Category: Monogatari

ANTHURIUM CINTA

Majalahdrise.com – kupandangi bunga Anthurium  raksasa pemberian pertama  dari kakakku, kak Raihan.Ia  selalu memberikanku sepot bunga  Anthurium setiap bulan karna aku  sangat menyukai bunga itu. Entah dari segi  mana aku bisa suka dengan bunga itu. “Mungkin dari bentuknya yang  bergelombang,” pikirku. Kak Raihan adalah seorang kakak yang  selalu membantuku dalam segala hal dan ia  tak pernah membentakku sama sekali.  Setiap ia berkata padaku ia selalu lembut  padaku. Dia bukan hanya seorang kakak  bagiku tapi juga sebagai seorang sahabat  yang selalu ada untukku.Dia selalu  menasihatiku dan membimbingku terutama  dalam urusan agama.Tapi, hal yang satu  inilah yang aku tak suka darinya....

Read More

MERAH SURIAH II

Majalahdrise.com – Hariku dipenuhi dengan tangisan, airmata dan darah. Pertama kali kesini, Aku shock. Alhasil di hari-hari berikutnya, tak melihat darah tergenang seolah menjadi pemandangan yang aneh. Isu terorisme telah menjadi alat ampuh bagi Amerika untuk bercokol di Bumi Syam yang penuh berkah ini. Pada beberapa kesempatan, Aku berdiskusi dengan Khalid. Usianya masih tergolong muda, 19 tahun. Usia yang bagi anak sepertinya di Indonesia merupakan usia yang tepat untuk menikmati hidup, bersenang-senang dan memilih untuk menghabiskan waktu di tempat hiburan. Khalid beda. Suasana perlawanan menjadi nyanyian disetiap tarikan nafasnya. Aku bertanya mengapa ia begitu gigih melakukan hal itu. “Kami...

Read More

MERAH SURIAH

Majalahdrise.com – jika bumi Suriah adalah Indonesia, mungkin para coas akan sumringah menatap log book-nya. Oh, tidak. Tentu saja mereka tidak akan memiliki waktu untuk memperhatikan log book. Sebab disini, setiap detiknya adalah kematian. Setiap detik yang ampuh membuat ingatan kita melekat kepada Sang Kholiq. Ah, suasana dimana maut mengakrabi memang merupakan suasana tersyahdu. Sekali lagi, aku berusaha memejamkan mata, namun suara-suara itu seperti orchestra yang menyanyikan lagu kematian. Kelaparan, genosida dan perlawanan. Ya, selain tiga kata tersebut, sepertinya warga suriah tak terkecuali anakanak dan kaum perempuan disini tak mengenal kata yang lain. Anak-anak di tempatku saat ini —salah...

Read More

Hijab is My Identity Bag III

Majalahdrise.com – Hal  tersebut jelas bertentangan dengan akidah  islam dan masuk ke dalam perkara syirik.  Kuil ini begitu ramai. Lihatlah banyak  orang berkumpul mulai dari anak-anak hingga  orangtua. Ah, ternyata ditengah kesibukan  orang Jepang mereka masih tetap  menyempatkan diri untuk beribadah. “Ah ya, beruntung sekali kita pergi ke  kuil hari ini” ucap Terumi “Ya, aku baru ingat hari ini adalah hari  upacara setsubun…” tambah Miko “Pantas saja ramai, apa itu upacara  setsubun…?” tanyaku pada keduanya.  “Ayo, upacara akan segera dimulai.”  Miko menarikku ikut membaur ke tengah  kerumunan.  Di atas kuil ada seorang laki-laki  menggunakan topeng bergambar aneh  dengan 2...

Read More

Hijab is My Identity Bag II

Majalahdrise.com – Persis tepat. Orang Jepang  tidak menerima alasan untuk keterlambatan  apalagi dengan dalih bahwa jam kita lebih  lambat, karena pengaturan waktu di Jepang  sama persis untuk seluruh wilayahnya.    Di Tokyo Nodai, aku mendapat  teman-teman yang juga sangat baik, baik  sesama mahasiswa asing maupun mahasiswa  asli Jepang. Mereka cukup ramah dan sangat  toleransi dengan perbedaan. Mereka juga  mengajariku bahasa Jepang dan menceritakan  banyak hal tentang Jepang mulai dari budaya,  makanan khas dan sebagainya. Di akhir pekan  yang tidak sibuk, mereka dengan senang hati  mengajakku berlibur, mulai dari menikmati  sushi dan mie ramen di pinggiran kota sampai  pergi ke tempat...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!