Judulnya al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada. Buku ini sangat  populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai  tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab  J ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan  hingga abad 16.

Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini  mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan  sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak  diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis,  kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan  Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta  dipublikasikan tahun 1758.

Penulisnya adalah Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn  al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi. Atau yang  lebih dikenal sebagai  Ibnu Al-Baitar. Beliau adalah ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi  (obat-obatan) pada abad pertengahan. Beliau lahir di kota  Spanyol Malaqa (Malaga) menjelang akhir abad ke-12. Ibnu al-Baitar berguru pada Abu al-Abbas al-Nabati, seorang ahli botani &  farmasi yang terkenal pada masa itu. Setamat menuntut ilmu, al-Baitar memutuskan untuk mulai berkelana. Pada tahun 1219, Ibnu al-Baitar mengikuti sebuah ekspedisi  yang mengharuskannya meninggalkan Spanyol.

Bersama rekan-rekannya, ia melakukan perjalanan dari suatu daerah ke daerah  lain untuk mengumpulkan beragam jenis tumbuhan. Mereka  menyusuri daerah sepanjang pantai utara Afrika & Asia Timur  jauh. Selain itu, mereka juga menyinggahi beberapa kota, seperti  Konstantinopel, Tunisia, Tripolli, Barqa, & Adalia Setalah tahun 1224. Ibnu Al-Baitar bekerja pada seorang  Gubernur Mesir bernama al-Kamil. Ia dipercaya memegang  jabatan sebagai kepala ahli tumbuhan obat. Pada tahun 1227,  saat al-Kamil melakukan perjalanan dalam rangka memperluas  kekuasaannya hingga Damaskus, ia juga membawa serta Ibnu al-Baitar.

Segera saja, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Ibnu al-Baitar untuk mengumpulkan berbgai jenis tumbuhan yang  ditemuinya di sepanjang perjalanan. Ketika  mereka menetap di Suriah selama beberapa  tahun, Ibnu Al-Baitar berkesemptan  mengadakan penelitian di suatu wilayah  yang sangat luas, temasuk Saudi Arabia &  Palestina. Sebagian besar buku karya Ibnu al-Baitar berasal dari hasil penelitiannya selama  beberapa tahun terhadap berbagai jenis  tumbuhan.

Tak hanya berisi hasil penelitian,  buku tersebut juga di lengkapi penjelasan &  komentar panjang. Di kemudian hari, karya-Karya Ibnu al-Baitar menjadi buku rujukan  ilmu botani yang sangat penting. Kontribusi  Ibnu al-Baitar tersebut sangat  mempengaruhi perkembangan ilmu botani &  kedokteran selanjutnya, baik di Eropa  maupun Asia.  Karya Ibnu al-Baitar yang paling  tekenal adalah al-Jami fi al-Adawiya al-Mufrada. Karya ini dianggap sebagai buku  ilmu botani paling lengkap dalam kaitannya  dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini  menjadi rujukan para ahli tumbuhan & obat-obatan hingga abad XVI.

Jumlah tumbuhan yang tercatat dalam  kitab ini sekitar 1.400 jenis, termasuk 200 tumbuhan yang belum  diketahui jenisnya secara pasti. Kitab tesebut telah dirujuk oleh  sejumlah penulis Arab & dikutip oleh para ilmuwan Yunani,  sebelum kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin &  dipublikasikan pada tahun 1758.  Karya fenomenal Ibnu al-Baitar lainnya adalah sebuah  ensiklopedia obat-obatan berjudul al-Mughni fi al-Adawiya al-Mufrada. Ensiklopedia ini berisi daftar jenis tumbuhan obat yang  ada di Arab saudi, termasuk tumbuhan yang berpungsi sebagai  obat bius (dikategorikan obat terapetik).

Tak hanya itu, al-Mughni  fi al-Adawiya al-Mufrada juga berisi 20 bab tambahan tentang  khasiat beragam tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia.  Dalam buku ini juga tedapat sebuah bab yang khusus membahas  masalah pembedahan. Di kemudian hari, bab ini sering dijadikan  rujukan oleh sejumlah ahli bedah Muslim ternama, seperti Abu  Qasim Zahrawi. Meskipun kitab ini ditulis dalam bahasa Arab,  beberapa jenis tumbuhan ditulis dalam bahasa latin.  Sebelum meninggal pada tahun 1248 di Damaskus,  beberapa karya Ibnu al-Baitar yang juga dianggap penting adalah  al-Mughni fil Adawiyyatil Mufradah wal  Ughdziyyah (Kumpulan Pengobatan Mandiri &  Makanan) dan al-Jami’ fil Adawiyyatil  Mufradah wal Ughdziyyah (Ensiklopedi  Pengobatan Mandiri & makanan). Begitulah karya fenomenal al-Baitar yang  mengukir namanya di dunia farmasi sekaligus  membuktikan ketinggian peradaban ilmu  pengetahuan Islam di masa lalu.

Jejak al-Baitar  dalam menuntut ilmu sangat pantas kita tiru.  Karena setiap ilmu adalah kontribusi, jangan  hanya dimakan sendiri. Seringlah berbagi untuk  kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Agar  kejayaan Islam yang kini tinggal kenangan bisa  kembali eksis memenangkan perang  peradaban. Kita super yakin bahwa Allah telah  berjanji akan kembali memulyakan umat ini. So,  jangan lewatkan kesempatan ini. Yuk segera  ambil bagian dalam barisan pengemban  dakwah dan menjadi pejuang islam untuk  menjemput tike surge-Nya. Berangkaat!  [Ridwan]