Category: Headline

Apple Kroak Bekas Digigit, Mau?

[Drise – #029] Mendengar kata ‘Apel’ terbayang dibenak kita buah yang ranum berwarna merah dengan bunyi ‘Kress..!’ yang mengundang selera dan meneteskan air liur saat digigit. Tapi bagi pegiat teknologi informasi, Apple adalah brand terkemuka dengan inspirasi tingkat tinggi dari sebuah kesederhanaan. Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak...

Read More

Geliat Para Penikmat Islam

[DRise-#027] “Wow..!!” (tanpa koprol apalagi keliling lapangan sepakbola Gelora Bung Karno), itu ungkapan takjub begitu lihat ‘semangat kebangkitan’ Islam mulai muncul bak jamur di musim hujan. Coba aja lihat, meski banyak kaum hawa yang berlomba-lomba mengumbar aurat, tapi nggak sedikit yang dengan berani menunjukkan identitasnya sebagai muslimah, lengkap dengan kerudung dan jilbabnya. Bahkan 4 September, di launching sebagai ‘International Hijab Solidarity Day”. Mantabs! Semangat yang sama juga kita dapetin saat saat tuduhan miring ditujukan kepada rohis sebagai sarang teroris. Remaja en remaji muslim bahkan menggelar aksi besar-besaran di bundaran HI, Jakarta. Dan kalau mau ‘lebih dalam’ lagi menyaksikan ‘semangat...

Read More

Nusaibah binti Ka’ab ‘Singa Betina’

“Jangan Halangi Aku Membela Rasulullah..!” [DRise-#027] Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh serangan tentara  musuh di sekitar Gunung Uhud.Dengan bergegas, Nusaibah membangunkan Suaminya dengan halus dan lembut lalu mengingatkan akan datangnya serangan musuh. Said segera bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said. “Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….” Di rumah, Nusaibah duduk dengan gelisah ditemani kedua anaknya, Amar (15 thn) dan adiknya Saad (13 thn). Tak lama datang seorang pengendara kuda yang memberitahukan berita suka...

Read More

Fast Respond