drise-online.com – Fenomena “cowok sok pahlawan” ini bakal keliatan banget di dalam aktifitas pacaran. Di dalam aktifitas baku syahwat ini, cowok bisa jadi sangat sok pahlawan kalo di depan pacarnya. Dia bakal jadi yang paling perhatian, paling sayang, dan bahkan paling ngebelain kalo ada nyamuk yang hinggap di tubuh pacarnya. Tapi kepengecutan bakal langsung muncul kalo tu cowok udah ditanya soal kapan datang melamar. Biasanya mereka cuman bakal ngejawab, “udah kita jalanin aja dulu”, atau “kita mengalir aja dulu.” Padahal semua jawaban itu cuman buat ngeles doang.

Kepengecutan juga bakal tampak kalau udah terjadi hal-hal yang fatal, seperti hamil di luar nikah. Ketika ceweknya datang sambil mewek terus minta pertanggungjawaban, dia malah melongo nggak bisa berbuat apa-apa, dan ujung-ujungnya kabur begitu aja. Semua tindakan cowok yang sok pahlawan ini akan terlihat sangat jelas di dalam aktifitas pacaran.

Fenomena “cowok sok pahlawan” ini juga keliatan banget dari solidaritas nggak jelas anak-anak yang suka tawuran. Kalo ada temennya yang diejek atau dipalak sekolah lain, mereka dengan lantangnya akan membela kawannya itu, kalau perlu mereka akan menyerang balik siswa dari sekolah yang melakukan tindakan itu. Atau kalo ada temennya yang pacarnya direbut sama anak sekolah lain, mereka juga akan bertindak membelanya. Ujung-ujungnya adalah tawuran yang terjadi di tengah jalan dan pinggir jalan. Yang kayak begini ini bukannya pahlawan, tetapi kriminal. Karena mereka melakukan pembelaan kepada hal-hal yang nggak penting dan nggak ada artinya sama sekali.

Driser, emang wajar kalo cowok punya sifat kepahlawanan. Udah bawaannya dari lahir kelees…. Biologi para cowok didominasi hormon-hormon macam testosteron yang mendorong mereka jadi agresif, hasrat berburu kekuatan sosial, ambisi dan kemandirian. Cowok juga lebh banyak diisi hormon vasopressin yang bikin cowok jadi mementingkan teritorialitas, hierarki, kompetisi dan ketekunan. Cowok emang dikaruniai untuk menunjukkan keberanian dan semangatnya, juga mengorbankan diri untuk kehormatan dan kekuasaan. Termasuk, keberanian mengambil resiko untuk orang yang dicintainya. Cowok sejati emang the hero!

Tapi perlu dibedakan cowok yang sok pahlawan dengan yang berjiwa pahlawan. Bedanya ada dalam soal ketulusan. Cowok yang sok pahlawan berbuat baik karena ada udang dibalik bakwan. Ia menolong orang karena cari muka atau mengharapkan balasan dari orang yang ditolongnya. Sementara mereka yang berjiwa pahlawan, menolong tanpa pamrih atau imbalan. Tujuannya murni cari pahala. Jadi siapa saja dia tolong, nggak ngeliat status sosial atau level kecakepan. Mau akhwat ‘macan’alias manis dan cantik atau nenek-nenek yang keriput bin bau tanah, sama-sama ditolong tanpa imbalan.

Jiwa pahlawan itu lahir dari pemahaman tentang kehidupan, pahala, dan surga. Cara memupuknya gampang aja. Kenali Islam lebih dalam dengan rutin ikut pengajian. Karena hanya Islam yang bisa kikis sifat sok pahlawan sekaligus menyuburkan keikhlasan. Dengan sendirinya, jiwa pahlawan menjadi bagian dari pribadi kita. Siap menolong sesama walau tanpa liputan media massa atau sorotan kamera. Ikhlas lillahi ta’ala. Siap?! [@SayfMuhammadIsa]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39