Majalahdris.com – Guys, tau nggak, makin marak diberitakan di media massa tentang tingginya permintaan dari para pelajar yang udah terlanjur hamil di luar nikah, supaya dikasih keringanan dari pengadilan untuk dinikahkan. Mulai dari anak ingusan setingkat SD, SMP sampai SMA disejumlah Pengadilan Agama (PA). Sebut aja ada PA Ponorogo, PA Malang, PA Purwakarta. Nah, parahnya angka permohonan tertinggi adalah di PA Indramayu yang mencapai hingga 300-500 orang pertahun. Tinggi banget kan? Dengan nikah, para ABG ini berharap punya status meski dengan MBA (Married by Accident).

Peristiwa ini tuh ya, sebenernya cuman salah satu dari berita-berita sebelumnya. Di antaranya dari hasil riset BKKBN. BKKBN nemuin kalo separuh remaja putri yang tinggal di kota-kota besar udah kehilangan keperawanan en ngaku pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah. So, pas banyak pelajar pengen minta keringanan usia nikah, ya wajar ajalah, wong bibitnya udah keliatan. Ini tuh yang dinamakan lingkaran setan.

Pemohon hampir seluruhnya adalah dari orangtua yang anaknya udah terlanjur hamil di luar nikah en terpaksa berhenti sekolah karena peraturan sekolah melarang pelajar bersekolah dalam kondisi hamil. Usia mereka muda banget, rata-rata di bawah 16 en 19 tahun. Padahal ini bertentangan dengan UU Perkawinan negara yang mensyaratkan bagi perempuan yang pengen nikah kudu berumur minimal 16 tahun dan bagi laki-laki berusia minimal 19 tahun. Masalahnya, pelanggaran terhadap UU ini bisa ditindak pidana. Makanya pihak KUA jadi puyeng en ogah nikahin pasangan yang dirasa umurnya belum cukup supaya pernikahan dini bisa dicegah. Hm, emang bisa ya?

Solusi Setengah Hati

Sobat, nggak bisa bisa dipungkiri, fenomena ini hampir bisa dipastikan penyebabnya adalah pergaulan bebas yang udah marak banget di kalangan remaja. Potensi remaja yang serba pengen tahu en selalu pengen mencoba sesuatu yang baru termasuk dalam hal hubungan seksual. Kematangan biologis yang nggak dibarengi dengan kematangan psikologis bikin remaja gampang menirukan apa pun yang mereka lihat en denger. Padahal keseharian mereka dibombardir dengan hal-hal yang berbau pornografi en pornoaksi. Pakaian yang kurang bahan alias ngumbar aurat, tayangan yang ngundang syahwat serta bacaan yang menstimulus pikiran untuk maksiat.

Trus, apa dengan nikah dini masalahnya jadi kelar? Ternyata nggak juga, Sob. Pernikahan dini yang dianggap solusi bagi muda mudi yang terpaksa nikah lantaran hamil duluan, ternyata berdampak buruk di kemudian hari. Pasangan nikah muda ini banyak juga yang akhirnya malah bercerai hanya dalam kurun 2 sampai 3 tahun. Begitulah, pada akhirnya, toh anak-anak merekalah yang jadi korban. So, nolak pernikahan dini itu bukan solusi yang tepat. Gimana mo ngelarang pernikahan dini, lha wong pernikahan Ujang eh maksudnya penyebab pernikahannya (baca: pergaulan bebas) dibiarin bahkan difasilitasi. Negara lebih mentingin para pemilik modal besar yang memproduksi bejibun tayangan-tayangan sampah en media pornografi. Negara yang udah dipasung ama kebebasan individu atas nama HAM ngebiarin night club 24 jam, tempat pelacuran, VCD porno serta TV yang nyajiin materi pornografi. Parah!

Islam Solusi Ampuh

Sobat, sebenarnya dalam diri manusia emang udah dianugerahi naluri berupa dorongan seksual terhadap lawan jenis. But, sebagaimana naluri lainnya, naluri ini nggak akan bangkit koq kalau nggak ada rangsangan dari luar. Nah yang memprihatinkan, rangsangan seksual justru terus memborbardir remaja melalui berbagai media. Ratusan situs porno bisa dibuka oleh remaja kapan aja. Tayangan televisi yang ngumbar aurat en mempertontonkan pasangan cowok cewek beradegan mesra. Lagu-lagu bersyair romantis en mengagungkan lawan jenis. So, remajalah yang kena imbasnya. Kondisi ini emang bikin nyesek.

Dalam lingkungan kehidupan, Islam mengaturnya dengan pemisahan antara kehidupan umum en kehidupan khusus. Kehidupan umum adalah suatu tempat dimana nggak perlu ada izin ketika seseorang atau siapapun orangnya ingin memasuki tempat tersebut. Kalo kehidupan khusus, sebaliknya, kudu minta ijin ama yang punya rumah. Contohnya, di rumah. Ini sesuai firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman, kamu jangan memasuki rumah orang lain, sehingga kamu mendapatkan izin dan kamu mengucapkan salam kepada penghuninya.”(TQS An nur :27)

Tapi, pertemuan baik yang ada interaksinya maupun tanpa interaksi tetep diatur oleh Islam. Seperti menutup aurat en nggak berkhalwat (berdua-duaan) misalnya ditempat yang sepi antara cowok en cewek yang bukan mahrom. Ikhtilat pun ada yang boleh dilakukan dengan syarat yang dibicarain bukan hal yang diharamkan serta nggak dilakukan dengan berkhalwat.

Sob, Islam itu agama yang sempurna. Islam mampu bikin seks bebas minggat jauh-jauh, juga mencegah munculnya peluang-peluang yang mengarah ke seks bebas. Dalam Islam, seluruh anggota keluarga kudu saling mengingatkan untuk selalu menuntut ilmu agama en melaksanakannya, termasuk ilmu dan hukum Islam menyangkut pergaulan. Selain itu, negara berperan penting ngatasin masalah pergaulan seperti nerapin pemisahan antara tempat ativitas laki-laki perempuan dalam kehidupan umum en tempat-tempat tertentu. Negara juga akan melarang media massa nyetak en membuat gambar porno yang bikin syahwat belingsatan. Kalo masih ada yang melanggar juga, negara bakal jatuhin sanksi yang tegas. Kalo udah ada sistem kayak gini, remaja hamil di luar nikah, nggak akan ada lagi dalam sejarah. []

By Wita Dahlia

di muat di majalah remaja islam drise Edisi 45