Banyak hal dilakukan orang hanya agar bisa tampil trendy  dan fashionable. Nguras dompet sih sudah pasti, tapi yang  bikin heran beberapa rela menyiksa diri sendiri demi yang  B namanya fashion. Yup, berikut ini fashion paling berbahaya yang  sempat jadi tren di jaman baheula.

Crinoline

Pernah lihat gambar perempuan Eropa jaman dulu yang  roknya besar dan bundar? Yup, bentuk rok yang seperti kubah itu  karena menggunakan  cri noline, yaitu sebuah  kerangka yang dikenakan  di bawah rok sebagai  penopang untuk  menciptakan bentuk  tertentu. Crinoline populer  di Eropa pada abad 19  masehi dan biasanya  dibuat dengan bahan  rangka baja dan rambut  kuda. Dengan memakai  crinoline, diharapkan para  wanita pemakainya  terlihat lebih langsing  karena rok yang mereka  pakai jadi terlihat super  besar. Rok superlebar dan kaku ini terbukti punya  resiko besar juga.

Sebab beberapa kali pengguna crinoline ini tak  sengaja nyenggol lilin hingga menyebabkan roknya terbakar.  Bahkan yang lebih parah, tahun 1863 pernah terjadi kebakaran di  gereja la Compañía de Jesús di Santiago, Chile, yang memakan  korban 2 sampai 3 ribu orang. Penyebabnya, karena para wanita  di gereja tersebut panik dan berebutan menuju pintu, tapi tak  bisa keluar, alias nyangkut bin mampet, gara-gara crinoline yang  mereka pakai!

Korset

Entah kenapa para wanita eropa sangat terobsesi untuk  terlihat selangsing mungkin, sampai mirip kaca jam pasir. Untuk  itulah mereka mengenakan korset super ketat di sekitar perut  dan pinggang mereka sebagai baju dalam. Padahal, memakai  korset dengan ketat sangat beresiko tinggi karena bukan hanya  menghambat pernafasan, bahkan bisa menyebabkan pendaharan  dalam, patah tulang rusuk, serangan jantung dan sebagainya. Tak  heran banyak wanita yang mati mendadak saat mengenakan  korset.

Sepatu Lotus Cina

Di Cina abad 8 – awal abad 20 Masehi  ukuran kecantikan  adalah kaki yang kecil mungil. Untuk mengecilkan kaki bahkan  sampai menjadi setengah ukuran normal, kaki mereka dilipat dan  diikat  sedemikian rupa  sejak masih  kecil, agar kaki  itu tidak tumbuh  lagi. Sakit? So  pasti. Walaupun  begitu tradisi  footbinding ini  tetap  dilestarikan  karena kaki yang  mungil juga  menandakan status  sosial. Wanita-wanita  yang berkaki besar dianggap kampungan yang sehari-harinnya  bekerja di sawah dan ladang. Padahal, dengan mengikat kaki  sedemikian ketat bisa menghentikan sirkulasi darah di jari-jari  kaki, sehingga seringkali menyebabkan gangrene atau jaringan  tubuh mati. Akibatnya pasti akan menyulitkan berjalan apalagi  berlari. Bahkan, bagian tubuh tak dilewati aliran darah itu bisa  busuk dan rontok!

Make Up Timbal

Sebelum era kosmetik modern, wanita-wanita bangsawan  jaman dulu seringkali menggunakan bedak dan make-up  dari bahan-bahan yang berbahaya, seperti timbal (Lead),  karena bisa memutihkan kulit secara instan. Padahal,  timbal merupakan logam berat yang berbahaya karena  semakin menumpuk di dalam tubuh akan menyebabkan  keracunan. Keracunan timbal bisa menyebabkan kerusakan  otak, sistem syaraf, anemia, kejang, dll. Bukan hanya  kerusakan dalam tubuh, penggunaan timbal juga bisa  merusak wajah. Bodohnya kerusakan wajah itu malah  ditutupi dengan timbal yang lebih banyak. Haduh.

The Stiff High Collar

Abad 19 masehi, tren bagi para gentlemen adalah memakai  kerah baju yang tinggi. Karena dibikin terpisah dengan baju alias  portabel, kerah yang selalu berwarna putih itu dikeraskan  (dikanji) sedemikian rupa sampai kaku. Kerah itu dikenakan di  leher dengan ketat sehingga bisa menghambat pernafasan,  bahkan kalau kurang beruntung seseorang bisa tercekik sampai  mati gara-gara kerahnya. Lebih parah lagi, kalau terpeleset, kerah  yang super keras ini bisa menusuk dan melukai tenggorokan. Hiiy. Itulah beberapa fashion berbahaya yang sempat ngetren di  dunia barat. Untung saja peradaban Islam terlalu cerdas, jadi  tidak ada tuh tren-tren fashion membahayakan hanya untuk  tampil menarik di depan lawan jenis. []