Category: Media Watch

HIJRAH Solusi “REFOTNASI”

Pada Mei 2008 atau sepuluh tahun usia Orde Reformasi, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengemukakan hasil jajak pendapatnya tentang presiden Indonesia yang paling disukai publik. Nah lo, ternyata Soeharto kepala negara paling difavoritkan. Padahal, salah satu dari enam butir tuntutan Reformasi adalah: Pengadilan mantan Presiden Soeharto dan kroninya. Tiga tahun kemudian, atau 13 tahun usia Era Reformasi, polling serupa dilakukan lembaga survei nasional Indo Barometer. Pada 15 Mei 2011, Direktur Indobarometer M Qodari merilis hasil jajak pendapat tersebut. Eh, lagi-lagi favoritnya Pak Harto! Menurut sebagian besar responden, Soeharto presiden yang paling disukai masyarakat Indonesia. Dia juga presiden yang dianggap paling...

Read More

Astung

Garuda Pancasila Aku lelah mendukungmu Sejak Proklamasi Selalu berkorban untukmu Pancasila dasarnya apa Rakyat adil makmurnya kapan Pribadi bangsaku Tidak maju…maju…tidak maju…maju Tidak maju…maju Eit, jangan main tuduh ”makar” dengan pencantuman puisi di atas. Syair plesetan lagu ”Garuda Pancasila” itu ‘kan karya mendiang Harry Roesli, yang dia nyanyikan dalam peringatan HUT RI ke-56 di kediaman mantan Presiden RI Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, 17 Agustus 2001. Bahwa kandungan syair Kang Harry mencerminkan kenyataan, apa boleh buat. Umat Islam memang sudah ”lelah” dipaksa mendukung Pancasila. Ketika Orde Baru baru saja memegang tampuk kekuasaan pada 1967, umat Islam sangat berharap...

Read More

Misteri Senyuman Maharani

disiarkan melalui sejumlah televisi swasta, pada 5 Februari  lalu Maharani Suciyono (19) menebar senyum sambil  Dmenyapa almamaternya Universitas Moestopo  Beragama dan perempuan seluruh Indonesia. Tapi mengapa,  reaksi publik malah tidak simpatik; Rani, nama panggilan  perempuan itu, dituduh hanya bersandiwara. Pakar psikologi  menyebutnya panik lalu berbohong. Ada apa dibalik senyuman  Rani? Masalahnya, Rani berulangkali tersenyum, alias senyum-senyum. ”Tersenyum” beda lho dengan ”senyum-senyum”. Yang  pertama merupakan ekspresi yang tulus, baik atas nama ibadah  seperti yang dilakukan umat Islam, maupun sekadar  kemanusiaan belaka. Tapi kalau ”senyum-senyum”, ini bisa bermakna meledek,  menertawakan, berpura-pura, tidak serius. Apalagi kalau Rani  yang senyum-senyum sambil minta maaf....

Read More

DAKWAH BIL SOSMEND

Gubrak! Prediksi semua lembaga survei politik di  putaran pertama Pildaka DKI lalu, meleset total.  GMereka ”memenangkan” pasangan Cagub-Cawagub  Foke-Nara. Nyatanya, pasangan ”kotak-kotak” mengungguli  ”si kumis”. Itu tak lepas dari peran social media (socmed). Blog,  Facebook (FB), twitter,  Friendster (FS), Flickr, Myspace, Koprol  (sosial network produk Indonesia yang diakuisisi Yahoo),  Google+, menjadi sarana kampanye yang efektif. Bahkan tim  sukses kedua belah pihak merekayasa popularitas melalui  socmed, baik dengan menyewa blogger maupun membuat  ”boneka” (kloning) blogger. Pada putaran pertama pasangan Foke-Nara mendapat  499.009 buzz (buah bibir), dan pada putaran kedua menjadi  813.742 buzz. Namun, Jokowi-Ahok lebih unggul. Putaran  pertama mereka mencatat...

Read More

Virus Brutal Dari Layar Kaca

bak Triple H, The Undertaker, dan The Booker, tiga siswa  SMP di Bandung yakni Restu, Iyo, dan Ii mengerjai Reza  BIkhsan Fadillah (9 tahun), tetangga mereka. Tubuh kecil  siswa kelas III SD Cincin I itu mereka angkat, mereka jungkir  balikkan, lalu mereka banting ke lantai. Belum cukup, Reza yang  sudah meringis kesakitan tangannya ditekuk dan dipelintir.   Krekkk! Akibatnya, sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri November  2006, Reza mengeluh tangan kirinya sakit hingga sulit digerakkan.  Hasil rontgen di Rumah Sakit Hasan Sadikin, menyatakan tulang  pangkal lengan kiri Reza terpisah. Urat di tangan kirinya terjepit  tulang. Selain itu, Reza cedera...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!

Ahza Bookstore