Si Cewek : “Eh, minta PIN BB dong”

Si Cowok : “Untuk apa?”

Si Cewek : “Kali aja ada urusan apa gitu. Nambah teman kan boleh dong”

Si Cowok : “Oh gitu, Okey deh”

Si Cewek : “Oya, alamat kamu juga dong? Kali aja aku ngapel ke rumah kamu”

Si Cowok : (gubraks!)

 

drise-online.com – Zaman sekarang ini banyak fenomena yang nggak biasa di tengah-tengah kita kaya dialog cewek pecicilan bin genit van ganjen di atas. Dulunya, biasanya kaum adam yang lebih agresif pedekate sama gadis yang ditaksirnya. Sekarang ini, cewek-cewek seolah nggak mau kalah. Malahan, kaum hawa lebih aktif ngecengin cowok-cowok. Apalagi kalau cowoknya cakep, atletis, plus anak orang kaya. Dijamin banyak cewek yang naksir dan SKSD gitu. Naksir dengan menunjukkan sinyal-sinyal, baik yang ‘low risk’ sampai yang ekstrim. Malu nggak ya? Hemm…. yah tergantung setebal apa urat malunya. Bisa tengsin, bisa juga cuek. Terlebih lagi jika hal tersebut jadi kebiasaan umum alias lumrah. Seolah itu jadi pembenaran buat yang melakoninya. Sah-sah ajalah, teman-temanku juga kayak gitu. Malah lebih parah! Ups

 

PENGEN EKSIS NIH YE!

Yup! Cewek pecicilan itu haus pengakuan. Kenali dan koreksi diri kita dari sifat-sifat pecicilan. Kalau kita doyannya nge-gosipin cowok melulu, bisa-bisa ini jadi awal kita bersikap agresif pada lawan jenis. Awalnya sekedar ingin tau, lama-lama ingin bertemu, ujung-ujungnya rindu. Maka mulailah berusaha nelpon dia, padahal nggak penting-penting amat. Nah loh! Abis nelpon, janji ketemuan, ehh… si cowok menyambut, akhirnya terjadilah hubungan ilegal alias pacaran. Ingat, pacaran itu sudah pasti mendekati perzinahan. Hubungan anti zina ya cuma pernikahan. Seratus persen halal!

Pecicilan juga bisa terlihat dari cara berpakaian. Tampak mengumbar aurat dan dandan berlebihan, itu jadi ciri-ciri cewek pecicilan. Sebelas dua belas dengan cewek cabe-cabean. Tujuannya, tentu menarik perhatian lawan jenis. Plis, Girls! Sederhanakan diri, tutup auratmu. Buat apa eksis tapi jadi investasi dosa?!

 

PESONA MUSLIMAH

‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

 

Hadist ini merupakan sindiran buat manusia yang kehilangan rasa malunya demi syahwat duniawi. Banyaknya perempuan yang menggadaikan rasa malu bisa membawa kehancuran di muka bumi. Bersolek dan memakai wewangian berlebihan, seolah minta digoda dan menjual harga dirinya.

 

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

 

Padahal setiap inci tubuh wanita, bahkan suara pun harus dijaga. Sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Yuk, jaga diri dengan bersikap apa adanya, tidak over-acting dan menundukkan pandangan. Kalo mau eksis, nggak perlu pecicilan atau gabung dengan komunitas cabe-cabean. Percaya deh, kamu nggak otomatis jadi hebat, tambah cute, makin cantik, atau banyak dilirik kaum adam dengan bersikap pecicilan. Bisa jadi lawan jenis malah jengah, jijik, dan kesannya lebay gitu deh. Mending ikut pengajian biar jadi wanita sholehah. Dijamin eksis dunia akhirat. Mulia di hadapan Allah pun dihadapan manusia. Ikhwan sholeh bakal ngantri siap menjadi pangeranmu. Nggak heran kalo kamu dicemburui bidadari surga. jadi Mau? [Alga Biru]

 

Box

‘NAKSIR’ ALA KHADIJAH

”Wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukannmu yang mulia, akhlakmu yang baik, integritas moralmu dan kejujuran perkataanmu.”

 

Begitulah ucapan Bunda Khadijah tatkala ‘melamar’ Rasulullah SAW. Tentu setelah sebelumnya beliau menyuruh pelayannya untuk menginvestigasi seluk beluk perangai Rasul Saw. So, nggak main sosor loh ya!

Setelah yakin dengan hasil pengamatan tersebut, maka Khadijah yang terhormat dan idola lelaki Makkah ini mantap untuk bersuamikan Muhammad yang dijuluki ‘al-Amin’ di tengah kaumnya. Bukan ajakan pacaran, atau sekedar pemberi harapan palsu. Nah, yang ini boleh dicontoh. Ini

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #37