drise-online.com – Ketika zamannya sekarang adalah zaman yang membutuhkan ekstra kesabaran. Godaan dapat dengan mudah kita temukan, apalagi godaan yang datang dari diri sendiri. Untuk tetap istiqomah dalam perjuangan dakwah bukanlah hal mudah bak membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Misalnya, orang lain mau berubah dan berjuang menjadi baik bukannya didukung justru dijatuhkan atau dituduh yang tidak-tidak. Seperti contoh saja seorang perempuan yang hendak merubah cara berpakaian yang tadinya memakai pakaian yang kurang bahan menjadi memakai pakaian yang sesuai dengan Syari’at Islam alias rumus Hijab Syar’I, bukan ala hijabers yang mengutamakan mode ya. Itu justru ditentang habis-habisan dari mulai dibilang fanatic, so suci, cuma kedok buat nutupin kebusukan lah, de es be. Tapi kalau lihat orang yang berpakaian kurang bahan, eh boro-boro dinasehatin yang ada malah dibilang gaul, keren, dan juga pastinya banyak yang menggoda kan. Ih ngeri!

Nah, dari hal seperti itulah akan membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Itu belum seberapa ujian dalam menegakkan kebenaran, bila dibandingkan dengan para sahabat Nabi Saw. itu gak ada apa-apanya.Bener gak?

                “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(QS. Al-Baqarah 2:214)

Mungkin kita sudah sering berucap bahwa ini adalah hal yang sering kita temukan karena kesalahan sistem yang dipakai sekarang. Mereka menganggap kebebasan adalah sesuatu yang wajar dan dijadikan sebagai hak masing-masing orang. Paham sekularisme yang telah mendarah daging di dalam diri manusia terutama kaum muslimin menjadikan mereka buta dengan aturan dari Sang Pencipta yakni Allah ‘Azza wa Jalla. Budaya-budaya barat yang sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran Islam secara tidak sengaja telah diadopsi oleh masyarakat terutama para remaja. Yang menjadikan kaum muslimin kehilangan identitasnya bahwa ia adalah seorang muslim yang seharusnya segala perbuatannya selalu terikat dengan hukum syara’.Contohnya ; pacaran, hedonisme, pergaulan bebas, pakaian bikini atau sejenisnya yang sejatinya mengumbar aurat, de el el.

Kita pasti sering merasa tergoda dengan kenikmatan dunia yang telah dikemas sedemikian rupa agar kita lalai terhadap kewajiban kita pada-Nya. Terasa berat ketika kita harus terus mengemban dakwah, ketika orang lain sedang asyik bermain game, kita justru harus bermajelis ilmu, atau ketika siang bolong orang lain sedang nikmatnya tidur siang, kita justru harus berpanas-panasan agar bisa memperoleh tsaqafah-tsaqafah Islam. Karena hal ini membuat kita futur bin galau untuk terus ada dalam barisan perjuangan dakwah dan bermajelis ilmu. Apalagi kalau udah tergoda sama budaya-budaya kufur barat, seperti pacaran. Ah udah bikin lupa segalanya. Nah, justru hal ini yang seharusnya dapat kita jadikan penyemangat untuk terus istiqomah menjadi pengemban dakwah. Karena pilihannya dua, Mau menjadi generasi yang tergantikan atau Mau menjadi generasi yang menggantikan?Kuncinya “Sabar

“Akan datang suatu zaman dimana orang yang bersabar dalam memegang agamanya di tengah-tengah manusia, ibarat menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi)

Karena bisa saja terwujudnya kembali kehidupan Islami ada di tangan kita wahai para Pengemban Dakwah. Jangan biarkan orang-orang kafir terus menyuntikkan budaya dan paham-pahamnya sebagai racun berbalut madu untuk menghalangi terwujudnya kembali Khairul Ummah dalam naungan Al-Liwa dan Ar-Rayyah. Kini saatnya rapatkan barisan untuk melawan para pecundang kaum kafir. Dan kini saatnya kita tancapkan tekad kita untuk terus istiqomah di jalan yang di ridhai-Nya. Ucapkan dalam hati kita, FUTUR, NO!  FUTURE, YES! Allahu Akbar! []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39