Iblis Bermata Indah

Oleh : Mutia Rafif 25 Juni Alis matanya hitam seperti aspal jalanan yang baru di tuangkan. Sedikit mencuat ke atas ketika dia menengadahkan kepalanya. Bibirnya ranum terpoles lipgloss warna merah jambu. Sibakan rambutnya menebar wangi sampo yang aku baru lihat kemarin di mini market. Aduhai hati, jangan engkau goda aku dengan cara begini. “Hai, Riski. . .” sapanya dengan merdu yang diiringi gelak tawa kemudian oleh teman-temannya. Ghodul bashor, ghodul bashor Riski. Aduhai hati, pejamkan matamu. Jangan biarkan setan menjerat napsumu. Tuhan pasti melindungimu, Riski. “Shit!!!” buku-bukuku terjatuh. “Wah, Riski, jangan gerogi begitu dong! Aku bantu ya?” dia sengaja...

Read More