Majalahdrise.com – Ngomongin soal hoby kaum adam  emang gak ada abisnya. Apalagi  kalo udah asyik dengan hobynya,  dijamin dunia serasa milik sendiri. Lupa  waktu. Lupa diri. Untung gak lupa bernapas.  Nah, salah satu kegiatan yang  biasanya dilakonin anak cowok itu mancing.  Eits, jangan salah ya. Biar cowok identik  dengan jawara, bukan mancing keributan  yang kita  aksud. Tapi mancing beneran alias  mancing ikan. Mereka itulah yang dijuluki  cowok ‘tuman’ alias cowok tukang mancing.  Hehehe…!

Sejarah Memancing Kegiatan memancing boleh dibilang  salah satu teknik menangkap ikan. Konon  kabarnya, teknik menangkap ikan ini sudah  di kenal sejak 10.000 tahun yang lalu.  Buktinya, banyak di temukan tulang-tulang  ikan dan alat untuk menangkap ikan yaitu  mata kail dan tombak ikan di dalam gua  jaman batu. Bahan untuk membuat mata  tombak ikan adalah batu yang diruncingkan  menggunakan batu. sedangkan bahan  untuk membuat mata kail adalah tulang  yang dibentuk menjadi mata kail  menggunakan batu. Menurut analisa para arkeolog  walaupun tidak ditemukan tali untuk  mengikat mata kail namun di pastikan  benang atau tali yang diigunakan untuk  mengikat mata kail terbuat dari bahan serat  kayu yang kuat dan ulet serta tahan untuk  menarik ikan.

Perkembangan dari zaman batu ke  zaman batu baru atau disebut juga zaman  Neolitik sekitar 4.000 – 8.000 tahun yang  lalu telah merubah bahan yang digunakan  untuk membuat mata kail yaitu disamping  dari tulang juga telah dibuat mata kail dari  bahan kayu yang keras sehingga tidak  mudah patah, pada zaman ini sudah  berkembangan tehnik memancing tidak  hanya menggunakan tombak ikan tetapi  juga alat pancing menggunakan benang  atau tali dari bahan serat pohon yang kuat  dan panjang serta telah menggunakan  semacam pelampung dari bahan pohon  kayu. hal ini dibuktikan dengan penemuan  makanan (Ikan) yang diawetkan  menggunakan garam atau pengasapan. Saat ini mata kail tidak lagi  menggunakan tulang atau pun kayu tetapi  sudah menggunakan besi atau sudah  menggunakan baja dengan campuran  bahan lain seperti carbon.

Joran yang digunakanpun sudah jauh lebih baik.  Alat7j-alat pancing saat ini jauh sekali  lebih modern. seperti timah untuk  pemberat, reel untuk menggulung  benang, umpan pancing selain  menggunakan umpan alami juga  sudah menggunakan umpan buatan  (minnows, popper dll) Asyiknya Memancing Banyak alasan yang bikin  kaum adam betah dengan jorannya  sambil nunggu umpan dimakan ikan.  Berikut diantaranya:

1 . Nggak pandang status sosial.  Hobi memancing ini sangat  universal. Meski lebih banyak anak  cowok yang mancing, bukan berarti  kaum hawa gak boleh ikut. Minimal,  anak cewek bisa siapkan menu dan  bumbu buat masak ikan kalo nggak  betah megang joran dan nunggu  tanpa kepastian. Kesannya di-php in  sama ikan. Hehehe..

2 . Nggak perlu biaya mahal. Kita tidak  harus menyewa kapal / perahu dan  menggunakan peralatan pancing yang  mahal. Cukup dengan memanfaatkan  geografis lingkungan di sekitar kita, hobi ini  bisa kita lakukan di kolam, sungai, waduk,  empang, laut, dll.

3 . Ajang relaksasi. Begitulah alasan yang  paling banyak  diutarakan para  mancing mania.  Terkadang,  memancing bukan  bagian dari profesi  atau untuk cari temen  nasi. Dengan  memancing kita  memperoleh  ketenangan jiwa,  terlepas dari semua  tetek bengek urusan  dunia, melatih  kesabaran dan  mempertajam insting  kita akan keadaan di  sekitar kita. Dodie Magis, CHT. mengatakan  bahwa, memancing merupakan salah  satu bentuk relaksasi. Pandangan mata  yang tertuju pada satu titik secara terus  menerus dengan gerakan-gerakan air  yang monoton akan tertangkap oleh  alam pikiran kita dan masuk ke bawah  sadar dimana si pemancing akan  merasakan ketenangan yang luar biasa.  Saat-saat demikian yang membawa  pemancing ‘lupa’ akan segalanya, kesulitan  hidupnya, masalah-masalah yang dihadapi  bahkan bisa dibilang lupa anak-istri, ayah,  ibu, bahkan kekasih, saking asiknya… . Ajang rekreasi. Kegiatan mancing

4.biasanya nggak berdiri sendiri. Biar  lebih seru, sering dipadukan dengan  kegiatan lain yang masih nyambung. Apalagi  kalo mancingnya di alam bebas, sekalian  piknik dan jalan-jalan. Plus masak hasil  tangkapannya. Maknyoss!

Driser, buat kamu yang hobi  memancing kita sekedar mau ngingetin soal  waktu aja. Dari cerita yang beredar, konon  para pemancing suka lupa waktu kalo udah  asyik ngulik umpan dan pegang joran.  Jangan sampai kewajiban terlalaikan seperti  ibadah shalat dan dakwah. Bagus juga kalo  mancing sambil bawa laptop atau buku,  apapun yang bisa bikin tetep produktif dan  optimalkan waktu. Mancing mania,  mantabs! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 52