Driser, ketika saat kamu  membaca tulisan ini, ternyata  ada jutaan kegiatan yang  D berlangsung di dalam tubuh kamu.  Beneran lho. Kita bisa terawang dengan  kekuatan supranatural. Wkwkwkwk…  bohong ding.

Yang bener, emang selagi  kita masiih hidup ada perhitungan  kebutuhan setiap sel di setiap bagian  tubuh dan penentuan fungsi yang harus  dijalankan tiap-tiap sel. Yup, setiap sel dalam tubuh kita saling  berkomunikasi apa yang mereka butuhkkan dan apa yang harus  mereka kerjakan.  Emang sih kita gak bisa bayangin gimana tuh sel  berkomunikasi. Yang pasti, setiap detik sel-sel dalam tubuh kita  bekerja tanpa jeda.

Misalnya, yang membuat Anda dapat  membaca tulisan ini adalah sel-sel mata Anda, dan untuk  memberi makan sel-sel itu dibutuhkan glukosa. Untuk  memenuhi kebutuhan ini, sebuah sistem dibentuk dalam tubuh  Anda yang menghitung berapa banyak gula di dalam darah Anda  dan menjaga agar jumlah ini mantap. Ada perencanaan besar,  yang dikelola lewat komunikasi jaringan antar-sel, yang  menghitung berapa kali jantung Anda harus berdetak per menit,  kadar kalsium yang disimpan dalam tubuh Anda, jumlah darah  yang disaring oleh ginjal Anda dan ribuan hal rinci lainnya.  

Sistem komunikasi kimiawi yang membuat 100 trilyun sel  bekerja saling selaras ini disebut sistem hormon. Sistem hormon, bersama dengan sistem syaraf,  menjamin penyelarasan sel di dalam tubuh. Jika kita  menyetarakan sistem syaraf dengan pesan-pesan yang dikirim  melalui internet, sistem hormon dapat disetarakan dengan  sebuah surat yang dikirim melalui pos: lebih lambat, namun  pengaruhnya bertahan lebih lama. Saat kita menelaah sistem-sistem yang mengendalikan  tubuh ini, sebuah kenyataan yang tak disadari sebagian besar  manusia menjadi jelas. Kebanyakan manusia yakin bahwa  mereka sendirilah yang mengatur arah kehidupan mereka.

Jika  Anda bertanya pada seseorang, “Berapakah bagian dari tubuh  Anda yang Anda kendalikan?”, pastilah ia akan menjawab,  “Seluruhnya.” Namun, jawaban ini bertentangan dengan  kenyataan ilmiah. Seseorang mengendalikan sebagian kecil tubuhnya, dan  bahkan dari bagian itu pun hanya mengendalikan sebagiannya.  Misalnya, ia dapat menggunakan tubuhnya berjalan atau  berbicara, atau ia dapat menggunakan tangannya untuk bekerja,  namun jauh di dalam tubuhnya ada ribuan kegiatan kimiawi dan  fisika yang bekerja tanpa diketahuinya dan dikehendakinya.  

Siapapun yang mengira dirinya bertanggung jawab penuh atas  tubuhnya (atau hidupnya) sendiri telah membuat kesalahan  besar. Kenyataan lain yang akan kita lihat saat menelaah sistem  komunikasi sempurna sebagaimana digambarkan di dalam  tulisan ini adalah: suatu organisme tak mungkin terbentuk,  dengan sendirinya dan secara kebetulan, dari benda mati. Kaum  Darwinis dan materialis tidak mempercayai Allah; mereka  percaya bahwa makhluk hidup terbentuk secara seketika dan  kebetulan dari benda mati. Namun, di abad ke-20, terjadi ribuan  penemuan tentang sel dan sistem di dalamnya.

Kini diketahui  bahwa sel memiliki rancangan yang sangat rumit. Komunikasi  antara hormon-hormon dan sel-sel saja tak cukup untuk  menunjukkan betapa luar biasanya sistem yang ada dalam sel,  dan bahwa sel tak mungkin terbentuk secara kebetulan. Inilah kekuasaan Allah tak terbantahkan yang membuktikan bahwa  Allah berkuasa dalam tubuh kita bukan kita yang berkuasa.  Seandainya saja Allah mencabut satu fungsi hormon dalam diri  kita, terbayang di pelupuk mata penderitaan yang akan kita  rasakan. Lantas, pantaskah kita menentang segala perintah-Nya  padahal dengan penuh kasih dan sayang DIA tak pernah berhenti  mencurahkan nikmatnya bagi kita? [Ridwan]  

keajaiban hormon anatara tangan manusia dan tangan rocot

Dengan dilengkapi otot dan saraf  yang sangat banyak,  lengan membantu tangan kita memegang benda dengan  Derat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Tangan  manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45  kg.

Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga  dapat  merasakan sehelai  kertas  berketebalan  sepersepuluh  milimeter.  Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah  berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot  yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan  manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan  daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan.  

Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot,  yang dikenal sebagai “Tangan Karlsruhe”, menyatakan bahwa  semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi  tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu  lama  sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu  melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan  tangan manusia.

Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi  manusia.  Dengan  segala  bagiannya,  tangan  manusia  memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan  Allah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu  dustakan? (QS. Ar-Rahman: 16) []