CEWEK GLAMOR | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Female Corner >> CEWEK GLAMOR
CEWEK GLAMOR

CEWEK GLAMOR




Majalahdrise.com – Menjadi seleb di Tanah Air selalu menjadi mimpi sebagian masyarakat. Terutama kalo ngelihat gaya hidup mewah kaum sosialita yang banyak diwakili oleh kalangan seleb. Masyarakat menganggap bahwa menjadi seleb itu profesi yang menjanjikan dan pasti menghasilkan banyak uang. Makanya ajang pemilihan bakat ramai terus?

Antrian pendaftar audisinya kerap mengular ngalahin barisan penerima zakat. Wajah-wajah mupeng remaji yang pengen jadi selebriti terlihat saat mata mereka tak lepas dari gencarnya pemberitaan seputar gaya hidup seleb yang serba glamour. Apalagi para seleb perempuan di tanah air kita ini. Berasa gak afdhol kalau dunia nggak tahu kesehariannya. Mulai jalan ke seantero negara dengan jet pribadi, sampai pamerin ternak mobil mewahnya yang limited edition. Belanja juga gak tanggungtanggung, kudu barang branded termahal. Seorang selebriti malah dengan bangga pernah memamerkan barang belanjaannya dari Hongkong yang jumlahnya sampai 9 koper.

Katanya sih duit yang abis sampai 9 M. Gak mau kalah, artis lainnya bahkan ngaku, saat berada di salah satu pusat belanja kelas dunia, Ia sampai merogoh Rp 1 miliar untuk memborong kebutuhan manggungnya. Gila…sementara rumah mewah? Berasa gak cukup kalau hanya satu. Ampun deh. Seorang artis bisa merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa tampil sempurna di depan penggemar. Mulai dari suntik botoks sampai sedot lemak, yang bisa ngabisin duit jutaan rupiah. Itu belum seberapa. Keglamoran dan sikap hedonis mereka juga sangat jelas ketika mereka memberi hadiah atau kado untuk menyenangkan orangorang tercintanya, kado mewah yang bisa membuat masyarakat berdecak, antara kagum dan gemas menahan iri.

Gimana dengan artis muda yang bersileweran di layar kaca? Sama aja. Di setiap kesempatan, ada aja media hiburan yang ngulik kehidupannya. Mulai dari urusan asmara, sampai urusan hoby makan biaya. Dari urusan koleksi barang mewah, sampai pola hidup yang serba wah. Ngiri? Sebagian remaja malah ngiler! Nah, Apa yang mencolok dari hal ini? Yap,Yang paling mencolok sudah pasti gaya hidup para seleb yang selalu tampil glamour. Gaya hedonis mereka terlihat jelas lewat bagaimana mereka membelanjakan uang untuk kemewahan, kecantikan, kenyamanan, kenikmatan atau memanjakan diri sendiri, bahkan orang yang mereka cintai. Lantas para penonton ngapain? Penonton Cuma bisa berdecak kagum dan mulai menggantung mimpi setinggi langit, sambil mikir gimana caranya bisa nyicip kehidupan glamour ala selebriti.

Hati-hati dengan Gaya hidup

 Sebagai public figure, para seleb perempuan kita ini gak hanya jadi tontonan, tapi juga udah jadi tuntunan. Gaya hidup yang kerap diberitakan, justru menyedot perhatian sebagian perempuan untuk mati-matian berusaha gimana caranya merasakan kehidupan yang serba mewah. Tak terkecuali anak cewek seusia kamu-kamu, Non. Ada lho yang malah bikin komunitas di sekolahan berdasarkan mewahnya barang yang dipakai, atau sekedar dipamerin di sekolahan.

Bikin geng juga berdasarkan status sosial. Tuntutan untuk hidup mewah, membuat sebagian anak cewek terjebak dalam pola hidup konsumtif. Brand fashion mulai meneror kantong seragam. Label limited edition jadi mantra sakti yang menyihir naluri belanja remaja. Produk kecantikan dengan harga fantastis, menjadikan anak cewek merasa gelisah kalo nggak punya. Sementara, duit dari bonyok masih terbatas.Ya, Biar kata gak ada duit juga, yang penting gaya, bisa nongkrong di tempat-tempat berkelas. Kalau perilaku kamu udah rada-rada kayak gini, hati-hati. Apalagi kalau udah mulai belajar bo’ong ke bonyok. Minta duit katanya buat kebutuhan sekolah, faktanya dipakai buat beli kebutuhan lain. Kalau gak, dipakai jalan, bareng teman se-geng, hayoo…

Sebagai cewek, kamu kudu hati-hati sama naluri konsumtif. Keinginan untuk memiliki barang mewah, kadang menjadikan sebagian teman seusia kamu rela mengorbankan apapun untuk itu. Harga diri bisa dipertaruhkan, semata untuk memperoleh materi. Bahkan nih, Kehormatan seolah gak ada lagi harganya, ketika kesenangan dunia telah menjadi tujuan. Ada yang sampai klepto bahkan menggadaikan kesucian diri, hadeuhhh. Miris deh. Masih imut gini lageh!

Kudu gimana?

Non, Kamukamu kudu ngeh, bahwa kebahagiaan dunia ini semu bahkan bisa membutakan hati dan pikiran. Kalian juga kudu faham, kalau system saat ini menganggap bahwa seluruh keinginan adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Gak dipilah, yang mana keinginan, dan yang mana kebutuhan. Kacau gak tuh? Kacau banget. Hasilnya? Manusia bisa sampai keliru menempatkan kebutuhan.

Coba, ada lho anak cewek yang sampai kabur dari rumah Cuma karena gak dibeliin ponsel mewah. Padahal, itu kan cuman keinginan doang, bukan kebutuhan. Gini nih kalau kalau udah terjebak pola hidup konsumtif. Kudu jadi bahan perhatian nih, Ada lho yang lebih mulia dari pada kemewahan dan harta dunia. Apa itu? Ilmu. Yup, ilmu. Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya.

Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah, Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang. Nah, lho. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang. Benar kan? So, nona-nona, gak usah terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Gak usah nyibukin diri mikir, gimana caranya bisa ngedapatin duit sebanyakbanyaknya agar bisa menikmati kehidupan yang serba mewah. Fokus, banyak-banyak nimba ilmu, karena ilmu, lebih berharga dari dunia dan seisinya. Yuuhuu! [Juanmartin]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 54




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − four =