Majalahdrise.com – Heboh! Dunia remaja lagi-lagi kecolongandengan terungkapnya sebuah jaringan bisnis prostitusi online yang melibatkan para remaja dan mahasiswi. Dilansir harian Republika.co.id (8/10), kepolisian Daerah Jogjakarta menangkap seorang pemuda bernama Onge yang juga seorang mahasiswa S-2 jurusan hukum di salah satu Perguruan Tinggi Swasta. Dengan bermodalkan akun facebook dan smartphone, pemuda berumur 28 tahun bersama seorang gadis belia yang merupakan partner kerjanya ini berhasil meraup untung dengan menyediakan layanan sex.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya terjadi bro. Bulan Agustus lalu, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga membongkar ekspo prostitusi yang digawangi oleh Piesank, yang dalam pengakuannya, ia bisa mendapatkan enam hingga tujuh puluh konsumen dalam sehari. Lain lagi dengan Dewi Sundari alias Dee. Dee menutupi bisnis ini dengan tawaran penginapan melalui BBM dan forum-forum internet sebelum akhirnya kepolisian membongkar jaringan ini di daerah Ngagel, Surabaya.

Ibarat fenomena gunung es, kasus-kasus ini sejatinya hanya segelintir yang nampak di permukaan saja. Para mucikari yang tertangkap hanyalah seorang amatirdibandingkan jaringan yang dijalankan secara underground yang mungkin sangat sulit untuk dikuak oleh bapak-bapak polisi kita.

 

Dimana Kemuliaan Wanita?

Bro, sederetan fakta ini membuat kita sangat miris. Bagaimana tidak, hari ini kemuliaan seorang wanita dibandrol dengan sejumlah harga. Wanita yang notabene masih berumur belia, mulai dari mahasiswi, siswi SMA, bahkan SMP dijajakan bak snack di minimarket. Bahkan, para mucikari membagi mereka dengan kelas-kelas tertentu; ada yang premium dengan harga hingga tujuh digit, hingga ‘paket hemat’ yang sesuai dengan kantong uang jajan pelajar!Izzah for Sale! Ihsan Tampubolon - Ketua LDS HTI Kabupaten Bandung - Majalahdrise

Remaja-remaja ini mengaku mau bekerja sebagai WTS ini dengan berbagai motif. Ada yang karena iseng aja mencoba, ada yang karena butuh uang untuk bayar kuliah, ingin membeli gadget baru, bahkan menjadikannya pekerjaan tetap. Weleh-weleh.

Fakta ini seiring dengan survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia bahwa 62,7% remaja usia SMP hingga sekitar 20 tahun di kota-kota besar sudah tidak perawan lagi. Survei juga menunjukkan bahwa sekitar 21% remaja pernah melakukan aborsi dengan total kasus mencapai dua juta per tahunnya di Indonesia.

Belum lagi kalau kita melihat ke tempat biangnya kehidupan liberal, seperti Amerika Serikat atau negara-negara Eropa. Keperawanan tidak lagi diindahkan, bahkan menjadi aib dan dibully oleh teman sekelasnya apabila belum pernah melakukan hubungan seksual. Yup, kemuliaan mereka diobral, banting harga, bahkan dikasih gratis kepada ‘pembeli pertama’. Astagfirullah!

Menengok kisah-kisah para wanita syuhada tentu membuat kita merindukan keberadaan mereka di tengah kita saat ini. Kita mengenal Khodijah binti Khuwaylid, istri pertama Rasulullah Muhammad saw., yang sangat mencintai beliau bahkan mengikhlaskan harta dan jiwanya demi membantu Rasul dalam perjuangan dakwah Islam. Begitu juga Shafiyah binti Abdul Muthalib, wanita yang memberanikan diri melawan seorang yahudi demi menjaga putra-putri muslim saat Perang Khandaq. Siapa pula yang tidak mengenal Ummul Mu’minin, perawi hadis, dan ksatria Aisyah binti Abu Bakar, seorang wanita energik, intelek, istri yang mulia, dan salah satu muslimah paling penting dalam sejarah peradaban Islam.

Hari ini, mereka hidup di dalam jiwa-jiwa muslimah ideologis. Mereka menandai kemuliaannya, mengulurkan jilbab demi ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, tidak merusak dirinya dalam pergaulan sekuler, dan menjadikan dirinya seorang remaja pendakwah. Tengoklah Ruqayya, seorang gadis cilik asal Australia yang tampil dengan gagahnya mengajak kaum muslim untuk menolong umat ini dengan dakwah dan jihad pada Muslim Rise Conference yang diadakan di Australia dua tahun yang lalu. Ruqayya yang saat itu baru berumur 8 tahun sudah berpikir visioner, bagaimana membangkitkan kembali umat Islam dari keterpurukan ini. Sungguh suatu hal yang mungkin tidak terlintas sedikitpun dalam benak gadis-gadis seusianya di kehidupan yang sekuler ini.

Sobat, inilah wanita yang dirindukan dunia maupun surga. Mereka adalah Khadijah, Shafiyah, dan Aisyahnya generasi saat ini. Di dunia mereka adalah seorang muslimah yang taat, ibu yang kelak meneruskan tongkat estafet perjuangan Islam dengan mendidik generasi setelahnya dengan dakwah, dan di surga mereka adalah para penghulu bidadari, yang kemuliaannya dijamin di sisi Allah.[]

Ihsan Tampubolon – Ketua LDS HTI Kabupaten Bandung

di Muat di Majalah DriseEdisi#41