“Jeng…. Udah beli tas Chanel keluaran baru belum?” “Eh, minggu depan Bu Nining ultah di JW loh. Datang ya” “Creambath di salon sono ngga mantep, enakan di salon si Jhono” ekelompok ibu-ibu elit tampak riuh tertawa-tawa dan sibuk  mengomentari satu topik ke topik berikutya.

 

Tema obrolannya  Sngga jauh-jauh dari agenda rutin ke salon, menghadiri pesta  ultah salah satu anggota nongkrong mereka sampe barang-barang  bermerek. Kalau kita bongkar isi lemari tas mereka, bakal nongol  merek-merek semacam Hermes, Balenciaga, Chanel dan lainnya.  Yang harga satuannya bisa sampai puluhan juta, apalagi kalo limited  edition. Kadang-kadang menang di merek doang. Dari sisi bahan dan  jenisnya kemungkinan sama aja seperti produk sejenis yang  harganya lebih murah. Tapi ibu-ibu jet set ini tetap ngga sreg kalau  beli merek ‘pasar kampung’. Apa kata teman-teman kalau baju atawa  tas mereka merek gituan. Kelompok ibu-ibu muda macam beginian  lagi tren lohhh…. Mereka sering disebut Sosialita. Hemm What is Socialita?

 

Kata ‘sosialita’ sendiri dulu maknanya adalah wanita kalangan jet  set yang rutin berpartisipasi di acara-acara sosial seperti derma  kepada kaum papa. Namun, makna ini sudah bergeser menjadi  istilah khusus yang diperuntukkan untuk sekelompok wanita kaya  raya yang hobinya ngumpul, elit dan bergengsi. Harta mereka seolah  ngga habis-habis meski harus dibelanjain tiap hari.  Tidak sedikit dari mereka yang sebenarnya tidak benar-benar  borju alias kaya. Sebagian menyembunyikan realita bahwa  sebenarnya mereka ngga lebih dari orang dari kalangan menengah  atau kelas bawah yang masih ngos-ngosan kalau harus beli barang-barang mahal. Tapi apa mau dikata, “tuntutan sosial” alias tuntutan  pamer-pameran di hadapan teman-teman bela-belain pura-pura  borju.

 

Para wanita malang ini sering disebut “social climber” alias si  pendaki sosial. Orang yang berjuang ‘sok kaya’ padahal (maaf)  ‘miskin’. Upaya naik sosial ini jalannya bisa darimana aja. Yang halal ampe  yang haram. Jadi keinget ama mantan Puteri Indonesia, Angelina  Sondakh yang sekarang terjerat kasus korupsi di negeri ini. Angie  juga terkenal punya hobi belanja dan bergaul dengan socialita.  Anggaran shopping Angie bisa mencapai puluhan juta bahkan 1 M.

 

Fuihh… Sengaja di edisi DRISE kali ini kita bahas socialita, supaya kita  ngga ketularan ama aktivitas ‘sok pamernya’ socialita. Di tengah-tengah kita masih banyak yang hidup tidak layak apalagi enak-enakan. Pernah suatu pagi, Alga ngga sengaja melewati pasar dan  ngeliat ada ibu-ibu yang mengais tempat sampah untuk ngambil sisa-sisa sayur untuk diolah kembali. Bahkan pernah juga Alga dapetin  anak-anak jalanan yang ngambil sisa ayam di piring Alga.

 

Hidup  begitu keras bagi orang seperti mereka. Harga 1 buah tas kaum  socialita setara dengan biaya hidup mereka selama setahun.  Bayangin???!!! 1 tas, sama dengan makan setahun. Kehidupan sekular-kapitalisme telah merenggut rasa empati kita.  Kalaupun masih ada, sering tidak setara dengan sifat narsistik alias  pamer-pameran barang baru.

 

Tiap hari kita disuguhi sinetron yang  isinya remaja kaya dan eksis yang bawa mobil mewah. Kenapa ngga  mengisahkan remaja yang berperang mengatasi kemiskinan  dan keterbelakangan? Kenyataan ini bikin jurang si miskin dan  kaya makin menganga. Kasihan untuk teman-teman yang ngga  kuat imannya. Bukannya berjuang, yang ada malah kalah  dengan keadaan dan menghalalkan segala cara. Jual diri, jual  kehormatan dan mempertaruhkan nyawa…. Biar mati, yang  penting gaya! Astaghfirullah al’adzim. [Alga Biru]

 

Socialita oh socialita

 

Dari tadi kita udah bahas tentang socialita dan sedikit gaya hidup  mereka. Sekarang kita lihat beberapa contoh para tokohnya.

 

  1. Inong Malinda Dee

Sosialita satu ini terkenal dengan gayanya yang glamor dan seksi.  Foto-foto Malinda yang sering muncul di koran kelihatan  ‘terbuka’ disana-sini. (Kegerahan ya, Mba??! Hehe). Namun  sepak terjangnya makin tercium begitu skandal Citibank  terungkap. Sejak itu, Malinda jadi berubah gaya jadi rada  ‘tertutup’ alias pakai kerudung instan (kerudung ala Ibu Benazir  Butho, mantan Perdana Menteri Pakistan). Aduhhh aduuhh  

 

2.Nunun Nurbaiti

Lupa…. Lupa…. Si nyonya yang konon menderita penyakit lupa  ini termasuk socialita yang lihai. Walau statusnya sebagai  tersangka kasus suap, ibu satu ini masih sempat travel ke  Thailand dengan asiknya. Belakang ibu Nunun dikabarkan sakit  ‘lagi’ saat hendak menjalani pemeriksaan di KPK.

 

  1. Angelina Sondakh

Sosialita yang satu ini sedang hangat dibicarakan publik. Benar,  Angelina Sondakh. Namun sayangnya mantan Putri Indonesia ini  hobi ngibul. Seperti dilansir Kompasiana.com, di persidangan  ketika Angie menjadi saksi kasus Nazaruddin, dengan gaya sok  tak merasa berdosa dia mengatakan pada bulan Mei 2010 belum  punya BB dan baru punya BB pada akhir 2010 sebagai ganti HP  Nokia-nya yang kecebur ke kolam. Nggak lama kemudian setelah  pengakuan itu, detikcom memuat sebuah foto Angie dengan  body gemuk dan di depannya ada BB warna hitam. Foto itu  diambil di ruang kerjanya tahun 2009. Kalau mas Adjie masih  hidup, mungkin ia akan menangissss… [Alga Biru]

Di muat di majalah drise edisi 20