Harits Abul Ulya (Pemerhati Kontra Terorisme)

“..Remaja muslim otaknya harus encer dan visioner ke depan..”

Harits Abu  Ulya[DRise-#)28] Namanya berkibar diseputar perhelatan diskusi tentang terorisme dan Islam. Baik di atas podium, di dunia maya, maupun dalam layar kaca. Dibalik pembawaannya yang tegas dan terkesan angker saat diskusi, ternyata redaktur media nasional ini cukup ramah dan humoris. Hikari, redaktur drise berkesempatan untuk wawancara beliau via surat elektronik. Simak yuk obrolan dengan Ust. Harits Abu Ulya. Lanjuut!

1.       Tiap pergantian tahun, kayanya umat Islam masih terus menerus dirundung permasalahan. Kenapa ya Tadz?

Saya melihat permasalahan keumatan seolah tidak kunjung usai justru karena obat (solusinya) belum kunjung tiba. Makanya, umat Islam yang punya kesadaran ideologis (Islamis) harus lebih giat dan massif untuk menciptakan perubahan hakiki. Karena reformasi kemarin mengalami quasi (bias), dampaknya hanya perubahan di level kulit tapi tidak substantive. Indonesia masih saja terjerembab dalam lumpur ideologi kapitalis-sekuler. Karenanya berimbas kepada seluruh struktur dan infrastruktur peradaban yang bopeng dimana-mana, umat Islam mayoritas dalam derita lahir batin.Memang benar, bahwa untuk mewujudkan itu banyak tantangan bahkan gangguan baik dari orang non muslim (kafir Barat) maupun orang muslim sendiri (dari kelompok munafiqun). Mas bro, kita harus sadar donk. Sunatullah pertarungan antara haq dan batil tidak akan pernah padam hingga kebenaran ya’lu wala yu’la alaih

2.       Kalo gitu, gimana caranya Tadz biar Umat Islam berubah kondisinya menjadi lebih baik?

Kaum revivalis Islamis harus meneladani langkah dan strategi perjuangan politik Rasul saw. Untuk membangun peradaban yang berdiri di atas ideologi langit (Islam), Rasul saw menempuh strategi pokok dan cabang secara dinamis. Hingga beliau mampu membidani lahirnya negara modern pertama di Madinah al Munawaroh. Nah, ini bisa kaji dalam siroh Rasul saw, bersama guru-guru kalian. Dan menurut saya, konsistensi langkah perjuangan mengikuti jejak Rasul saw, menjadi kunci dekatnya kemenangan dan pertolongan Allah swt kepada para pejuang ideologis. Jangan lupa, perjuangan ini kan ibadah dan ada kaidah amalnya. Jangan sampai seperti orang sosialis komunis yang penting hasil, masalah cara tidak kenal halal haram. Kan parah kalau berjuang dengan paradigma (mindset) seperti itu.

3.       Terus kalo bagi remaja, peran apa yang bisa diambil untuk berkontribusi dalam perbaikan umat?

Menyiapkan diri menjadi pribadi dengan talenta yang “multi task”, karena peradaban di bawah naungan sistem baru membutuhkan banyak dan beragam kemampuan SDM. Mulai dari ahli di bidang nuklir hingga urusan saluran got air yang mampet. Semua dibutuhkan. So, remaja muslim otaknya harus encer dan visioner kedepan. Lapangan nan hijau menanti kontribusi anda. Dengan tumbuh di atas pondasi kokoh ideologi anda (Islam). Jadilah orang-orang yang memiliki kepribadian Islam dan beragam keahlian yang akan melahirkan bunga-bunga dan buah manfaat bagi pribadi, umat dan Islam. Hari ini saatnya untuk menyiapkan bekal segala sesuatunya. Jika tidak, maka akan menjadi generasi pecundang dan menjadi penghuni “tong sampah peradaban”.

4.       Terkait fitnah rohis sebagai ajang rekrutmen teroris, banyak remaja yang jadi alergi untuk jadi aktivis dakwah. Gimana tanggapan Ustad?

Pedee ajaa….! Orang yang menuduh rohis sarang teroris itu orang mabuk. Biarin aja. Gak usah terpengaruh dengan ocehan orang mabuk. Masak hanya karena satu dua orang anak muda pernah ikut rohis ditangkap dengan alasan terorisme kemudian digeneralisir rohis sarang teoris. Ini kan tidak fair dan tendensius. Kenapa para koruptor lulusan sebuah PT (perguruan tinggi) atau menjadi salah satu anggota Parpol kok gak muncul logika PT tersebut sarang koruptor, Parpol “x” sarang koruptor. Kenapa? Jadi yang memproduk tuduhan rohis sarang teroris itu memang pakai logika dengkul alias dudul dan tidak negerti Islam. Santai saja. Maker Allah swt lebih hebat dari mereka yang phobi Islam.

5.       Ustadz merupakan direktur CIIA (The community Of Ideological Islamic Analyst). Apa itu CIIA dan apa pentingnya bagi masyarakat?

