Cowok Pemaaf atau pendiam | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> Cowok Pemaaf atau pendiam
Cowok Pemaaf atau pendiam

Cowok Pemaaf atau pendiam




Majalahdrise.com – pernah nonton film Rambo, Batman,  atau Ironman? Mereka salah tiga dari  idola remaja dengan aksi heroiknya.  Bayangin aja, seorang Rambo yang hanya  dibekali pisau belati dengan teknik perang  gerilya mampu bikin kocar-kacir pasukan  musuh yang bersenjata lengkap. Begitu juga  Batman dengan teknologi batmobilnya atau  Ironman dengan pakaian super canggihnya.  Di antara Rambo, Batman, atau  Ironman perbedaannya udah jelas.

Beda  film, beda musuh, beda teknologi, dan tentu  beda karakter. Namun ada satu kesamaan  yang menjadi daya tarik mereka di layar  lebar. Revenge alias balas dendam. Catet! Memaafkan kesalahan orang lain bagi  anak cowok, itu nggak gampang. Lantaran  dari film yang banyak ditonton remaja,  kayanya type pejantan tangguh itu justru  kisahnya menebarkan aroma balas  dendam. Batman berlatih keras bela diri  untuk membalas dendam kematian orang  tuanya.

Rambo meluluhlantahkan seluruh  kota, setelah diperlakukan tak adil.  Sementara Ironman membentuk baju  besinya dan kembali menghancurkan  markas musuh yang menyekapnya. Dan  tentunya kita tak bisa melupakan hebatnya  Don Vito Corleone yang menjadi tokoh sentral film mafia The God Father. Dari kisah-kisah di atas, keliatan kalo  karakter seorang cowok macho itu  digambarkan enggan memaafkan  kesalahan orang lain. Kalo dilakukan, seolah  menunjukan sisi lemah laki-laki. Nggak  maskulin. Masa sih?

Balas Dendam = Keadilan?

Dendam itu manusiawi. Rasanya  cukup adil kalo orang yang telah menyakiti  kita, merasakan hal yang sama. Sebaliknya,  kalo dimaafkan kok rasanya kita jadi kalah.  Dia seperti berbahagia di atas penderitaan  kita. Apalagi kalo dianya nggak merasa  bersalah atau enggan meminta maaf.  Makin esmosi aja dibuatnya. Makanya  dianggap wajar kalo kita marah untuk  ngasih balasan setimpal atau bahkan lebih  kepada orang yang telah menyakiti kita. Ya kalo kita ngikutin perasaan,  pastinya ada seribu alasan untuk  membenarkan. Setan akan menghalalkan  segala cara untuk menjerumuskan Apalagi  kalo udah dikasih bumbu keadilan demi  ngasih pelajaran. Pas banget dah untuk jadi  cowok pendendam.

Padahal kenyataannya, balas dendam  tak berarti sukses meraih keadilan. Hanya  memuaskan nafsu semata. Karena  hakikatnya, keadilan itu datangnya dari  yang Maha Kuasa. Orang yang melakukan  kesalahan akan merasakan akibat  perbuatannya bukan karena amarah kita.  Tapi karena konsekuensi perbuatan mereka  sendiri. Apa yang dia tanam, itu yang akan  dia tuai. Ibaratnya cermin, dia akan  menerima perlakuan yang sama seperti  yang pernah dilakukan pada orang lain. Itu  udah sunatullah. Jadi, balas dendam itu tak  identik dengan keadilan. Catet

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × 4 =