MajalahDrise.com – Gaya busana cowok sehari-hari umumnya cenderung abstrak alias sekenanya. Gak peduli matching atau nggak, yang penting nyaman dipakai. Kalo ada cowok yang perhatian banget dengan penampilan, apalagi sampai sempet-sempetnya bongkar lemari cari padu padan atasan dan bawahan saat mau bepergian, bisa jadi ini cowok ‘abnormal’. Gak salah. Cuman mungkin doi termasuk kaum cowok fashionista.

Cowok fashionista adalah kaum adam yang cukup piawai memadukan setelah busananya. Mereka so pasti melek tren fashion. Pakaian taksekedar nutup aurat, tapi mesti enak dilihat dan jadi pusat perhatian. Makanya wajar kalo mereka deket banget temenan sama cermin. Apalagi kalo mau cabut, ngaca dulu sampe pecah tuh cermin. Hehehe..

Menurut kamus Oxford English Dictionary, fashionista berarti semua orang yang berkecimpung dalam dunia fashion, termasuk desainer, fotografer, model, penulis fashion dan lain-lain, juga untuk siapa saja pemuja industri fashion dan pemakai pakaian high-fashion.

Secara istilah, kata ‘fashionista’ pertama kali dilontarkan oleh Stephen Fried ketika ia menulis sebuah buku Thing of Beauty : The Tragedy of Supermodel Gia Carangi.Kisah tragis model yang tewas karena over dosis narioba. Saat itu, Stephen terinspirasi untuk menambahkan ‘ista’ pada kata fashion setelah membaca sebuah majalah retro yang terbit akhir abad 70-an, ketika Sandinistas di Nikaragua sedang mendominasi Headline mereka.

MAJALAHDRISE.COM - Cowok Fashionista

Fashionista atau Korban Fashion

Saking pedulinya dengan penampilan, cowok fashionista juga sering disebut pria metroseksual. Istilah yang lahir dari gabungan dua suku kata, metropolis dan heteroseksual. Pria metroseksual dengan mudah dikenali dari cara berpakaiannya yang fashionable banget. Wajar kalo cowok fashionista banyak menarik perhatian lawan jenis. Atau malah sesama jenis. Iiih…jijay!

Ngikutin tren fashion nggak ada habisnya. Setiap hari, selalu ada aja yang baru. Kalo cowok fashionista ngotot pengen update terus cara berbusananya, mesti tebel tuh kantong. Lantaran, udah pasti busana keluaran terbaru bakal dibandrol eksklusif. Masih mending kalo modelnya pas dengan postur tubuh, kebanyakan malah kesannya maksa. Udah tahu badan tumbuh ke samping, ngeyel pengen pake skinny jeans. Hasilnya, keliatan kaya piramida terbaik daripada dandanan menarik. Atau mereka yang berwajah kotak ikut-ikutan pake kacamata retro yang malahan tambah membuat muka mereka bersiku kayak balok-balok Tetris. Miris!

Parahnya, kalo tren fashion udah nggak peduli lagi dengan jenis kelamin. Baju cowok dipake cewek, sebaliknya yang cowok juga dengan pedenya berbusana ala kaum hawa. Cewek tampil tomboy bin perkasa, sementara cowok jadi kemayu bin gemulai. Hati-hati ah!

 

Don’t Over Do it!

Driser, Islam nggak melarang kita untuk berpenampilan rapi bin menarik. Tapi bukan berarti bebas aturan main lho ya. Tetep, sebagai agama yang sempurna, islam punya aturan cara berpakaian biar kemuliaan kita tetap terjaga dunia akhirat.

Pertama, cowok nggak boleh pake busana cewek begitu juga sebaliknya. Lantaran termasuk tasyabuh alias menyerupai. Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda: “Alloh melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Adu Duad: 4/157, An-Nasa’i: 371)

Kedua, nggak boleh pakai fashion yang menyertakan simbol agama tertentu. Seperti salib, bintang david, atau gambar dewa. “Barangsiapa yang meniru-niru (perbuatan) suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (lihat Shohih Abi Daud: 3401)

Ketiga, selalu menutup aurat dan tak memancing syahwat. Tujuan kita berbusana adalah ridho Allah, bukan tebar pesona di hadapan kaum hawa.

So, pandailah memilah dan memilih pakaian kalo kamu termasuk cowok fashionista. Tentu dengan memperhatikan aturan main berpakaian dalam Islam ya. Satu catatan penting, “Fashion means style. Fashion is not something the models wear over the catwalks. Fashion is what you are wearing, and it should makes you look good on it”. Ngukur diri aja. Busana yang dipakai para model di atas catwalk atau para selebriti, belon tentu cocok untuk diri sendiri. Bijaklah dalam berbusana. Yang penting, ridho Allah tetap terjaga. Yuk! [@Hafidz341]

 

BOX

Biar Nggak Jadi Korban Fashion

  1. Selektif

Kamu mesti belajar memilah dan memilih kalo beli baju. Terutama yang lagi tren. Jangan mudah terpancing oleh provokasi SPG atau SPB. Kalo perlu, coba dulu di kamar ganti. Ngaca deh biar puas. Kalo bajunya cocok dan gak bikin katro, masukin keranjang belanjaan.

  1. Tidak berlebihan

Dunia fashion cowok itu nggak serumit kaum hawa. Berpakaian simple dan rapi tetap bikin kamu menarik kok. Lantaran kalo busananya rumit dan cenderung rame, entar orang susah bedain kamu sama badut. Hehehe…

  1. Hindari brand minded

Meski kita tergolong fanatik sama satu merek fashion tertentu, tetep kendalikan diri. Lantaran nggak semua produk dari clothing line atau brand ternama cocok dengan kamu. Sesuaikan aja dengan kebutuhan dan kepantasan. Biar keliatan serasi dan nggak menzholimi orang lain yang liat.

Ingat, “it’s not about the clothes you wear it’s about how you wear them” – J. Bassil. Setuju dong?[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44