Category: Monogatari

TELUNJUK SI MUNGIL ‘ACIFA’

By :As-syifa Azzahra Al-Mustanir.   drise-online.com – Disebuah pusat perbelanjaan, seorang ibu menggandeng anaknya, yang baru berusia 3 th. Beberapa pasang mata memperhatikannya. Selain pipinya yang tembem, gamis mungil dan kerudung mungil sebatas dadanya, menarik perhatian beberapa pengunjung Mall, apa lagi warna antara gamis dan kerudungnya senada, warna merah jambu. “Dek, nanti didalam, dedek gak boleh lari-lari dan gak boleh pisah sama Ummi ya!” gadis kecil itu hanya mengangguk tanda dia setuju, mata beningnya mengerjap-ngerjap. Umminya mengangkat tubuh mungilnya, lalu memasukkannya kedalam trolley belanja. Sejurus kemudian seorang prempuan muda, berlalu dihadapannya dan Umminya, refleks dia bilang. “Ummi kok keludung...

Read More

Antara Aku, Mama & Om Fahmi

By: Maya Dewi   drise-online.com – “Om bukan siapa-siapa bagiku, om gak berhak mengatur hidupku!” teriakku kepada lelaki paruh baya di hadapanku. Kubalikkan badan dan segera berlari memasuki kamar, dengan kesal kubanting pintu kamarku, braaaakkk… Dari dalam kamar, lamat-lamat kudengar suara tangisan mama diselingi suara Om Fahmi yang menenangkannya. Aarrgh…kehadiran laki-laki itu telah membalikkan duniaku! Gara-gara dia hubunganku dengan mama jadi dingin, gara-gara dia hubunganku dengan teman-teman satu gank jadi merenggang. Dan gara-gara lelaki brengsek itu juga malam ini aku gak jadi ber-malam tahun baru-an di vila milik papanya Rani. Dari dulu aku tidak akrab dengan adik kembar papa...

Read More

SATU (cerpen islam)

Drise-online.com – Remah-remah cemara belum sepenuhnya tertutupi salju Desember. Ketika pertama kali aku menjejakkan kaki di negara ini, Amerika. Sejatinya negeri Paman Sam ini adalah Kampung halaman bagi keluarga besarku. Hari ini, pemandangan tak seperti kemarin. Tumpukan-tumpukan salju mulai mencair di terpa sinar mentari. Kicau burung mengawali pagi di bulan Januari. Sisa-sisa malam pergantian tahun masih menyemarakkan keindahan di sudut-sudut Kota. Meski dengan itu, kondisi fisik yang lelah berpesta menjadi harga mati yang harus dibayarkan oleh mereka. Ku jejakkan kakiku di atas tumpukan salju yang masih tersisa. Belum di bersihkan oleh para pekerja. Aku baru saja menuntaskan sarapan yang...

Read More

Rusak Satu, Rusak Semua!

Rusak Satu, Rusak Semua! By: Uni Amatullah [Drise-#030] Kalau pesulap butuh mantra abracadabra untuk memunculkan kelinci dari dalam topinya, tidak dengan sekolah kami. Cukup menunggu jarum pendek diangka 10 dan jarum panjang diangka 12, aku bisa mendapatkan kelas yang kosong selama 15 menit. Ya, mantranya adalah bel istirahat pertama. Seperti biasa, Nadine selalu menjadi yang paling terakhir meninggalkan kelas. Kalau ditanya kenapa, jawabnya selalu enggak mau terjadi campur baur dengan mereka yang berdesak-desakan di pintu keluar. Dialah Nadine, teman satu kelasku, salah satu cewek jilbaber di sekolahku. “Nanti siang, temanin aku diskusi di rohis dulu ya sebelum pulang? Mau...

Read More

Mengingatkan Aku Tentang Itu

Mengingatkan Aku Tentang Itu Oleh: Bamz Dekomposer [DRise-#029] Panji-panji hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid itu berkibar dengan gagahnya di Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang.“Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Kalimat Takbir bergumuruh di seputar BAM. Setidaknya pemandangan yang dengan tidak sengaja kusaksikan ini membuatku merindukan kembali berada di tengah-tengah laskar pengibar panji tauhid itu. Pemandangan ini mengingatkanku kembali, bahwa diri ini pernah menjadi bagian dari penggenggam bara ini. Aku ingin bergabung dalam barisan pengibar panji tauhid itu. Tapi, betapa malunya aku. Sehingga langkahku terasa semakin berat. Aku hanya bisa menyaksikan dari teras Masjid Agung saja, aktivitas yang pernah ku sebut...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!