DERAP RANTAI EPS. 23 | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> DERAP RANTAI EPS. 23
DERAP RANTAI EPS. 23

DERAP RANTAI EPS. 23




Majalahdrise.com – Dengan kasar dan keras, para prajurit itu membawa Rabiah.  Mereka melingkarkan lengan  mereka ke leher Rabiah hingga hampir  tercekik. Prajurit yang lainnya lagi  mencengkeram pundak tangan lengan  Rabiah kuat-kuat. Rabiah hanya bisa  menahan sakit sambil berzikir kepada Allah. Mereka membawa Rabiah menuju  penjara bawah tanah. Dinding-dinding  koridor dari batu menemani Rabiah  menjalani takdirnya. Dia pasrahkan seluruh  nasibnya kepada Allah. Walau pun besok  pagi dia sudah tidak bernyawa lagi, hal itu  pun dipasrahkannya kepada Allah. Dia  sama sekali tidak tahu apa yang sedang  direncanakan Allah untuknya. Para prajurit Persia itu menyeret  Rabiah menuruni tangga batu. Mereka  terus turun ke ruang bawah tanah tempat  di mana jeruji-jeruji besi mengunci orang-orang yang berani menentang kekuasaan  Persia. Prajurit-prajurit Persia itu hendak  melemparkan Rabiah ke dalam kurungan  ketika mereka mendengar teriakan.

“TUNGGU!!!  “

Mereka semua menoleh ke arah  tangga. Terlihatkan dua orang prajurit  Persia menghampiri mereka.

“Ada apa? Orang ini akan dieksekusi  besok pagi. Dia telah menghina Yang Mulia  Badzan. “

Kata salah seorang prajurit Persia  itu.

“Serahkan orang ini pada kami, “

sergah seorang prajurit yang baru datang  tadi.

“Kami diperintahkan untuk membawa  dia, “

tambah kawannya.

“Siapa yang memberi kalian  perintah? “

Kegaduhan itu menarik perhatian  tahanan-tahanan yang lain. Dalam sekejap  bermunculanlah kepala-kepala tahanan  yang melongok dari balik jeruji besi. Mereka  ingin tahu apa yang sebenarnya sedang  terjadi.

“Kami diperintahkan untuk membawa  orang ini, “

prajurit yang baru datang itu  mengulang.

“Perintah siapa? “

Tanpa disangka-sangka, kedua  prajurit Persia yang baru datang tadi  menghantam prajurit-prajurit yang  menahan Rabiah dengan tinju mereka. Dua  orang prajurit Persia terjerembab di lantai  batu. Sedetik kemudian dua orang lagi  prajurit Persia jatuh. Rabiah sama sekali tak  mengenal dua orang prajurit Persia yang  baru datang itu. Sepertinya mereka hendak  membantu Rabiah.

“Saudaraku, ikutilah kami! Jangan  sampai tertinggal! “

Kata salah satu dari  mereka. Mata Rabiah nanar. Dia hampir-hampir tidak percaya apa yang sedang  terjadi di hadapannya. Ada dua orang lelaki  bertopi dan berbaju zirah seragam prajurit  Persia yang membantunya. Namun dia  menguatkan dirinya meski pun pelipisnya  yang dihantam gagang pedang tadi masih  kembang-kempis. Kedua prajurit Persia itu  berlari melintasi penjara bawah tanah dan  Rabiah mengikuti derap langkah mereka.  Para tahanan lain yang sedang mendekam  dalam penjara menanti takdirnya menjadi  ribut saat melihat ada tahanan yang  melarikan diri. Mereka mengguncang-guncangkan jeruji besi penjara dan  berteriak-teriak riuh.

“BEBASKAN KAMI JUGA!!! “

“BEBASKAN KAMIIIIII!!! “




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

five × four =