Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Saya jelek, tidak pintar, sulit bergaul, sy benci  dengan diri saya…semua orang tidak  menyukai saya  (Dinda, Martapura)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dinda yang baik,

majalahdrise.com – Saya bisa merasakan apa yang sekarang  Dik Dinda rasakan.Merasa benci dengan diri  sendiri. Hingga dunia serasa tidak  menyenangkan sebagai tempat tinggal. Dik  Dinda, setiap  orang memiliki konsep diri (self-concept) yaitu pikiran dan keyakinan mengenai  dirinya sendiri. Ada yang memandang dirinya  positif dan ada sebagian orang yang  memandang dirinya secara negatif.

Penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah  menjadikannya  bersikap negatif terhadap  dirinya sendiri. Memandang orang lain punya  banyak kelebihan, sebaliknya ia penuh dengan kekurangan. Orang lain beruntung dan ia  menderita.Dia mengagumi kelebihan orang lain,  dan memandang rendah dirinya.  Dik Dinda yang baik,    Saat seseorang merasa dirinya bukan apa-apa. Bahkan membenci diri sendiri sebagai  manusia tak berguna, makhluk sia-sia.

Begitu  banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan,  dan keburukan. Apalagi ketika orang lain  tampak begitu sempurna dan memiliki banyak  kelebihan, akan makin membuatnya tenggelam.  “Mengapa orang lain memiliki begitu banyak  kelebihan, sedang aku tak memiliki apa-apa  kecuali kekurangan? Mengapa aku jelek, sedang  orang lain cantik? Mengapa orang lain berhasil,  sedang aku selalu gagal?, serta seribu  “mengapa” lainnya yang akan membuat kecewa,  terluka, dan terpaku pada kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Dik Dinda yang baik,

Yakinlah Allah tidak mungkin menciptakan  makhluk-Nya dengan sia-sia. Allah pasti  membekali kita dengan kelebihan. Menjadikan  setiap insan memiliki keistimewaan. Cobalah  melihat ke dalam diri kita, keistimewaan yang  kita miliki yang bisa jadi selama ini belum kita  sadari, atau mungkin belum muncul karena  terkubur oleh rasa kurang berarti dan bermakna.  Bersyukurlah kepada Allah SWT atas kenikmatan  yang Allah berikan, sekecil apapun itu. InsyaAllah  jika kita senantiasa bersyukur niscahya Allah  akan menambah kenikmatan pada kita.  Dik Dinda yang baik,    Pernahkah kita berpikir, betapa kasihan  “makhluk kecil” di dalam sana. Sesosok “DIRI”   yang disadari atau tidak , dibenci oleh dirinya  sendiri. Mungkin jasad sang diri tidak cantik.

Mungkin pribadi sang diri tidaklah  menyenangkan. Mungkin perjalanan hidup sang  diri cukup menyebalkan. Namun, sang diri tetap  membutuhkan cinta agar dengannya dia  tumbuh dan berkembang ke arah kebaikan.  Berapa banyak cerita tentang seseorang yang  berubah menjadi lebih baik karena merasa  dicintai? Berapa banyak orang yang termotivasi  karena dicintai? Berapa banyak orang yang ingin  diterima apa adanya? Dicintai setulusnya?…dan  cinta itu, at very first, hanya pemilik dirilah yang  harus memberikannya. Jika bukan engkau, siapa  lagi?

Engkau yang paling mengerti dirimu sendiri.  Engkaulah yang paling layak, paling berhak dan  paling berwenang mencintai dirimu.  Dik Dinda yang baik,   Cintailah dirimu sendiri. Beri penghargaan.  Beri pujian untuk keistimewaan-keistimewaan  dalam dirimu sendiri. Terimalah dirimu apa  adanya. Cintai ia. Sungguh, cinta itu akan  menjadi kekuatan besar untuk membangun  dirimu. Jika tak ada yang mencintaimu kini, bisa  jadi itu karena engkau pun bahkan tak mencintai  dirimu sendiri. Oleh karena itu, cintailah dirimu  sendiri karena dari sana engkau akan bisa  mencintai dan dicintai orang lain.[]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 49