Hormon: Silent Employee - Majalah Remaja Islam D'Rise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Headline >> Hormon: Silent Employee

Hormon: Silent Employee




no_image_thumb[Drise-#029] Driser, ketika saat kamu membaca tulisan ini, ternyata ada jutaan kegiatan yang berlangsung di dalam tubuh kaumu. Beneran lho. Kita bisa terawang dengan kekuatan supranatural. Wkwkwkwk… bohong ding. Yang bener, emang selagi kita masiih hidup ada perhitungan kebutuhan setiap sel di setiap bagian tubuh dan penentuan fungsi yang harus dijalankan tiap-tiap sel. Yup, setiap sel dalam tubuh kita saling berkomunikasi apa yang mereka butuhkkan dan apa yang harus mereka kerjakan.

Emang sih kita gak bisa bayangin gimana tuh sel berkomunikasi. Yang pasti, setiap detik sel-sel dalam tubuh kita bekerja tanpa jeda. Misalnya, yang membuat Anda dapat membaca tulisan ini adalah sel-sel mata Anda, dan untuk memberi makan sel-sel itu dibutuhkan glukosa. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebuah sistem dibentuk dalam tubuh Anda yang menghitung berapa banyak gula di dalam darah Anda dan menjaga agar jumlah ini mantap. Ada perencanaan besar, yang dikelola lewat komunikasi jaringan antar-sel, yang menghitung berapa kali jantung Anda harus berdetak per menit, kadar kalsium yang disimpan dalam tubuh Anda, jumlah darah yang disaring oleh ginjal Anda dan ribuan hal rinci lainnya. Sistem komunikasi kimiawi yang membuat 100 trilyun sel bekerja saling selaras ini disebut sistem hormon.

Sistem hormon, bersama dengan sistem syaraf, menjamin penyelarasan sel di dalam tubuh. Jika kita menyetarakan sistem syaraf dengan pesan-pesan yang dikirim melalui internet, sistem hormon dapat disetarakan dengan sebuah surat yang dikirim melalui pos: lebih lambat, namun pengaruhnya bertahan lebih lama.

Saat kita menelaah sistem-sistem yang mengendalikan tubuh ini, sebuah kenyataan yang tak disadari sebagian besar manusia menjadi jelas. Kebanyakan manusia yakin bahwa mereka sendirilah yang mengatur arah kehidupan mereka. Jika Anda bertanya pada seseorang, “Berapakah bagian dari tubuh Anda yang Anda kendalikan?”, pastilah ia akan menjawab, “Seluruhnya.” Namun, jawaban ini bertentangan dengan kenyataan ilmiah.

Seseorang mengendalikan sebagian kecil tubuhnya, dan bahkan dari bagian itu pun hanya mengendalikan sebagiannya. Misalnya, ia dapat menggunakan tubuhnya berjalan atau berbicara, atau ia dapat menggunakan tangannya untuk bekerja, namun jauh di dalam tubuhnya ada ribuan kegiatan kimiawi dan fisika yang bekerja tanpa diketahuinya dan dikehendakinya. Siapapun yang mengira dirinya bertanggung jawab penuh atas tubuhnya (atau hidupnya) sendiri telah membuat kesalahan besar.

Kenyataan lain yang akan kita lihat saat menelaah sistem komunikasi sempurna sebagaimana digambarkan di dalam tulisan ini adalah: suatu organisme tak mungkin terbentuk, dengan sendirinya dan secara kebetulan, dari benda mati. Kaum Darwinis dan materialis tidak mempercayai Allah; mereka percaya bahwa makhluk hidup terbentuk secara seketika dan kebetulan dari benda mati. Namun, di abad ke-20, terjadi ribuan penemuan tentang sel dan sistem di dalamnya. Kini diketahui bahwa sel memiliki rancangan yang sangat rumit. Komunikasi antara hormon-hormon dan sel-sel saja tak cukup untuk menunjukkan betapa luar biasanya sistem yang ada dalam sel, dan bahwa sel tak mungkin terbentuk secara kebetulan.

Inilah kekuasaan Allah tak terbantahkan yang membuktikan bahwa Allah berkuasa dalam tubuh kita bukan kita yang berkuasa. Seandainya saja Allah mencabut satu fungsi hormon dalam diri kita, terbayang di pelupuk mata penderitaan yang akan kita rasakan. Lantas, pantaskah kita menentang segala perintah-Nya padahal dengan penuh kasih dan sayang DIA tak pernah berhenti mencurahkan nikmatnya bagi kita? [Ridwan]

 

BOX:

Keajaiban Hormon: Antara Tangan Manusia & Tangan Robot

 

Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.

Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan.

Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai “Tangan Karlsruhe”, menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.

Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia. Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan Allah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 16) []




4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × four =