Assalamualaikum wr.wb saya mau  tanya kalau seseorang pke tato,tpi  org itu blm tau hkm’a,solat’a sah  atau batal?  

Saudaraku, tentang hukum  mentato badan, semua ulama  sepakat bahwa itu haram. Alasannya  karena itu adalah upaya merubah  ciptaan Allah dan merupakan  akitifitas tasyabbuh bil kuffar  (menyerupai orang kafir).

Lantas  bagaimana jika seseorang sudah  terlanjur ditato badannya, kemudian  ia bertaubat dan ingin melaksanakan shalat,  apakah shalatnya sah? Di dalam sebuah hadits rasulullah  saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah  memaafkan dari ummatku, kesalahan,  kelupaan dan segala sesuatu yang  dipaksakan atasnya.” (HR. Hakim dari Ibnu  Abas).  

Menato badan hukumnya memang  haram, bukan berarti orang yang bertato  tidak wajib shalat. Mungkin ada yang  beralasan tidak sah shalat orang yang bertato  karena tato dianggap menghalangi air ke kulit  ketika bersuci (wudhu dan mandi junub),  sehingga bersucinya tidak sah. Sekilas  memang pernyataan ini benar, padahal tidak  tepat.   Sebab,

  1. Allah maha menerima taubat hambanya,
  2. Shalat lima waktu hukumnya wajib,
  3. Kalau menghapus tato itu mudah dan tanpa menyakiti badan maka harus dihapus, tetapi kalau menghapusnya  harus dengan menyakiti badan, dengan  disetrika misalnya, atau dengan memberikan  cairan yang menimbulkan rasa sangat sakit,  tentu ini justru perbuatan yang dilarang  dalam islam, karena Allah berfirman “Dan  janganlah kalian melemparkan diri kalian  dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah:195).  
  4. Ada beberapa kaidah ushul yang membenarkannya, diantaranya; a. Meninggalkan syarat lebih baik  daripada meninggalkan kewajiban, b.  apabila terdapat dua bahaya dalam  dua pilihan, maka pilihlah bahaya yang  lebih ringan.

Berdasarkan beberapa alasan  diatas, maka orang yang terlanjur  bertato kemudian ia bertaubat dengan  taubatan nashuha lalu melaksanakan  shalat maka insayaAllah taubat dan  shalatnya diterima oleh Allah swt. Di samping itu semua bahwa  islam adalah agama rahmatan lil  alamin, agama yang sesuai dengan  fitrah manusia dan tidak ada ajarannya  yang bertentangan dengan akal sehat.  

Betapa sulitnya manusia, sekiranya  keinginan kuatnya ingin bertaqarrub  kepada Allah tidak bisa tercapai hanya  gara-gara tato yang sulit dihapus.   Padahal Allah maha pengampun, maha  pemaaf dan maha menerima taubat.  Wallahu A’lam[]