Category: Monogatari

Semua Untuk Emak

drise-online.com – “Makan batu saja kamu dengan anak-anakmu itu.” Suara keras yang menyayat hati itu terdengar sampai telingaku. Ku lihat wajah emak tertunduk tanpa meneteskan air mata, berbalik arah dan memegang pundakku mengajak pergi dari rumah Bulekku itu. Aku di saat itu yang berdiri di samping emak hanya bisa terdiam terpaku memandang wajah Bulekku tanpa ekspresi. Di pintu dapur Bulekku tetap berdiri memperhatikanku yang tak mau di ajak pulang emak. “Faqih ayo pulang Nak!” Kata emak dengan suara basah menahan tangis. Aku tak mau beranjak dari tempatku berdiri. “Eh eh eh,,,Kenapa kamu terus memandang saya? Dasar anak ndak sopan....

Read More

“The world is ours”

drise-online.com – Denting bel tanda sekolah usai, berdentang. Serasa di penjara, ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap siswa. Dibeberapa kelas malah terdengar teriakan-teriakan riang dan tawa lepas seolah melepas beban berat untuk hari ini. Sebentar kemudian, anak-anak telah berhamburan keluar kelas. Oji dan Lulu baru saja usai membereskan buku dan bersiap-siap keluar ruangan ketika Rajib yang belakangan dipanggil Ajibonk, si lelaki tulang lunak yang kerjaannya ngupdate fashion untuk remaja putri dan….ah, si Ajibonk maju kedepan kelas dengan gaya gemulai sambil memegang secarik kertas dengan lengan ditekuk dan ditopang lengan sebelahnya. “hey hey hey”, Ia menyapu ruang kelas...

Read More

TELUNJUK SI MUNGIL ‘ACIFA’

By :As-syifa Azzahra Al-Mustanir.   drise-online.com – Disebuah pusat perbelanjaan, seorang ibu menggandeng anaknya, yang baru berusia 3 th. Beberapa pasang mata memperhatikannya. Selain pipinya yang tembem, gamis mungil dan kerudung mungil sebatas dadanya, menarik perhatian beberapa pengunjung Mall, apa lagi warna antara gamis dan kerudungnya senada, warna merah jambu. “Dek, nanti didalam, dedek gak boleh lari-lari dan gak boleh pisah sama Ummi ya!” gadis kecil itu hanya mengangguk tanda dia setuju, mata beningnya mengerjap-ngerjap. Umminya mengangkat tubuh mungilnya, lalu memasukkannya kedalam trolley belanja. Sejurus kemudian seorang prempuan muda, berlalu dihadapannya dan Umminya, refleks dia bilang. “Ummi kok keludung...

Read More

Antara Aku, Mama & Om Fahmi

By: Maya Dewi   drise-online.com – “Om bukan siapa-siapa bagiku, om gak berhak mengatur hidupku!” teriakku kepada lelaki paruh baya di hadapanku. Kubalikkan badan dan segera berlari memasuki kamar, dengan kesal kubanting pintu kamarku, braaaakkk… Dari dalam kamar, lamat-lamat kudengar suara tangisan mama diselingi suara Om Fahmi yang menenangkannya. Aarrgh…kehadiran laki-laki itu telah membalikkan duniaku! Gara-gara dia hubunganku dengan mama jadi dingin, gara-gara dia hubunganku dengan teman-teman satu gank jadi merenggang. Dan gara-gara lelaki brengsek itu juga malam ini aku gak jadi ber-malam tahun baru-an di vila milik papanya Rani. Dari dulu aku tidak akrab dengan adik kembar papa...

Read More

SATU (cerpen islam)

Drise-online.com – Remah-remah cemara belum sepenuhnya tertutupi salju Desember. Ketika pertama kali aku menjejakkan kaki di negara ini, Amerika. Sejatinya negeri Paman Sam ini adalah Kampung halaman bagi keluarga besarku. Hari ini, pemandangan tak seperti kemarin. Tumpukan-tumpukan salju mulai mencair di terpa sinar mentari. Kicau burung mengawali pagi di bulan Januari. Sisa-sisa malam pergantian tahun masih menyemarakkan keindahan di sudut-sudut Kota. Meski dengan itu, kondisi fisik yang lelah berpesta menjadi harga mati yang harus dibayarkan oleh mereka. Ku jejakkan kakiku di atas tumpukan salju yang masih tersisa. Belum di bersihkan oleh para pekerja. Aku baru saja menuntaskan sarapan yang...

Read More

Fast Respond



Newsletter

Follow Us!