Category: Monogatari

Impian Lima Menit Lagi

by WitaDahlia Masih dengan celana abu-abunya, Yudo mengayuh sepedanya meski bau matahari menguar dari  tubuhnya. Ubun-ubunnya nyaris berasap andai sebuah topi hitam pudar tidak bertengger di kepalanya.  Lima menit lagi!  Ya, lima menit lagi, ia akan tiba di  tempatnya bekerja paruh waktu. Bukannya mempercepat kayuhannya,  Yudo justru melambatkan tendangannya pada pedal dan, berhenti. Seperti biasa, sudah sebulan ini, sambil menuntun sepedanya, matanya menatap lekat sebuah buku di dalam etalase toko yang di depannya terpampang besar sebuah nama ‘Toko Buku Sensei’. Buku itu bergambar pria berdasi dan berkaca mata serta di bawahnya bertuliskan nama pria tersebut, Tung Desem Waringin. Uniknya,...

Read More

LIGHT IN KOREA OLEH HAFIZAH WIDYA AMALIA

diam – diam aku mulai mengamati Jihwon. Dari kejauhan, aku melihatnya  menyamarkan diri sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan jaket.  DKelihatan sangat mencolok di musim panas, Seoul. Juli ini, aku sering  melihat kamarnya kosong. Terutama ketika leader meminta kami untuk makan  bersama atau perayaan pesta, dia selalu pulang dan mengakhirinya lebih awal.   “Tidak biasanya dia seperti itu.” Desah Euhnyuk. “Benar, ini aneh  sekali.” Lanjutku. “Mungkin dia sedang patah hati, pahamilah dia sebentar.”   Komentar Park Ju sebagai leader yang sangat perhatian. Sudah seminggu dia  pulang dari wajib militer. Oh, aku belum mengenalkan siapa aku. Aku Lee Dong  Ha. Kami...

Read More

RUSAK SATU RUSAK SEMUA BY UNI AMATULLAH

kalau pesulap butuh mantra abracadabra untuk memunculkan Kkelinci dari dalam topinya, tidak dengan sekolah kami. Cukup menunggu jarum pendek diangka 10 dan jarum panjang diangka 12, aku bisa mendapatkan kelas yang kosong selama 15 menit. Ya, mantranya adalah bel istirahat pertama. Seperti biasa, Nadine selalu menjadi yang paling terakhir meninggalkan kelas. Kalau ditanya kenapa, jawabnya selalu enggak mau terjadi campur baur dengan mereka yang berdesak-desakan di pintu keluar. Dialah Nadine, teman satu kelasku, salah satu cewek jilbaber di sekolahku. “Nanti siang, temanin aku diskusi di rohis dulu ya sebelum pulang? Mau enggak?” tanya Nadine. Diskusinya anak-anak rohis? Boleh juga...

Read More

Mengingatkan aku Tentang itu by bamz dekoser

panji-panji hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid itu berkibar dengan gagahnya di PBundaran Air Mancur (BAM) Palembang. “Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Kalimat Takbir bergumuruh di seputar BAM. Setidaknya pemandangan yang dengan tidak sengaja kusaksikan ini membuatku merindukan kembali berada di tengah-tengah laskar pengibar panji tauhid itu. Pemandangan ini mengingatkanku kembali, bahwa diri ini pernah menjadi bagian dari penggenggam bara ini. Aku ingin bergabung dalam barisan pengibar panji tauhid itu. Tapi, betapa malunya aku. Sehingga langkahku terasa semakin berat. Aku hanya bisa menyaksikan dari teras Masjid Agung saja, aktivitas yang pernah ku sebut sebagai 1 masiroh. “Allahu Akbar..!” “Saudara-saudaraku,...

Read More

Iblis Bermata Indah

25 Juni Alis matanya hitam seperti aspal jalanan yang baru di tuangkan. Sedikit mencuat ke atas ketika dia Amenengadahkan kepalanya. Bibirnya ranum terpoles lipgloss warna merah jambu. Sibakan rambutnya menebar wangi sampo yang aku baru lihat kemarin di mini market. Aduhai hati, jangan engkau goda aku dengan cara begini. “Hai, Riski. . .” sapanya dengan merdu yang diiringi gelak tawa kemudian oleh teman-temannya. Ghodul bashor, ghodul bashor Riski. Aduhai hati, pejamkan matamu. Jangan biarkan setan menjerat napsumu. Tuhan pasti melindungimu, Riski. “Shit!!!” buku-bukuku terjatuh. “Wah, Riski, jangan gerogi begitu dong! Aku bantu ya?” dia sengaja menggodaku. Dasar iblis bermata...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!

Ahza Bookstore