Persia tak dikenal yang sedang  berusaha membebaskannya itu tibalah di  bagian belakang istana, setelah  menumbangkan prajurit-prajurit yang ...

Read More

DERAP RANTAI EPS. 23

Majalahdrise.com – Dengan kasar dan keras, para prajurit itu membawa Rabiah.  Mereka melingkarkan lengan  mereka ke leher Rabiah hingga hampir  tercekik. Prajurit yang lainnya lagi  mencengkeram pundak tangan lengan  Rabiah kuat-kuat. Rabiah hanya bisa  menahan sakit sambil berzikir kepada Allah. Mereka membawa Rabiah menuju  penjara bawah tanah. Dinding-dinding  koridor dari batu menemani Rabiah  menjalani takdirnya. Dia pasrahkan seluruh  nasibnya kepada Allah. Walau pun besok  pagi dia sudah tidak bernyawa lagi, hal itu  pun dipasrahkannya kepada Allah. Dia  sama sekali tidak tahu apa yang sedang  direncanakan Allah untuknya. Para prajurit Persia itu menyeret  Rabiah menuruni tangga batu. Mereka  terus turun...

Read More

Derap rantai episode 22

Majalahdrise.com – Tubuhnya sampai-sampai gemetar karena  menahan amarah, sebab surat itu benar-benar telah menginjak-injak kedudukannya  yang tinggi. Badzan berdiri dan menatap  pejabat yang membacakan surat dari   Khalid itu. Dia memanggil pejabat itu  dengan lambaian tangan dan mengambil  surat itu dari tangannya. Peristiwa yang  pernah terjadi beberapa tahun silam terjadi  lagi. Badzan merobek-robek surat itu persis  seperti sepupunya, Kisra, merobek-robek  surat dakwah dari Rasulullah. Setelah surat itu berubah menjadi  serpihan kecil-kecil, ditiupnya surat itu  hingga melayang-layang di antara udara.  Dia duduk kembali di atas singgasananya  sambil menyunggingkan seringai yang  memuakkan kepada Rabiah. Dalam aturan protokoler surat-menyurat pada Kekaisaran Persia, nama...

Read More

DERAP RANTAI [SEBUAH FIKSI-SEJARAH]

Episode 22 Derap langkah kaki unta memecah pasir dan bebatuan kecil. Gurun  yang gersang itu  seolah-olah tetap  begitu, padahal dia terus berubah semenjak  jaman yang tidak bisa ditentukan. Semilir  angin menelisiknya, membelai halus cadas-cadas karang, tetapi juga menamparnya  dan mengadakan perubahan besar-besaran. Peradaban manusia digelarkan di  atasnya. Damai dan perang silih berganti,  tangis dan tawa bertukar bergiliran. Bumi  adalah tempat pergumulan antara yang haq  dan yang batil. Mutsana bin Harits dan Rabiah bin Amir  duduk di atas punggung unta mereka.  Langkah demi langkah disusuri untuk  menuju Ubullah, hingga terlihatlah pintu  gerbang dan tembok-tembok kota itu di  kejauhan. Di sekitar...

Read More

DERAP RANTAI EDISI 21

majalahdrise.com – “Kita diperintahkan untuk segera  menyerang Persia,” kata Khalid bin Walid. Tatapan matanya yang tegas menimpa  wajah Mutsana bin Harits. Kedua kesatria  Islam itu sedang berada di sebuah tenda  di Yamamah. Mereka berada di tengah-tengah pasukan kaum muslim yang baru  saja selesai menjalankan tugas  menumpas pasukan nabi palsu  Musailamah al Kadzab. “Apakah Khalifah memerintahkan  kita masuk lewat Ubullah?” Tanya  Mutsana. Dia menduga-duga apa isi dari  surat perintah rahasia untuk Khalid yang  diantarkannya. Walau pun dia yang  membawa surat itu, tetapi dia tak pernah  tahu apa isinya. “Benar!” Sahut Khalid. “Alhamdulillah! Beberapa waktu  yang lalu aku dan Jabal menjalankan...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!