Flashdisk: Bentuknya Mini, Manfaatnya Maksi! | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Teknologi >> Flashdisk: Bentuknya Mini, Manfaatnya Maksi!

Flashdisk: Bentuknya Mini, Manfaatnya Maksi!




Bendanya kecil bin imut. Dari anak sekolahan hingga orang kantoran udah akrab ama benda ini. Saking akrabnya, jadi sering kelupaan naro atau malah ketinggalan. Kadang terselip di sela-sela buku. Kadang lupa dicabut dari CPU. Padahal kalo udah kehilangan, yang punyanya dijamin kelabakan. Gimana nggak, ukurannya yang mini berbanding terbalik dengan manfaatnya yang maksi. Pasti tahu dong benda apa yang dimaksud? Yup bener banget, flash disk!

Penggerak kilat USB alias USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Penggerak kilat ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk penggerak kilat USB ada dari 64 megabita sampai 512 gigabita. Besarnya kapasitas media ini tergantung dari teknologi memori kilat yang digunakan.

Asal usul flashdisk di awali oleh Penemuan Flash Memory (NOR dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada Toshiba. Sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr. Shoji Ariizumi. Type flash chip NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh intel pada tahun 1988. NOR flash sendiri adalah flash dasar yang membutuhkan waktu cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak terhadap semua lokasi memori. Sangat bagus untuk menggantikan ROM model lama seperti BIOS, karena memungkinkan untuk mengupdate kode program yang tersimpan.

Sementara NAND flash dipasarkan oleh Toshiba pada tahun 1989 yang bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan lebih cepat serta membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya. Dengan kapasitas penyimpanan lebih besar dan biaya produksi lebih kecil menyebabkan flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage yang kemudian melahirkan USB Flash Drive.

Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkannya pertama kali USB Flash Drive karena ada tiga perusahaan yang memperselisihkan yaitu M-Systems, Netac, dan Trek 2000. Trek Technology dan IBM mulai menjual USB flashdisk pertama secara komersial pada tahun 2000. Trek Teknologi Singapura menjual sebuah model yang dijuluki ThumbDrive dan drive IBM yang pertama di pasarkan di Amerika Utara yang disebut DiskOnKey.

Flash disk punya banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya cakram flopi atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket. Namun Penggerak kilat USB juga memiliki umur penyimpanan data yang singkat, biasanya ketahanan data pada Penggerak kilat USB rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya benar.

Kini, selain sebagai media penyimpanan, Flashdisk juga punya fungsi lain yang tak kalah kerennya. Perkembangan teknologi informasi menjadikan flashdisk bisa digunakan sebagai tambahan memory RAM, sebagai pengganti HardDiskDrive (HDD) , juga bootable device untuk menginstall sebuah sistem operasi (operating system) windows.

Driser, kalo kamu punya flashdisk, jagain deh baik-baik. Biar nggak ketinggalan di warnet atau lupa naro. Kebayang dong gimana repotnya kalo data-data penting kita yang tersimpan di flashdisk ikut raib. Oh ya, flashdisk juga bisa jadi tempat peternakan virus lantaran sering dicolokkin ke banyak CPU atau laptop. So, rajin-rajin deh periksa pake antivirus seperti Smadav, Nod32, Avast, Avira, atau yang lainnya untuk meminimalisir berkembangnya virus di flashdisk kita tercinta. Ok? [341]


Komponen-komponen internal sebuah
flash drive yang umum




1

Sambungan USB

2

Perangkat pengontrol penyimpanan massal USB

3

Titik uji

4

Cip memori kilat

5

Osilator kristal

6

LED

7

Write-protect switch

8

Ruang kosong untuk cip memori kilat kedua

BOX:

Driser, berikut beberapa tips untuk jagain Flashdisk (FD) biar tetep safety dan awet:

  • Jauhkan dari medan magnet tinggi seperti speaker komputer agar penyimpanan data tidak terganggu.
  • Simpanlah FD kita di tempat yang bersih dan tertutup dengan baik agar komponen tidak kotor dan berkarat.
  • Selalu backup data dari FD ke dalam komputer yang dilindungi anti virus agar keamanan data terjamin.
  • Setelah kita gunakan di komputer lain scan dengan antivirus agar aman dari virus yang terbawa.
  • Jaga FD dari suhu panas dan dingin yang berlebihan agar komponen tidak rusak.
  • Periksalah saku Anda sebelum pakaian Anda cuci, jangan sampai FD terendam ke dalam air kecuali yakin benar-benar anti air.
  • Selalu Eject atau stop untuk mematikan FD terlebih dulu sebelum kita cabut. Biar nggak rusak karena korsleting arus listrik.
  • Dianjurkan tidak mengedit file yang ada di FD secara langsung, sebaiknya kopi dan editlah dalam hard disk, baru anda simpan kembali kedalam flashdisk setelah selesai.
  • Keseringan memformat FD bisa bikin rusak dan mengurangi jumlah batasan hapus tulis.
  • Kalo ada waktu, defrag FD anda agar kinerja flashdisk lebih optimal.
  • Agar tidak mudah jatuh dan hilang, pasangin deh tali FD dengan warna mencolok. Kalo perlu, gantungin di leher.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen − 8 =