Category: Monogatari

LINKAR-LINGKAR MIMPI

OLEH MUHAMAD MULKI MULYADI NOOR Sore itu langit tampak kemerahan,  bagai semburan api yang merata  Sdilangit. Matahari mulai beristirahat  diperaduannya, setelah seharian  menyinari bumi. Waktu menunjukkan  setengah lima sore, kutarik nafas dalam  dalam. Sore ini aku, seperti biasa tengah  duduk di depan kosan sambil memandang  langit ciptaan tuhan yang kemerahan itu.  Pikiranku beradu, sulit untuk  diterjemahkan, gelisah tak terkira. Tak  tahu lah kenapa, yang penting saat ini aku  lagi risau yang tak ada sebabnya.  Sudah  dua hari ini pikiranku tak tenang  setelah  hampir sebulan aku dijakarta, berniat  menuntut ilmu dari kampung halaman,  mencari pengalaman dan hakikat  kehidupan. Tapi Mata...

Read More

Maafkan Aku Nadia

Bersyukurlah saat ada saudara yg mencintai kita.. Beruntunglah saat ada sahabat yg menyayangi kita.. Dan berbanggalah saat ada siapa pun yg mengasihi kita.. Karenanyalah yg membuat diri kita berharga, setidaknya  bagi mereka Karena  seseorang  bukan  siapa-siapa  sampai  dia  dicintai.. Masih ku ingat bait syair ini yang engkau tuliskan di  binderku. Entah mengapa aku merasa kamu berubah  MNad. Tidak hanya pakaianmu tapi juga sikapmu.  Kamu bukan seperti Nadia yg kukenal 4 tahun yg lalu. Pada saat  masih di kelas 2 SMP, kamu adalah siswa pindahan dari Malang,  yang aku dengar kamu tinggal di Banjarmasin bersama nenekmu  setelah orang tuamu meninggal....

Read More

Umi di mana abi ? By Ridha Sriwahyuni

Malkah Qafishah menahan rasa sakit di perutnya. Di  penjara Al- Majdal tubuhnya yang ringkih semakin  Mlemah oleh penderitaan demi penderitaan yang ia  terima. Hanya lirih dzikir di bibirnya yang sunyi mampu  menjadi penguat hidupnya dan bayi yang telah delapan bulan  berada di rahimnya. Sudah hampir sepuluh bulan ia ditahan di  penjara itu. Ia sendiri tidak tahu apa salahnya. Kata mereka  Malkah dituduh hendak melakukan bom bunuh diri. Ia  ditangkap oleh tentara Israel pada tengah malam di rumahnya  di kota Nablus. Di dalam penjara Malkah menerima siksaan-  siksaan yang tidak manusiawi. “ Haus…haus…air…air…” rintih Malkah. Kaki dan kedua  tangannya yang...

Read More

ANTHURIUM CINTA 2

Majalahdrise.com – Pertengkaran sore itu masih melekat dalam benakku. Entah apa yang aku rasakan setiap kali aku mengingat kejadian itu. Sejak saat itu, hubunganku dengan kak Raihan benar-benar renggang.Terlebih lagi sekarang kak Raihan mulai sibuk dengan urusan kuliahnya di Makassar.Begitupun denganku yang juga sangat sibuk dengan urusan sekolah dan eskul nge-band.Tak ada komunikasi di antara kami. Sebenarnya aku tidak suka dengan keadaan seperti ini.Tapi, mau gimana lagi semua telah terjadi. “Kak Raihan… aku merindukanmu,” ucapku dalam hati. Mungkin ia benar-benar lupa denganku. Ia tak pernah lagi mengirimkan sepot bunga Anthurium kesukaanku. Bunga Anthurium pemberiannyapun mulai layu karna akhir-akhir ini...

Read More

ANTHURIUM CINTA

Majalahdrise.com – kupandangi bunga Anthurium  raksasa pemberian pertama  dari kakakku, kak Raihan.Ia  selalu memberikanku sepot bunga  Anthurium setiap bulan karna aku  sangat menyukai bunga itu. Entah dari segi  mana aku bisa suka dengan bunga itu. “Mungkin dari bentuknya yang  bergelombang,” pikirku. Kak Raihan adalah seorang kakak yang  selalu membantuku dalam segala hal dan ia  tak pernah membentakku sama sekali.  Setiap ia berkata padaku ia selalu lembut  padaku. Dia bukan hanya seorang kakak  bagiku tapi juga sebagai seorang sahabat  yang selalu ada untukku.Dia selalu  menasihatiku dan membimbingku terutama  dalam urusan agama.Tapi, hal yang satu  inilah yang aku tak suka darinya....

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!

Ahza Bookstore