GOL GOL FATIMAH!. Itu judul sinetron. Yang main  Yuki Kato (Fatimah) en Steff William (Ridho). Saya  Gsendiri cuma pernah sekali-sekalinya liat, awal tahun  ini kalau nggak salah. Yuki pakai kerudung terus nendang  bola di sinetron itu.

Ya ampuun, nggak pantes bangeeettt!!!  Sinetron memang cukup banyak juga yang  ngangkat cerita tentang cewek dan bola. Dulu, waktu saya  masih SD, apa SMP ya (lupa). Ada sinetron Rohaye en Ongky  (Kecil-kecil Jadi Manten). Terus pas saya beranjak remaja,  ada lagi sinetron Olivia (yang main Velove Vexia en Raffi  Ahmad), itu juga sama ngangkat cerita tentang bola. Dan  apakah mereka semua artis-artis cewek itu keliatan keren  saat lari-lari di lapangan saat main bola? Nggak kan?

Oke, oke. Mungkin kegilaan cewek terkait sepak  bola bukan hanya terbatas dari keinginan untuk bisa ikutan  tampil dan terjun di lapangan hijau kali ya. Malah mungkin,  aslinya cewek bukan mau jadi pemain sepak bola. Tapi lebih  kepengen jadi istri, pacar, or kecengan sang pemain idola.  Hahay! Yoi, udah jadi rahasia umum cewek gibol bakal  histeris kalau udah liat tampang pemain bola yang ganteng  en kece. Sebutlah Cristiano Ronaldo, David Beckham, Kaka,  Michael Owen, Enzo Zidane, Gonzalo Higuain, atau kalau di  Indonesia sendiri nama Irfan Bachdim en Kim Kurniawan  yang blasteran Belanda pun jadi sorotan cewek gibol.  Ampuuun deh!

Dan kalau udah gibol, cewek bisa jadi gokil dan  menganaktirikan akal sehatnya. Rela begadang demi  mentengin sang cowok demenan di layar kaca yang lagi  bertanding (nggak peduli kesehatan?), beli poster en  ditempel di dinding-dinding kamar (menuhankan banget  nggak sih?), rela ngabisin waktu hanya untuk baca mengenai  profil en seluk beluk kehidupan sang ‘idola’ (lebay nih!), rela  ngumpulin uang buat beli tiket nonton bola en ngantri  seharian demi kepuasan ketemu sang ‘idola’ (padahal kalau  buat sedekah biasanya mah berat banget?), semua pernak-pernik pasti soccer type (segitunya???). Yooo! Belum lagi  kalau ngobrol sama temen, widiiih…

Pasti semuanya bola en  bola. Bahkan ada juga mungkin dalam kamus cewek gibol  yang punya pemikiran; rela ngelakuin aksi buka baju dan  tidur dengan sang ‘idola’??? Na’udzubillaah… Sampai disini, kamu yang gibol, taraf nyandunya  udah sampe mana? Istighfar euy, Wahai Cewek Gibol..  D’Riser, sadarilah bahwa kita sebagai seorang  Muslimah, memiliki tanggung jawab besar untuk  menyelamatkan generasi. Muslimah adalah sebaik-baik  perhiasan dunia.

Dan perhiasan dunia itu adalah Muslimah.  Yang sholehah. Dan dengan kita mena’ati hukum syara’;  menjaga kemuliaan diri (iffah) dan menutup aurat dengan  sempurna (dengan kerudung dan jilbab), sebenarnya kita  sudah melakukan sesuatu yang sangat besar  (menyelamatkan generasi) karena menutup semua akses  kebejatan moral yang bisa ditimbulkan dari kelalaian  keduanya. Dan dari kedua hal tersebut juga, secara tidak  langsung kita berdakwah. Hmm! Saat kita konsisten menjadi  Muslimah Kaffah sebagai high choice en best image, kita  sedang berdakwah tanpa kata-kata. Melainkan berdakwah  dengan qudwah en ushwah (memberikan teladan en rujukan).

Maka itu, kita sebagai Muslimah harus mau dan bisa  menjaga kemuliaan diri dan menutup aurat dengan sempurna.  Karena itu kewajiban yang datang dari ALLAH yang nyiptain kita  dan alam semesta. Nggak ada pilihan selain patuh. Ingkar dan  berat menjalani, berarti masih ada masalah dengan iman kita. D’Riser, suka olahraga nggak dilarang, tapi harus  diperhatikan betul olahraga macam apa yang harus dipilih.  Nggak bisa sembarangan. Islam bahkan sangat keras melarang  kita untuk mengambil segala sesuatu yang bisa menghantarkan  kepada keharaman. Al wasilatu ilal haroom, haroomun; segala  sesuatu yang menghantarkan kepada keharaman, maka  menjadi haram. Sepak bola jelas menuntut cewek untuk  berbuat lebih di luar kodratnya. Iffah dan aurat wanita mau  nggak mau tergadai karena aktivitas permaianan olahraga yang  satu ini. Giliran bukan pengen jadi pemainnya, cuma suka  pemainnya, sama bae; melalaikan, membutakan.

Karena ujung-ujungnya bisa membagi cinta kepada sesuatu yang tidak halal.  ALLAH diduakan? Jadi kalau sekarang masih gibol, tinggalin ajah status  gibolnya. Karena sampai kapan pun, menurut saya, cewek tuh  nggak cocok banget sama yang namanya sepakbola. Istighfar,  minta ampun ke ALLAH dan cukup hal tersebut dijadikan  sebagai pelajaran. Ke depannya, kita harus bisa memastikan,  bahwa kita ready untuk jadi Muslimah ideal yang ta’at Syari’at.  Dooi suru yo ne? Hmm! Harus! Mari berusaha! [Hikari]