Sebagian besar pemirsa televisi dalam negeri, pasti kenal Fatin. Lengkapnya  Fatin Shidqia Lubis. Cewek keturunan Batak-Betawi ini sukses mengguncang  Spanggung kontes pencarian bakat dengan talenta suara emasnya yang  membahana hingga mancanegara. Tak bisa dipungkiri memang kalau dara berusia 16  tahun ini mendadak dikenal bak roket buah performanya kala membawakan lagu  “Grenade” dan “Pumped up kicks”.

Bahkan Di website resmi Bruno Mars  terpampang video Fatin saat audisi X Factor Indonesia. Bukan hanya suara emasnya yang menarik perhatian publik. Fatin selaku  remaja musilmah, juga konsisten untuk tetap berkerudung saat unjuk gigi.

Hal ini  makin menguatkan kesan ‘islami’ pada diri Fatin. Muslimah yang bisa menembus  gemerlapnya dunia entertainment tanpa harus melepas identitas keislamannya,  yaitu kerudungnya. Pada titik inilah Fatin menjadi ‘fenomena’. Namun sebenarnya ada bahaya besar yang sedang mengintai Fatin. Dunia  entertaint adalah dunia yang sangat dekat dengan kemaksiatan. Kehidupan hedonis  tak jarang mengggiring para penghuni dunia hiburan terjun dalam pergaulan bebas,  narkotika, minum-minuman keras, dan hura-hura. Sekuat apapun seorang muslim  bertahan di dalam dunia yang bergelimang, kemungkinan besar dia akan terseret  arus juga. Karena setan akan terus menggoda.  

Keberhasilan Fatin menembus belantara dunia entertaint jangan sampa bikin  kita ternganga. Sampai lupa bahwa kewajiban menutup aurat bagi muslimah di  tempat umum, bukan cuman kerudung. Tapi juga harus dilengkapi dengan jilbab.  Dunia entertaint juga sarat dengan aktifits ikhtilat alias campur baur laki dan  perempuan yang dilarang dalam Islam. Belum lagi tuntutan tampil menarik dengan  bertabarruj tak bisa dihindari. Berpakaian tapi telanjang. Begitu kata Rasul.

 So, pikir-pikir lagi deh kalo mau ngikutin jejak Fatin dalam kontes pencarian  bakat. Kita akan sering dihadapkan pada kondisi yang memaksa kita untuk  berkompromi. Antara ketaatan dan kemaksiatan. Sialnya, setan selalu lebih unggul.  Masih lebih banyak kegiatan lain yang lebih syar’i dan berpahala buat kita. Ikut ngaji  dan aktif berdakwah adalah pilihan terbaik. Yuk![Isa