drise-online.com – Bill Shankly, mantan manajer sukses Klub Liverpool pernah bilang, “Some people think football is a matter of life and death. I assure You, it’s much more serious than that,”. Yup, bagi para penggila bola, sepakbola tak sekedar permainan. Tapi sudah menjadi gaya hidup atau malah hidup itu sendiri. Gimana nggak, demi sepakbola akal sehat bisa bertekuk lutut dihadapan hawa nafsu.

Gara-Gara Gila Bola Waktu, tenaga, harta, hingga agama rela diumbar demi sepakbola. Seperti beberapa fakta berikut:

  1. Wasting time

Sebagaimana dilansir situs Bolapedia, Produsen Bir Heineken merilis penelitian bahwa mayoritas (responden) orang Inggris meluangkan lebih banyak waktu untuk menyaksikan pertandingan sepakbola, membaca ulasan media, dan berdiskusi membahas hal-hal yang menyangkut sepakbola dalam obrolan keseharian. Mereka menghabiskan dua jam plus 22 menit setiap minggunya untuk nonton bola di televisi.

Orang Inggris juga sedikitnya menghabiskan 28 menit per pekan untuk mendiskusikan hasil pertandingan, gosip transfer, gol, dan aksi lainnya di lapangan. Total, penduduk Inggris menghabiskan 11 jam dan 12 menit setiap minggunya untuk sepakbola.

 

  1. Fighting arena

Awal Pebruari 2012, lebih 70 orang tewas dalam tawuran antar-suporter kesebelasan Al-Ahly vs Al-Masry di Port Said, Mesir. Peristiwa ini memperpanjang daftar tragedi dunia sepakbola.

Di Liga Afrika, pada 11 April 2001, laga Kaizer Chiefs kontra Orlando Pirates diStadion Ellis Park, Afrika Selatan, menewaskan 43 orang; Duel Lupopo vs Mazembe di Liga Kongo, 30 April 2001, menewaskan14 orang.

Liga Inggris tak kalah mengerikan. Laga Liverpool vs Notthingham Forestdi Stadion Hillsborough milik Sheffield,15 April 1989,menyebabkan96 suporter Liverpool tewas; Pada 9 Maret 1946, duel Bolton Wanderers vs Stoke Citydi Stadion Burden Park, menyebabkan 33 orang tewas dan lebih dari 400 orang terluka. Pertemuan Bradford City vs Lincoln City,di Stadion Valley Parade, 11 Mei 1985, menyebabkan 56 orang tewas.

Liga Amerika juga mengundang maut. 23 Juni 1968, duel River Plate vs Boca Juniorsdi Argentina, menewaskan 74 orang dan 150 orang terluka. 2 Januari 1971, laga Celtic vs Rangersdi Skotlandia, menewaskan 66 orang dan 140 orang lebih mengalami cedera.

Pertandingan antar-klub antar-negara juga menelan banyak korban jiwa. Laga Juventus vs Liverpool, 29 Mei 1985,di final Liga Champions di Stadion Heysel, Brussels, Belgia, mematikan 39 suporter Juventus. Pada 20 Oktober 1982, laga Piala UEFA Spartak Moskwa vs Haarlem diMoskwa, menewaskan 61 orang. Bahkan, versi lain menyebut korban tewas lebih 300 orang.

Pun duel bola antar-negara, sama saja. Tanding Guatemala vs Kosta Rika, 16 Oktober 1996, menelan tumbal84 orang tewas. Pada 24 Mei 1964, laga Peru vs Argentina di babakkualifikasi olimpiade di Stadion National Lima, menewaskan 318 orang dan lebih dari 500 terluka.

 

  1. Agama dan keyakinan baru

Sebuah akun facebook memajang nama: Football is My Religion and St Andrews is My Church. Sorry, domba-domba Yesus jangan girang dulu, Santo Andrews itu bukan nama gereja, tapi stadion milik Klub Birmigham FC, Inggris.

Jika bola adalah agama, maka pelatih dan pemain top sepakbola pun ditahbiskan jadi ‘’nabi’’. Lionel Messi (Barcelona, Spanyol) disebut El Messiah (Juru Selamat); Gabriel Batistuta (Fiorentina, Italia), diusulkan mendapat gelar ‘’Santo’’ (Teh Holy Man). Batistuta   juga dipatungkan dari logam dan dipajang di alun-alun Kota Firenze. Bila di mata uang kertas dolar Amerika tertera kalimat ‘’In God We Trust’’, maka dalam laga Birmingham City vs Arsenal, sebagian supoter mengusung spanduk berbunyi: “In Arsene We Trust”. Arsene Wenger adalah manajer Arsenal (Inggris).

Yang ugal-ugalan tentu saja orang Argentina. Pada 30 Oktober 1998, di Kota Rosario, para fans ‘’Nabi’’ Maradona mendirikan Gereja Maradona (Iglesia Maradoniana). Kapel gereja dinamai ‘’Hand of God’’ merujuk pada gol tangan Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986. Kitab Suci mereka adalah Biografi Maradona. Mereka mengamalkan kredo ‘’10 Perintah Tuhan’’ bikinan sendiri yang berisi pepujian pada sepakbola dan Maradona.

Iglesia Maradoniana juga membuat kalender sendiri, yang diawali tahun 1960 (tahun kelahiran Maradona). Walhasil, tahun 2012 ini disebut Tahun 52 AD (After Diego).Konon, jamaah Iglesia Maradoniana di seluruh dunia kini mencapai lebih 15.000 orang.

Diantara ‘’10 Perintah Tuhan’’ agama sepakbola Argentina adalah: Cinta sepakbola atas segala sesuatu, dan menyatakan cinta tanpa syarat pada sepak bola.

 

Driser, sepakbola kian hari tak lagi sekedar permainan. Tapi sudah menjelma menjadi gaya hidup yang menyita sebagian besar masyarakat dunia. Tak terkecuali umat Islam. Buat non muslim, bisa jadi gara gara gila bola cuman dapet kerugian di dunia. Sementara bagi umat Islam, tekornya nembus ke akhirat. Yup, gara-gara gila bola bisa melalaikan kewajiban sekaligus menyuburkan kemaksiatan. Apalagi dalam moment piala dunia yang berbarengan dengan datangnya bulan mulia. Alamat kalah pamor tuh obral pahala yang Allah curahkan di Bulan Ampunan oleh gemerlap perebutan piala Jules Rimet. Hati-hati ah. Jangan sampe, Ramadhan lewat gitu aja gara-gara pesona piala dunia. Rugi!!! [341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38