Category: Monogatari

Merah Saga Bumi Suriah

Majalahdrise.com 10 Muharram 1436 H, disalah satu sudut markas mujahidin aku menatap keluar dengan pandangan yang penuh harap, saat musim dingin mulai menusuk tulangku, aku mencoba mengingat mimpiku tadi malam. Ada rasa rindu yang mendalam direlung hatiku, rindu akan keluargaku, rindu akan tanah kelahiranku, rindu akan Indonesia. “Nak, hati-hati kamu di sana… Ibu dan Bapakmu selalu melantunkan do’a untukmu, kami semua menunggumu”, kata-kata Ibuku dalam mimpi tadi malam mengiang ditelingaku. Aku mencoba menepis rinduku walau sebenarnya aku memang sangat rindu dengan orang tuaku. Semenjak 4 tahun keberadaanku di Suriah, aku belum pernah pulang ke Indonesia. Masih ku ingat awal...

Read More

PARODI GARUDA

Majalahdrise.com – Ukiran burung emas itu masih terpajang di atas papan tulis kelasku seperti dulu. Aku memandangnya tanpa kebanggaan lagi sebagaimana saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. Seorang guru SMA tampak datang tergopoh-gopoh menghampiriku, danmenyapa. “Ka-el, apa kabar? Lama sekali bapak tak melihatmu.” Aku tersenyum balik, dan menjabat tangan beliau. Erat. Ka-el, itu namaku. Sebuah nama yang absurd. Seabsurd kisah tentang bagaimana aku memperolehnya. Bapakku sangat mencintai Superman, manusia fatamorgana paling legendaris dari planet krypton. Koleksi tentang si manusia baja, mulai dari beberapa poster, kaos, action figure, dan barang aneh lainnya pun menghambur di rumah...

Read More

Sadarlah Wahai Berlian Yang Tersingkap!

  Majalengka memasuki musim hujan. Cakrawala memuntahkan airnya di tengah petala langit. Awan hitam terbalut kabut yang sangat pekat. Hembusan angin terus menusuk-nusuk kulit disertai guntur yang putih-mengilat. Suasana semakin bergemuruh, membuncah hamparan khatulistiwa. Menambah dingin udara yang semakin tinggi dari detik ke detik. Serasa hidup berada di dataran kutub yang suhu kedinginannya kurang dari 0 derajat celcius. Di dekat jendela kamarnya, Haura masih termangu memandangi lekat-lekat rinai hujan yang terus-menerus menghujami genting rumahnya. Keras, mengalir, membasahi rerumputan yang terhampar di depan beranda rumahnya. Dari jendela kamarnya, Ia pun menyaksikan sihir itu. Di matanya, Majalengka malam itu telah membuatnya...

Read More

Finding Hikmah on Dakwah’s Trip

drise-online.com – Namanya juga Bogor, kota hujan. Meski prakiraan cuaca di tipi bilang kalo hari ini cerah, nyantanya siang ini air langit tetap tumpah membasahi tanah Bogor. Brrrr, dingiiin! Imam memarkirkan motornya di samping rumah. Basah kuyup. Ia baru pulang sekolah. Tadinya sih, mau neduh. Tapi kepalang basah, ya, mandi saja sekalian. “Umiiii, Mamsky hujan-hujanan tuuuuh!” teriak Dian, adik Imam yang berusia tujuh tahun, laporan pada Umi yang lagi sibuk menanggulangi titik-titik kebocoran di rumah. Menadahinya dengan baskom. “Heh! Mamsky, Mamsky!” Imam melotot sambil mengigil di depan pintu. Sumpah! Imam sebel banget. Gara-gara adik perempuan satu-satunya itu keranjingan nonton...

Read More

Semua Untuk Emak

drise-online.com – “Makan batu saja kamu dengan anak-anakmu itu.” Suara keras yang menyayat hati itu terdengar sampai telingaku. Ku lihat wajah emak tertunduk tanpa meneteskan air mata, berbalik arah dan memegang pundakku mengajak pergi dari rumah Bulekku itu. Aku di saat itu yang berdiri di samping emak hanya bisa terdiam terpaku memandang wajah Bulekku tanpa ekspresi. Di pintu dapur Bulekku tetap berdiri memperhatikanku yang tak mau di ajak pulang emak. “Faqih ayo pulang Nak!” Kata emak dengan suara basah menahan tangis. Aku tak mau beranjak dari tempatku berdiri. “Eh eh eh,,,Kenapa kamu terus memandang saya? Dasar anak ndak sopan....

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!