Category: Epik

DERAP RANTAI EDISI 21

majalahdrise.com – “Kita diperintahkan untuk segera  menyerang Persia,” kata Khalid bin Walid. Tatapan matanya yang tegas menimpa  wajah Mutsana bin Harits. Kedua kesatria  Islam itu sedang berada di sebuah tenda  di Yamamah. Mereka berada di tengah-tengah pasukan kaum muslim yang baru  saja selesai menjalankan tugas  menumpas pasukan nabi palsu  Musailamah al Kadzab. “Apakah Khalifah memerintahkan  kita masuk lewat Ubullah?” Tanya  Mutsana. Dia menduga-duga apa isi dari  surat perintah rahasia untuk Khalid yang  diantarkannya. Walau pun dia yang  membawa surat itu, tetapi dia tak pernah  tahu apa isinya. “Benar!” Sahut Khalid. “Alhamdulillah! Beberapa waktu  yang lalu aku dan Jabal menjalankan...

Read More

DERAP RANTAI EPISODE 20

Majalahdrise.com – Aku akan menugaskanmu untuk  kembali lagi ke Madinah. Temui Khalifah  dengan tenang dan ceritakan kepada  beliau semua peristiwa yang kita alami.  Tetaplah ada di sisi Khalifah dan  lindungilah beliau sampai ada perintah  baru dari Khalifah kepadamu.  Rekomendasikan saja kepada Khalifah  agar menyerbu benteng terkutuk itu.” episode sebelumnya “InsyaAllah,” Jabal mengangguk  teguh. “Sementara aku akan melanjutkan  perjalanan ke Yamamah menyelesaikan misi yang telah tertunda. Semoga Allah  memberi aku kemudahan sehingga aku  bisa sampai dengan selamat dan tidak  terlalu terlambat.” “Tapi bagaimana kita bisa  melaksanakan tugas? Semua hewan  tunggangan kita raib entah kemana!”  Keluh Jabal. “Kita berdoa kepada Allah, ...

Read More

DERAP RANTAI EPISODE 20

Majalahdrise.com – Matahari menjadi raja di puncak langit. Bersinar terang  menyilaukan. Langit yang biru  bersih tak memeluk sejumput awan pun,  sehingga cahaya matahari benar-benar  menyengat. Kedua agen rahasia Khilafah  Islamiyah, Mutsana bin Harits dan Jabal  bin Abdul’uzza, terbaring di tepian sebuah  sungai. edisi sebelumnya 19 Tepat di depan sebuah mulut gua.  Mereka terbatuk-batuk dan  memuntahkan sedikit air yang memenuhi  paru-paru mereka. Mutsana terbaring telungkup  dengan napas terengah-engah. Tubuhnya  basah kuyup dan dengan berat dia  berusaha mengangkat tubuhnya hingga  terduduk. Jabal mengambang di sisi  sungai yang tak jauh dari Mutsana. Dia  segera tersadar dan cepat-cepat berenang  menghampiri Mutsana dengan susah-payah....

Read More

Derap Rantai Episode 19

Majalahdrise.com – Tertatih-tatih langkah Jabal saat dipapah Mutsana melewati Gerbang Neraka. Mutsana melingkarkan sebelah lengan Jabal ke pundaknya. Jabal mengernyit menahan sakit sesekali dia merintih. “Bersabarlah, kita akan keluar dari sini sebentar lagi, insya Allah,” Mutsana menghibur. “Alhamdulillah mereka belum melukai kakiku, jadi aku masih bisa melangkah dengan baik. Hanya agak ngilu saja,” kata Jabal. Perlahan-lahan Jabal berdiri di atas dua kakinya. Kepalanya pening karena berkali-kali ditinju oleh para prajurit hitam tadi. Mutsana datang tepat waktu sehingga Jabal tidak perlu mengalami apa yang dialami oleh tawanan yang lain. Walau berat, Jabal telah bisa berjalan sendiri. Mereka berdua menyusuri koridor-koridor...

Read More

Derap Rantai Episode 17

Majalahdrise.com – Dinding gunung batu di hadapan Mutsana membuka lebar. Sebuah gerbang membentang di hadapannya. Dia memerhatikan apa yang terjadi dengan tatapan mata membelalak. Dia benar-benar tidak menyangka semua yang sedang dilihatnya. Bongkahan batu berpermukaan halus yang didorongnya tadi ternyata tombol kunci sebuah gerbang. Sambil menuntun kudanya, Mutsana berjalan memasuki gerbang itu. sebelumnya,,,, Ketika dia telah melangkah masuk, gerbang batu itu menutup dengan sendirinya, menyisakan kegelapan yang menelannya. Mutsana berada di semacam lorong yang berdinding batu karang. Dia berada di dalam gunung batu yang tadi dilihatnya. Mutsana melangkahkan kakinya tanpa penerangan. Hanya beberapa helai cahaya yang menyusup masuk dari...

Read More

Fast Respond