CIIA adalah komunitas yang di dalamnya berkumpul beberapa person generasi Muslim yang punya kesadaran ideologis untuk ikut mengawal pertarungan pemikiran, opini dan propaganda demi sang “fajar “ (Khilafah) kembali terbit. Mereka dari berbagai disiplin keilmuan dan konsen untuk melakukan riset dan kajian di isu-isu strategis keumatan serta memproduk tulisan-tulisan analisis untuk mengcounter opini yang menyudutkan Islam dan umatnya. CIIA hanyalah sebuah uslub (strategi) untuk melebarkan sayap pertarungan di berbagai lini dan medan terbuka yang memungkinkan. Kita berharap bisa memberikan advokasi umat Islam di ranah opini, pemikiran dan propaganda sebatas kemampuan yang kami bisa.

6.       Ada sebagian masyarakat yang protes, “Kenapa dakwah harus bawa-bawa politik segala?!”

Ya karena dakwah sendiri adalah aktifitas politik. Coba lihat apa fungsi dakwah di zaman Rasul saw?? Dakwah adalah agenda politik yang sangat penting untuk menciptakan perubahan revolusioner di muka bumi dengan titik tolaknya di jazirah Arab. Dari sistem jahiliyah kepada sistem yang Haq (benar). Nah, kalau ada yang merasa aneh dengan politik dalam dakwah, ya di maklumi. Mereka produk sekulerisme dan menurut saya justru itu tantangan dakwah. Mereka perlu penyuluhan yang intens agar tidak lama terjerembab dalam lembah gelap sekulerisme dan membuat mereka banyak salah paham terhadap banyak substansi agamanya sendiri. Hehehe… 

7.       Gaza kembali membara untuk kesekian kalinya. Tanggapan Ustadz?

Gaza dan tiap jengkal bagian tanah Palestina lainya adalah milik kaum muslimin. Negara Israil adalah perampok atas tanah tersebut di bantu oleh Inggris dan Amerika. Jawaban bagi Israil adalah Jihad. Tidak ada bahasa lain bagi Yahudi Israil kecuali perang hingga mereka terhinakan sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW. Solusi untuk Palestina (Gaza termasuk dialamnya) adalah Jihad dan tegaknnya institusi (negara) adidaya milik umat Islam sedunia yaitu Khilafah. Dengannya mampu mengembalikan setiap jengkal negeri kaum muslimin yang saat ini dikangkangi orang-orang kafir.

8.       Selain jihad dan bantuan kemanusiaan, ada yang menyerukan pemboikotan produk Israil. Pendapat Ustadz?

Ya kita harus apresiasi langkah mereka, orang beriman yang paham hakikat Zionis Israil maka ia akan melakukan perlawanan dengan cara yang ia mampu dan pahami. Namun demikian, mereka perlu juga di jelasin biar perlawanan itu tidak sporadis, tapi sistemik dan memberikan efek yang “mematikan” bagi eksistensi si Monyet Zionis Israil.

9.       Terakhir, apa pesan-pesan Ustadz untuk remaja-remaji muslim, terutama para D’Riser?

Jadilah hamba Allah swt yang bisa tunaikan kewajiban sebagai hamba, dan memenuhi hak Allah swt sebagai Rabbnya. Menemukan tujuan hidup yang hakiki sebagai muslim itu super penting, karena akan mempengaruhi seluruh warna hidupnya.Berikan yang terbaik dalam hidup ini untuk kemulian Islam dan umatnya seraya berharap ridla Allah swt semata, insya Allah hidup ini akan indah dan makin hidup.Ganbatte!

BOX:

Biodata:

  • Nama lengkap: Harits Abu Ulya,
  • TTL: 40 tahun lalu di sebuah kampung di wilayah pinggiran utara Jawa Timur di jalur Bengawan Solo.
  • Pendidikan terakhir: S1 disebuah PTN ternama di Jatim (UNAIR) disambi nyantri di beberapa pesantren dan banyak Kyai (ulama’).
  • Hobi: beladiri, silaturrahmi ke orang-orang soleh (alim) dan sepak bola (tapi dah pensiun main bolanya alias gantung sepatu).
  • Aktivitas:
    • Pemerhati Kontra-Terorisme, dan menggawangi CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst).
    • Public Speaker
    • Kuli di Broadcasting Education disebuah PT Poltek Negeri sebagai konsultan.
    • Translater kitab-kitab Arab (Arab-Indonesia)
    • Dewan redaksi tabloid nasional dwi-mingguan “Media Umat”.
    • Meleburkan diri bersama Hizbut Tahrir sejak tahun 1993, yang sebelumnya banyak kitab-kitab HT dikenalnya dan di kajinya sejak tahun 90-an melalui abang beliau alm. Al Ustadz.Ahmad Fauzi Darminto (Allahu Yarhamhu).
  • Cita-cita: Mati syahid dan meraih ridla Allah swt. []