Majalahdrise.com – Eranya sosial media kian menggila. Kicauan netizen di dunia maya tak hanya akta-kata atau suara. Udah dilenngkapi dengan gambar dan video. Semua panca indera kita dapat bagian di sosial media. Belon aja indera pengecap juga bisa nongol di sosial media. Biar aktivis wiskul alias wisata kuliner bisa dengan mudah nyicipin menu masakan baru yang nongol di timeline sebelum meluncur ke tkp. Bisa nggak ya?! Setelah text dan konten visual yang merajai sosial media, kini eranya kontent video berjaya.

Tren konten video di Internet telah diprediksi oleh perusahaan penyedia jaringan infrastruktur telekomunikasi Ericsson. Saat berkunjung ke Jakarta, CEO Ericsson Hans Vestberg berkata bahwa konten video akan mengambil setengah dari seluruh lalu lintas di jaringan seluler. “Lebih banyak orang akan menonton secara streaming, video on-demand dibandingkan siaran televisi di setiap pekannya,” ujar Vestberg.

Facebook seperti mengaminkan ucapan Vestberf. Kini beranda fb kita makin banyak diisi kontent video yang otomatis muter saat mouse kita ada di atasnya. Walhasil, tuh mouse yang udah gerak turun ke bawah, sempat ngerem dulu liat tayangan videonya. Facebooker makin betah berselancar. Meski kerjaannya cuman kepoin kontent video yang berseliweran.

Dari dunia Nyata ke dunia maya

Gak cukup berbagi rekaman kehidupan pribadinya, netizen pengen apa yang dilihat di dunia maya itu real. Gak cuman gambar, foto selfie, atau foto dokumentasi. Tapi real life kaya di dunia nyata. Rasa penasaran inilah yang dijawab oleh kehadiran aplikasi sosial media live streaming. Sebetulnya aplikasi live streaming ini bukan barang baru. Pada tahun 2010, startup yang berbasis di Tokyo, Moi Corporation merilis sebuah aplikasi yang mereka namakan Twitcasting yang bisa dikatakan aplikasi live streaming yang pertama. Namun kini, udah banyak aplikasi live video yang bertebaran di sosial media yang bisa kamu peroleh dari Play Store dan App Store secara gratis. Berikut diantaranya:

Periscope Aplikasi live streaming kepunyaan Twitter ini sepertinya harus ada di posisi teratas. Pasalnya, soal fitur aplikasi ini bisa dibilang yang paling lengkap dan lebih mudah terintegrasi dengan layanan Twitter. Jika pilihan kamu jatuh ke Periscope, nantinya kamu bisa menyiarkan kejadian penting atau acara tertentu secara live dimana follower Twitter kamu akan mendapat notifikasi dan bisa menonton dari tautan yang dibagikan. Uniknya, jika follower kamu ketinggalan, mereka tetap bisa menonton acara tersebut melalui fitur Replay yang akan bertahan selama 24 jam ke depan.

Meerkat Meerkat adalah pesaing terdekat Periscope. Aplikasi ini juga mempunyai kemampuan untuk terhubung ke akun Twitter pengguna. Sehingga ketika video siaran langsung kamu akan dimulai, aplikasi akan memberikan notifikasi melalui Twitter dan melalui aplikasi Meerkat. Kekurangan dari aplikasi ini, video akan langsung hilang ketika siaran langsung berhenti. Follower kamu nggak bisa menyaksikan kembali siaran tersebut sebagaimana Periscope.

Snapsnatch Berikutnya, Snapchat. Aplikasi chat ini memang nggak secara khusus menawarkan fitur live streaming. Tetapi jika kedua pengguna dalam kondisi terhubung maka keduanya bisa saling menayangkan video secara langsung. Keunikan Snapchat ada di periode pesan yang dikirim, dimana pengguna dapat mengatur berapa lama pesan akan terhapus setelah dibaca. Secara default, pesan video akan terhapus otomatis 10 detik setelah dibaca oleh penerima. Driser, enaknya kalo ada aplikasi video streaming yang nyantol di sosial media.

Siaran langsung acara penting nggak ribet lagi pake banyak peralatan dan biaya tinggi plus koneksi internet yang besar dan stabil. Tinggal siapin koneksi internet dan akun sosial media, klik ! on line deh. Kita bisa buat acara TV sendiri dan latihan jadi reporter saat acara berlangsung. Keren kan. Cuman, jangan sampai deh, kamu tayangin secara live kegiatan yang sangat pribadi. Nggak pantas dan nggak banget. Banyakbanyakin manfaatkan teknologi, untuk berburu ridho illahi. Yuk! [@Hafidz341]

di buat di Majalah remaja islam Drise edisi 53